Selasa, 27 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Kesehatan

Riset Monash University Ungkap Pendekatan Baru untuk Memahami Tanda-Tanda Awal Demensia

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
14 November 2025
in Kesehatan, Pendidikan
A A
0
Monash University
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com, JAKARTA – Melalui penelitian lintas disiplin yang menggabungkan teknologi mutakhir dan pendekatan humanis, Monash University memperkuat komitmennya dalam mendukung deteksi dini, pencegahan, dan perawatan demensia secara global, termasuk di Indonesia. Temuan terbaru ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali tanda-tanda awal demensia dan mengambil langkah pencegahan yang optimal.

Demensia merupakan gangguan otak progresif yang secara bertahap menurunkan kemampuan kognitif, mulai dari daya ingat dan kemampuan berpikir hingga keterampilan berkomunikasi. Secara global, penyakit Alzheimer’s menjadi penyebab paling umum, mencakup sekitar 60–80 persen dari seluruh kasus demensia.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 50 juta orang di seluruh dunia saat ini hidup dengan demensia, dan jumlah tersebut diperkirakan melonjak menjadi 152 juta pada tahun 2050. Sementara itu, hampir 10 juta kasus baru demensia teridentifikasi setiap tahunnya, termasuk sekitar 6 juta kasus di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Di Indonesia, data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian dilakukan di Jawa dan Bali yang memiliki prevalensi tinggi melebihi 20 persen. Secara nasional, demensia akibat Alzheimer menyumbang sekitar 27,9 persen dari seluruh kasus, dengan lebih dari 4,2 juta orang Indonesia saat ini hidup dengan kondisi tersebut.

Selain berdampak pada individu dan masyarakat, demensia juga menimbulkan beban ekonomi yang sangat besar. Setiap tahun, biaya yang mencakup pengeluaran untuk perawatan langsung dan kerugian produktivitas diperkirakan mencapai lebih dari 1,3 triliun dolar AS.

Artikel Terkait

Waspadai Gejala Awal Kanker Payudara Tanpa Rasa Nyeri, Pakar Imbau Wanita Jangan Tunda Pemeriksaan

Perkuat Sistem Ketahanan Nasional, SIERA Anugerahkan Gelar Kehormatan FIHRA untuk 56 Tokoh dan Akademisi

Mitos atau Fakta: Benarkah Rutin Latihan Pilates Bisa Menambah Tinggi Badan?

Kehadiran keluarga berperan penting dalam merawat penyandang demensia, terlihat dari tingginya keterlibatan mereka dalam jaringan dukungan, yaitu kelompok atau komunitas yang memberikan bantuan, informasi, dan dukungan emosional bagi pendamping dan keluarga. Dalam sebuah focus discussion group (FGD) bersama Alzheimer Indonesia (ALZI), 54 persen peserta tercatat sebagai pendamping utama dari anggota keluarga yang hidup dengan demensia. Temuan ini menegaskan besarnya kontribusi keluarga sekaligus mengungkap tantangan yang dihadapi pendamping muda, yang harus membagi waktu antara merawat, bekerja, atau menempuh pendidikan.

Faktor risiko dan pencegahan demensia

Penelitian terbaru Monash University yang dipublikasikan di Monash Lens dengan judul “The Hunt for Dementia’s Hidden Clues” mengungkap pendekatan baru untuk memahami tanda-tanda awal demensia yang sering kali luput dari perhatian .

Meski banyak menyerang orang-orang berusia 60 tahun ke atas, demensia tidak selalu disebabkan oleh proses penuaan alami. Penelitian yang dipimpin oleh Professor Matthew Pase dari Ageing and Neurodegeneration Research Program, School of Psychological Sciences Monash University, menunjukkan bahwa hingga 50 persen kasus demensia dapat dicegah melalui pengelolaan faktor risiko utama sejak dini.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa kesehatan dan gaya hidup dapat memengaruhi kesehatan otak seseorang hingga usia 40 tahun ke atas. Karena belum ada obat untuk demensia, penelitian tentang faktor risiko dan pelindung menjadi sangat penting,” ujar Profesor Pase.

Berdasarkan laporan The Lancet Commission (2024) tentang Pencegahan, Intervensi, dan Perawatan Demensia, terdapat 14 faktor risiko demensia yang dapat dimodifikasi. Dari segi kondisi kesehatan, faktor risikonya mencakup kemungkinan cedera otak, gangguan pendengaran, hipertensi, diabetes, gangguan penglihatan yang tidak diobati, dan kadar kolesterol tinggi. Sedangkan dari sisi gaya hidup, faktor risiko demensia bisa berasal dari kualitas pendidikan yang rendah di masa kecil, isolasi sosial, polusi udara, kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebih, serta stres berlebih.

Untuk menjaga kesehatan otak sebagai upaya mencegah demensia, tidur yang berkualitas bisa menjadi salah satu solusi terbaik. Menurut hasil riset Professor Pase, penurunan fase tidur dalam (deep sleep) sebesar satu persen per tahun pada lansia, dapat meningkatkan risiko demensia hingga 27 persen. Fase tidur ini sangatlah penting karena membantu otak membersihkan limbah metabolik, termasuk membuang protein yang menumpuk pada penyakit Alzheimer.

