koranindopos.com, JAKARTA – Ramadan selalu menghadirkan suasana yang berbeda—lebih tenang, lebih hangat, dan penuh makna. Bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang mempererat kebersamaan serta berbagi kebaikan dengan sesama. Di momen istimewa ini, kehadiran hal-hal sederhana seperti hidangan berbuka dan secangkir teh hangat sering kali menjadi pengikat kebersamaan yang terasa begitu berarti.
Melanjutkan inisiatif yang telah memberikan dampak positif pada tahun sebelumnya, Teh Celup Sosro kembali menghadirkan program Hidupkan Ramadanmu (THR) 2026. Program ini menjangkau lebih banyak masyarakat dengan menghadirkan kehangatan berbuka puasa di 26 kota dan kabupaten yang tersebar di 6 provinsi di Indonesia. Sejak 21 Februari hingga 15 Maret 2026, sebanyak 186 masjid menjadi pusat kegiatan berbagi dan kebersamaan, tempat masyarakat dapat menikmati hidangan berbuka puasa yang dilengkapi dengan seduhan teh manis hangat.
Dalam pelaksanaannya, program ini berkolaborasi dengan FoodBank of Indonesia (FOI) untuk menyiapkan 60.000 paket hidangan berbuka puasa. Tidak hanya menghadirkan makanan, setiap paket juga membawa cerita tentang kepedulian dan semangat berbagi. Lebih dari 2.000 ibu relawan turut ambil bagian dalam proses persiapan hingga distribusi, menjadikan setiap hidangan sebagai simbol kebersamaan yang lahir dari gotong royong.
Brand Manager Teh Celup Sosro, Indi Raisa Girsang, menyampaikan bahwa program ini merupakan gerakan berkelanjutan yang telah dijalankan sejak 2025. Menurutnya, Ramadan adalah momen yang sangat berarti bagi keluarga di Indonesia. Karena itu, melalui program Teh Celup Sosro Hidupkan Ramadanmu, perusahaan ingin menghadirkan kehangatan yang nyata bagi masyarakat. Setiap seduhan teh yang disajikan diharapkan tidak hanya menjadi pelengkap hidangan berbuka, tetapi juga menjadi jembatan kebersamaan yang lahir dari ketulusan berbagi.
Mengusung semangat “Hidupkan Ramadanmu, Rayakan Hangatnya Kebersamaan dengan Teh Celup Sosro,” program ini menjadi bentuk komitmen untuk hadir di ruang-ruang yang penuh makna—mulai dari masjid hingga dapur komunitas. Kehangatan sederhana dari secangkir teh manis hangat diharapkan dapat mempererat hubungan sosial sekaligus menghidupkan semangat Ramadan bagi lebih banyak masyarakat Indonesia.
Di balik kesuksesan program ini, peran perempuan menjadi kekuatan utama. Lebih dari dua ribu ibu relawan terlibat aktif, mulai dari menyiapkan bahan, memasak hidangan khas daerah masing-masing, hingga mendistribusikan paket berbuka puasa kepada masyarakat. Kehadiran mereka bukan sekadar membantu, tetapi juga menjadi jantung yang menggerakkan kepedulian di tengah komunitas.
Bagi para ibu relawan, kegiatan memasak ini memiliki makna yang lebih dalam. Seperti yang diungkapkan oleh Dwi Hidayati, salah satu relawan dari FOI, memasak untuk berbuka bukan hanya aktivitas dapur, tetapi juga cara sederhana untuk berbagi kebaikan. Dengan bahan makanan terbaik dan rempah-rempah khas Indonesia, setiap hidangan disiapkan dengan sepenuh hati. Saat paket makanan dibagikan, yang diberikan bukan hanya makanan, tetapi juga kepedulian dan rasa kebersamaan.
Hal serupa juga disampaikan oleh Ketua Yayasan Lumbung Pangan Indonesia, Wida Septarina. Ia menyebutkan bahwa kolaborasi bersama Teh Celup Sosro pada Ramadan tahun ini menjadi bagian dari upaya memperluas gerakan berbagi melalui dapur komunitas. Selain menyediakan makanan bagi masyarakat yang membutuhkan, program ini juga menjadi wadah bagi ribuan ibu untuk menyebarkan kehangatan dan kepedulian di berbagai daerah.
Pada akhirnya, Ramadan selalu mengajarkan bahwa kebaikan bisa hadir dari hal-hal sederhana. Dari dapur masjid, dari tangan para ibu, hingga dari secangkir teh hangat yang disajikan saat berbuka. Semua itu menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan kepedulian adalah rasa yang paling menghangatkan di bulan yang penuh berkah ini. (sh)










