Koranindopos.com – JAKARTA — Kanker payudara masih menjadi salah satu ancaman kesehatan terbesar bagi kaum wanita di seluruh dunia. Kendati demikian, masih banyak masyarakat yang memegang anggapan keliru bahwa sel kanker baru berbahaya jika sudah memicu rasa sakit atau nyeri hebat.
Padahal, tanda-tanda awal perkembangan kanker payudara sering kali muncul secara halus dan tanpa rasa nyeri sama sekali.
Spesialis Onkologi Ginekologi dari Indraprastha Apollo Hospital Delhi, India, Dr. Pakhee Aggarwal, mengimbau para wanita untuk selalu peka dan tidak mengabaikan perubahan sekecil apa pun pada area payudara.
“Banyak wanita yang tidak memperhatikan perubahan karena mereka sibuk, merasa malu membicarakannya, atau mengira masalah itu bakal sembuh sendiri,” ujar Dr. Aggarwal.
Hal senada disampaikan oleh pakar dari Apollo Athenaa Women’s Cancer Centre, Dr. Geeta Kadayaprath. Ia menegaskan bahwa menunda pemeriksaan medis hanya karena menunggu munculnya rasa sakit merupakan langkah yang berisiko tinggi.
“Kanker payudara bisa berkembang tanpa rasa sakit, terutama pada stadium awal. Menunggu rasa sakit muncul justru bisa menunda konsultasi dan penanganan medis,” jelas Dr. Kadayaprath.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) serta Lembaga Kanker Nasional Amerika Serikat (NCI) menekankan pentingnya deteksi dini terhadap gejala-gejala awal. Berikut lima gejala yang patut diwaspadai meski tidak menimbulkan rasa nyeri:
-
Benjolan Baru atau Penebalan Jaringan: Munculnya benjolan baru di area payudara maupun ketiak yang terasa berbeda dari jaringan sekitarnya. NCI mengingatkan bahwa kanker payudara terkadang hanya berupa sensasi pengerasan jaringan tanpa bentuk benjolan yang jelas.
-
Perubahan Tekstur Kulit (Peau d’orange): Kulit payudara yang berlesung (dimpling), mengerut, memerah, bersisik, atau menebal hingga menyerupai tekstur kulit jeruk.
-
Perubahan Bentuk atau Ukuran: Adanya perubahan simetri, ukuran, atau bentuk payudara yang terjadi secara mendadak tanpa alasan yang jelas.
-
Perubahan pada Puting dan Keluar Cairan: Puting yang mendadak melesak ke dalam (inverted nipple), berubah posisi, atau mengeluarkan cairan abnormal (terutama jika berwarna bening atau bercampur darah).
-
Sensasi Tidak Nyaman yang Persisten: Meskipun kanker stadium awal jarang memicu nyeri, rasa tidak nyaman atau nyeri menetap yang bertahan lama tetap memerlukan evaluasi medis.
Pemeriksaan berkala oleh tenaga medis menjadi kunci utama dalam memastikan apakah perubahan pada payudara bersifat jinak atau memerlukan penanganan khusus. Penanganan medis yang dilakukan pada stadium awal secara signifikan meningkatkan peluang kesembuhan pasien.
“Intinya jangan panik, tapi juga jangan menunda-nunda,” pungkas Dr. Aggarwal.
(dhil/dtk)