Data dari riset penting ASPREE-XT yang dipimpin para peneliti di Monash School of Public Health and Preventive Medicine menunjukkan bahwa indikator fisik seperti kecepatan berjalan dan kekuatan genggaman tangan dapat menjadi tanda awal risiko demensia, bahkan sebelum gejala kognitif muncul. Salah satu pemimpin riset, Professor Joanne Ryan, Heads of Biological Neuropsychiatry and Dementia Research Unit, School of Public Health and Preventive Medicine (SPHPM) Monash University, menunjukkan bahwa aktivitas mental seperti menulis jurnal, mengikuti kelas pelatihan, dan mengerjakan teka-teki dapat menurunkan risiko demensia sekitar 9–11 persen, sementara aktivitas yang melibatkan kreativitas seperti merajut atau membuat kerajinan dapat menurunkan risiko hingga 7 persen.

Terobosan teknologi untuk pencegahan dini demensia

Untuk mengurangi dampak demensia secara global, Monash University berkomitmen mempercepat upaya pendeteksian dan pencegahan dengan menggabungkan pendekatan multidisipliner dan inovasi dalam riset mutakhir.

Dalam sebuah riset internasional yang dipimpin oleh Professor Adeel Razi, Head of Computational Neuroscience Laboratory, Monash University, teknologi functional MRI (fMRI) terbukti mampu memantau perubahan pada jaringan otak yang dikenal sebagai default mode network (DMN). Temuan ini memungkinkan prediksi risiko demensia hingga sembilan tahun sebelum diagnosis, dengan tingkat akurasi lebih dari 80 persen.

Sementara itu, Dr. Taya Collyer, biostatistician di National Centre for Healthy Ageing, Monash University, sedang mengembangkan metode kecerdasan buatan (AI) yang memanfaatkan pendekatan Natural Language Processing (NLP). Teknologi ini memungkinkan penghitungan jumlah kasus demensia secara lebih akurat untuk keperluan epidemiologi. Langkah ini sangat penting bagi otoritas kesehatan agar dapat memahami skala krisis secara tepat dan merencanakan layanan dukungan serta alokasi sumber daya di masa depan secara efektif.

Melalui penelitian lintas disiplin ini, Monash University bertujuan memperluas pemahaman global tentang demensia, mulai dari mengidentifikasi faktor risiko dan mengungkap mekanisme biologis hingga mengembangkan strategi intervensi yang efektif.

Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang komitmen Monash University dalam mengembangkan deteksi dini demensia dan berbagai inisiatif riset multidisiplin terkait lainnya. (rls/sh)

Topik: Monash University

TerkaitBerita

Waspadai Gejala Awal Kanker Payudara Tanpa Rasa Nyeri, Pakar Imbau Wanita Jangan Tunda Pemeriksaan
Kesehatan

Waspadai Gejala Awal Kanker Payudara Tanpa Rasa Nyeri, Pakar Imbau Wanita Jangan Tunda Pemeriksaan

oleh Editor : Affandy
26 Oktober 2026
Perkuat Sistem Ketahanan Nasional, SIERA Anugerahkan Gelar Kehormatan FIHRA untuk 56 Tokoh dan Akademisi
Kesehatan

Perkuat Sistem Ketahanan Nasional, SIERA Anugerahkan Gelar Kehormatan FIHRA untuk 56 Tokoh dan Akademisi

oleh Editor : Akula
25 Oktober 2026
Mitos atau Fakta: Benarkah Rutin Latihan Pilates Bisa Menambah Tinggi Badan?
Kesehatan

Mitos atau Fakta: Benarkah Rutin Latihan Pilates Bisa Menambah Tinggi Badan?

oleh Editor : Affandy
24 Oktober 2026
Uji Kompetensi Pustakawan Kembali Digelar Akhir 2026
Nasional

Uji Kompetensi Pustakawan Kembali Digelar Akhir 2026

oleh Editor : Akula
24 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

PERFORMA TURUN: Pelatih Manchester United Michael Carrick bertepuk tangan setelah timnya menang dalam pertandingan Liga Champions kontra Sabah FK pada Jumat (11/9/2026). (Foto: (c) AP Photo/Dave Thompson)

Harry Maguire: MU Merosot Bukan Salah Pelatih Michael Carrick

27 Oktober 2026
Kemendikdasmen Siapkan TKA Susulan Bagi Siswa di Daerah Terdampak Bencana, Utamakan Keselamatan Murid

Kemendikdasmen Siapkan TKA Susulan Bagi Siswa di Daerah Terdampak Bencana, Utamakan Keselamatan Murid

26 Oktober 2026
Menembus Gelap di Pelosok Negeri, Ketika Listrik Membuka Jalan Menuju Kesejahteraan

Menembus Gelap di Pelosok Negeri, Ketika Listrik Membuka Jalan Menuju Kesejahteraan

26 Oktober 2026
Semangat Maju, Karya Nowela dan Bennett A.K. untuk Kemenangan Indonesia

Semangat Maju, Karya Nowela dan Bennett A.K. untuk Kemenangan Indonesia

26 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5088 shares
    Share 2035 Tweet 1272
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1104 shares
    Share 442 Tweet 276
  • Singapura Ancam Tutup Bisnis Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • BEM UI dan Komite Sadar Serukan Aksi Nasional pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • MU Hanya Dua Kali Menang, Nasib Michael Carrick di Ujung Tanduk

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya