koranindopos.com – Bekasi, Tim kedokteran forensik Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, telah mengidentifikasi seluruh jenazah korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Alternatif Cibubur, Bekasi, Jawa Barat. Di antara sembilan jenazah yang dibawa ke RS Polri, tujuh jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga. Salah satunya, anggota TNI- AL.
Kepala Subdirektorat Pelayanan Disaster Victim Identification (DVI) RS Polri AKBP Nugroho Lelono mengatakan, tujuh korban kecelakaan di Jalan Alternatif Cibubur telah diidentifikasi. Tujuh korban tersebut terdiri atas 4 perempuan dan 3 laki-laki. Sisanya belum diketahui. ”Jadi, yang teridentifikasi hari ini (kemarin) empat orang. Semalam tiga orang. Total tujuh orang dan dua belum teridentifikasi,’’ katanya kepada awak media pada Senin (19/7).
Nugroho menerangkan, dua jenazah belum teridentifikasi lantaran pihak keluarga belum melapor ke pos antemortem RS Polri. Kendati demikian, pihaknya masih menunggu keluarga kedua korban untuk melapor.
Ketujuh korban yang sudah teridentifikasi adalah Priyastini (PNS TNI-AL), 50; Peltu Suparno (TNI-AL), 51; dan Abdi Nurcahyanto (sopir ojol), 22. Lalu, Yusuf Priyatna (wiraswasta), 50; Warni, 42; Sudiyatmi, 38; dan Mohammad Sirat, 41.
Nugroho pun meminta masyarakat yang kehilangan anggota keluarga segera mendatangi RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Meski begitu, dia enggan menginformasikan jenis kelamin dua jenazah yang belum teridentifikasi itu karena bukan untuk konsumsi publik jika belum dijemput keluarga. ”Kalau metode kami, ciri khusus itu tidak disampaikan kepada umum. Biarkan mereka yang menyampaikan dulu, nanti kami cocokkan. Tapi, kalau di akhir nanti, kami lihat situasi,’’ ujarnya.
Dia mengatakan, tujuh jenazah sudah dijemput keluarga untuk segera dimakamkan di taman pemakaman umum (TPU) dekat rumah mereka. ’’Ada yang bisa teridentifikasi malam tadi (kemarin) dan prosesnya insya Allah dilaksanakan secara ilmiah melalui pencocokan data antemortem dan postmortem,’’ terangnya.
Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution beserta jajaran manajemen mengunjungi rumah keluarga korban kecelakaan lalu lintas kemarin (19/7). Dalam pertemuan itu, Alfian secara langsung menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan yang mendalam kepada keluarga korban.
”Dengan kerendahan hati, kami menyampaikan permohonan maaf dan dukacita yang mendalam atas kejadian ini. Pertamina Patra Niaga akan bertanggung jawab penuh dan terus berupaya memberikan penanganan secara maksimal bagi korban dan keluarga korban,’’ ungkapnya saat mengunjungi rumah keluarga korban yang berlokasi di Perumahan TNI-AL Sukamanah, Jonggol, Kabupaten Bogor.
Alfian mengatakan, Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk bertanggung jawab terhadap seluruh biaya perawatan bagi korban luka maupun santunan bagi korban jiwa dalam kecelakaan mobil tangki. ’’Untuk hari ini (kemarin), kami masih fokus pada penanganan korban. Jajaran tim manajemen Pertamina juga mengunjungi langsung rumah duka dan terus berkoordinasi secara intensif dengan keluarga korban,’’ tambahnya.
Adapun mengenai penyebab kecelakaan laka lantas yang terjadi pada Senin (18/7) sore itu, pihaknya masih menunggu hasil investigasi. Bekerja sama dengan aparat kepolisian, pada Senin (18/7) pukul 23.30, Pertamina Patra Niaga telah memindahkan mobil tangki dari lokasi kejadian dengan aman. (wyu/mmr)










