Senin, 5 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Kecantikan & Fashion

Ramai di Medsos, Kaldu Tulang Diklaim Bikin Glowing dan Sehat — Ini Faktanya

Editor : Hana oleh Editor : Hana
22 Juni 2025
in Kecantikan & Fashion, Kesehatan
A A
0
Bikin Glowing
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta.  Kaldu tulang tengah menjadi tren baru di media sosial. Dari TikTok hingga Instagram, banyak warganet mengaku rutin mengonsumsi minuman gurih ini setiap pagi demi mendapatkan kulit glowing, pencernaan lancar, tubuh lebih segar, dan asupan protein yang lebih mudah terpenuhi. Namun, benarkah manfaatnya sebesar yang diklaim?

Kaldu tulang memang bukan sekadar minuman biasa. Cairan hasil perebusan tulang sapi atau ayam selama berjam-jam ini dikenal kaya akan air, natrium, dan berbagai nutrisi penting seperti kalsium, magnesium, vitamin A, B, E, K, serta protein dari kandungan kolagen dan asam amino.

Salah satu alasan kaldu tulang populer adalah karena kandungan kolagen, protein struktural yang penting untuk elastisitas kulit, kesehatan sendi, dan jaringan ikat. Ahli gizi Lisa Moskovitz, dikutip dari Food and Wine (19/6), menyebut konsumsi kolagen memang dapat membantu memperlambat proses penuaan dan memperbaiki tekstur kulit.

Namun, Moskovitz juga menegaskan bahwa jumlah kolagen dalam kaldu tulang sangat bervariasi dan sering kali sangat kecil. “Kolagen dalam kaldu tulang rumahan atau komersial belum tentu cukup signifikan jika dibandingkan dengan suplemen kolagen khusus,” ujarnya.

Artikel Terkait

BIFF 2026 Perluas Akses Pelaku Mode Borneo ke Pasar Internasional

Mengenal Kelenjar Pituitari: Waspadai Sakit Kepala Hingga Gangguan Penglihatan Sejak Dini

Wabah Ebola di Kongo Tewaskan 4.018 Orang, Kasus Tembus 8.300

Temuan serupa juga diperkuat oleh sebuah studi tahun 2019 yang diterbitkan di International Journal of Sport Nutrition and Exercise Metabolism, yang menyimpulkan bahwa kaldu tulang bukan sumber kolagen utama yang dapat diandalkan.

Tak hanya kolagen, kaldu tulang juga mengandung asam amino seperti glutamin, prolin, dan glisin yang penting untuk perbaikan jaringan tubuh, sistem imun, dan metabolisme energi. Ahli gizi Kathleen Garcia-Benson menyebut kaldu tulang bisa menjadi tambahan gizi yang baik, namun bukan satu-satunya sumber asam amino harian.

“Kaldu tulang bisa jadi pelengkap dalam pola makan sehat, tetapi tidak cukup untuk memenuhi semua kebutuhan asam amino tubuh,” jelas Lisa Moskovitz.

Di balik manfaatnya, kaldu tulang juga mengandung natrium yang cukup tinggi, yang bisa menimbulkan risiko kesehatan jika dikonsumsi berlebihan. Bagi penderita hipertensi, penyakit jantung, diabetes, atau gangguan ginjal, konsumsi kaldu tulang sebaiknya dibatasi atau dikonsultasikan terlebih dahulu dengan ahli gizi.

Dalam satu cangkir kaldu tulang, umumnya terkandung sekitar 9 gram protein, tetapi jumlah ini bisa sangat bervariasi tergantung jenis tulang, durasi perebusan, dan bahan tambahan.

Meskipun kaldu tulang memiliki sejumlah manfaat potensial, menjadikannya satu-satunya sumber nutrisi utama tidak disarankan. Kaldu tulang bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat, tetapi sebaiknya tetap dikombinasikan dengan pola makan seimbang dan gaya hidup aktif.

Jadi, sebelum mengikuti tren, pastikan Anda memahami manfaat sebenarnya dan mempertimbangkan kondisi kesehatan pribadi. (ana)

Topik: Bikin GlowingKaldu Tulang

TerkaitBerita

BIFF 2026 Perluas Akses Pelaku Mode Borneo ke Pasar Internasional
Kecantikan & Fashion

BIFF 2026 Perluas Akses Pelaku Mode Borneo ke Pasar Internasional

oleh Editor : Akula
5 Oktober 2026
Mengenal Kelenjar Pituitari: Waspadai Sakit Kepala Hingga Gangguan Penglihatan Sejak Dini
Kesehatan

Mengenal Kelenjar Pituitari: Waspadai Sakit Kepala Hingga Gangguan Penglihatan Sejak Dini

oleh Editor : Akula
5 Oktober 2026
Wabah Ebola di Kongo Tewaskan 4.018 Orang, Kasus Tembus 8.300
Kesehatan

Wabah Ebola di Kongo Tewaskan 4.018 Orang, Kasus Tembus 8.300

oleh Editor : Affandy
4 Oktober 2026
Kasus Campak di AS Tembus 3.887 pada 2026, Lampaui Total Tahun Lalu
Kesehatan

Kasus Campak di AS Tembus 3.887 pada 2026, Lampaui Total Tahun Lalu

oleh Editor : Affandy
3 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Bank Jakarta Siapkan Duplikasi Biodigester ke Wilayah Lain di Jakarta

Bank Jakarta Siapkan Duplikasi Biodigester ke Wilayah Lain di Jakarta

5 Oktober 2026
Privat: Jadi Pemeran Utama Serial ‘Suara Hati’, Dewi Perssik Buka-Bukan Soal Karakter Melodi dan Kehidupan Nyata

Setelah 20 Tahun Vakum, Dewi Perssik Kembali Akting Lewat Serial Suara Hati

5 Oktober 2026
Pemilahan Sampah Warga Rorotan Tembus 90 Persen, Biodigester Olah 1,2 Ton Sampah per Hari

Pemilahan Sampah Warga Rorotan Tembus 90 Persen, Biodigester Olah 1,2 Ton Sampah per Hari

5 Oktober 2026
Jakarta Futura Connectiva 2026: Membuka Ruang Baru bagi Kolaborasi Industri Kreatif Indonesia

Jakarta Futura Connectiva 2026: Membuka Ruang Baru bagi Kolaborasi Industri Kreatif Indonesia

3 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4886 shares
    Share 1954 Tweet 1222
  • Membawa Pulang Standar Dunia ke Sekolah Menengah Kejuruan

    372 shares
    Share 149 Tweet 93
  • Raffi Ahmad Rela Gelontorkan Biaya Fantastis Puluhan Miliar Demi Hak Siar Persib dan Borneo FC di ASEAN Club Championship

    371 shares
    Share 148 Tweet 93
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1001 shares
    Share 400 Tweet 250
  • Laga Awal Musim Membuka Peluang AC Milan Berkembang

    338 shares
    Share 135 Tweet 85
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya