koranindopos.com – Jakarta. Realisasi investasi Indonesia pada triwulan II tahun 2025 menembus angka Rp 477,7 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 11,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/YoY). Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (29/7/2025).
Capaian ini setara dengan 25,1% dari total target investasi nasional tahun 2025 yang ditetapkan sebesar Rp 1.905,6 triliun. Jika dibandingkan dengan realisasi investasi pada triwulan I 2025 sebesar Rp 465,2 triliun atau 24,4% dari target, terdapat peningkatan meski secara kuartalan hanya naik tipis.
“Capaian realisasi investasi triwulan II 2025 kita lihat angkanya itu Rp 477,7 triliun. Ini adalah peningkatan 11,5% dari tahun sebelumnya,” ujar Rosan.
Peningkatan ini dinilai sebagai sinyal positif bagi iklim investasi Indonesia. Rosan menekankan bahwa pemerintah terus berupaya menjaga kepercayaan investor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, melalui berbagai kebijakan reformasi struktural dan kemudahan perizinan yang ditawarkan oleh sistem OSS (Online Single Submission).
Investasi asing masih menjadi penopang utama pertumbuhan investasi nasional, dengan sektor-sektor unggulan seperti hilirisasi mineral, infrastruktur, transportasi, dan sektor energi terbarukan menjadi incaran investor.
Meski mencatat kenaikan, tantangan global seperti ketegangan geopolitik, fluktuasi nilai tukar, serta tren suku bunga dunia tetap menjadi faktor yang harus diwaspadai. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen memperkuat strategi hilirisasi dan meningkatkan nilai tambah dari investasi yang masuk, agar tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan transfer teknologi.
Dengan capaian dua kuartal pertama 2025 yang sudah menyentuh Rp 942,9 triliun atau sekitar 49,5% dari target tahunan, pemerintah optimistis target Rp 1.905,6 triliun bisa tercapai dengan konsistensi kebijakan dan dukungan dari pelaku usaha.(dhil)










