koranindopos.com – Jakarta. Dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten menggelar seminar bertajuk “Menakar Daya Ungkit KEK ETKI BSD sebagai Kutub Pertumbuhan Ekonomi Baru”. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk membahas arah dan peran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (ETKI) BSD dalam mendorong transformasi ekonomi daerah dan nasional.
Seminar tersebut diselenggarakan di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten, pada Sabtu (7/2/2026). Forum ini menghadirkan para ahli, akademisi, pelaku industri, serta pemangku kepentingan lainnya guna memberikan data, pandangan, dan masukan yang komprehensif terkait pengembangan KEK ETKI BSD sebagai pusat ekonomi berbasis pendidikan dan teknologi.
Gubernur Banten, Andra Soni, dalam sambutannya saat membuka seminar menyampaikan bahwa KEK ETKI BSD merupakan KEK terbaru di Provinsi Banten yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2024. Menurutnya, kawasan ini dirancang untuk mengintegrasikan sektor pendidikan, teknologi, dan kesehatan dalam satu ekosistem berbasis pengetahuan.
“KEK ETKI BSD mengintegrasikan sektor pendidikan, teknologi, dan kesehatan dalam satu ekosistem berbasis pengetahuan. Kawasan ini diproyeksikan sebagai pusat inovasi dan investasi yang mampu mendorong transformasi ekonomi Provinsi Banten,” ujar Andra Soni.
Artikel Terkait
Ia mengungkapkan bahwa hingga Januari 2026, realisasi investasi di KEK ETKI BSD telah mencapai sekitar Rp1,08 triliun, dengan target investasi jangka panjang sebesar Rp18,8 triliun. Dari sisi ketenagakerjaan, kawasan ini telah menyerap tenaga kerja awal sebanyak 432 orang.
Lebih lanjut, Andra Soni menjelaskan bahwa per Desember 2025, KEK ETKI BSD telah memiliki kawasan pabean yang berfungsi untuk mempermudah proses impor peralatan teknologi dan medis. Keberadaan fasilitas tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung percepatan pengembangan kawasan dan menarik minat investor.
“Kawasan ini menjadi tonggak transformasi ekonomi menuju ekosistem digital berbasis pengetahuan. KEK ETKI BSD diproyeksikan tidak hanya sebagai pusat inovasi, tetapi juga sebagai pengungkit utama multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi baru, baik di tingkat regional maupun nasional,” tambahnya.
Melalui seminar ini, diharapkan terbangun sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan media dalam mengawal pengembangan KEK ETKI BSD agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan daya saing ekonomi Banten sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam sektor pendidikan, teknologi, dan kesehatan di kancah internasional.(dhil)










