
JAKARTA, koranindopos.com–KASUS Covid-19 terus melonjak drastis. Bahkan, angka tambahan harian pada Jumat (14/1) mencapai 554 kasus. Dengan penambahan tersebut, jumlah kasus aktif di Jakarta saat ini sudah mencapai 3.325 kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Dwi Oktavia menuturkan, peningkatan kasus yang cukup signifikan tersebut itu banyak ditemukan dari pelaku perjalanan luar negeri. ”Dari 554 kasus, sebanyak 261 kasus itu merupakan pelaku perjalanan luar negeri,” terang Dwi. Sementara jika melihat angka kasus aktif, dari 3.325 kasus, ada sebanyak 2.264 kasus yang merupakan pelaku perjalanan luar negeri.
Dengan melihat lonjakan kasus itu, Dwi mengimbau kepada warga Jakarta untuk lebih disiplin lagi dalam menjalankan protokol kesehatan untuk menghindari penularan. Utamanya, penularan Omicron yang mulai meningkat saat ini. Berdasar data DKI, saat ini sudah ada 725 orang yang terinfeksi virus varian Omicron. ”Meskipun Dari 725 orang yang terinfeksi itu sebanyak 75 persennya atau 545 orang merupakan pelaku perjalanan luar negeri. Tapi, ada sebanyak 180 lainnya, yang merupakan transmisi lokal, itu harus diwaspadai,” katanya kepada awak media.
Lebih lanjut, dia juga menyebutkan, lonjakan kasus juga mempengaruhi persentase kasus positif atau positivity rate di Jakarta. Selama sepekan terakhir, persentase kasus positif di Jakarta saat ini mencapai 3,1 persen. ”Semua masyarakat harus terlibat untuk memutus mata rantai dengan disiplin protokol kesehatan. Kita semua pasti tidak ingin persentasenya terus meningkat,” tambahnya.
Sebagai antisipasi lonjakan, dia menyebutkan DKI masih terus melakukan testing, tracing, dan treatment. Untuk testing, DKI masih terus melampaui target minimal WHO. Yakni, per sejuta penduduk, ada sebanyak 1.000 orang dites. Artinya, sebanyak 10.645 orang yang harus ditest PCCR setiap pekannya. ”Jakarta telah melampaui target minimual WHO tersebut selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir, ada 97.895 orang dites PCR,” katanya.
Selain itu, untuk mencegah lonjakan kasus, DKI juga masih terus melakukan program vaksinasi. Saat ini, sudah ada sebanyak 12,041 juta orang yang sudah disuntik vaksin dosis pertama dan 9,3 juta orang untuk dosis kedua. Dari jumlah itu, sekitar 70 persen merupakan warga ber-KTP DKI dan 30 persen warga KTP Non DKI. ” DKI melalui Satpol PP DKI juga masih terus melakukan pengawasan dan penindakan atas pelanggaran pengunaan masker dan pelanggaran aturan PPKM lainnya untuk mencegah lonjakan kasus,” imbuhnya. (fri/brg)










