Koranindopos.com – Makkah. Anggota Timwas Haji DPR Syarief Abdullah menerima foto dan video dari jemaah-jemaah Indonesia yang telantar di Muzdalifah. Dia mendesak panitia penyelenggara haji mengupayakan tersedianya makanan dan minuman jika memang proses evakuasi akan berjalan lama.
”Informasi yang masuk ke saya banyak yang pingsan. Ini berita dukacita dari Indonesia. Saya berharap betul ini ditangani,” ujar Syarief di Arab Saudi seperti dikutip dari laman resmi DPR RI, Rabu (28/6).
Syarief mendapat informasi jemaah kloter 25 asal Kalimantan Barat masih telantar hingga pukul 12.20 waktu setempat. ”Kabar barusan belum tertangani ya. Bahkan kata mereka masih banyak juga kloter-kloter yang lain. Ini berita dukacita dari Indonesia, karena kata mereka yang mengalami itu hanya jemaah Indonesia,” ujar Syarief.
Anggota Timwas Haji DPR lainnya, John Kenedy Azis sudah menelepon Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latief. Menurutnya, Hilman mengakui situasi di Muzdalifah agak berat.
”Saat ini mereka sedang mengupayakan evakuasi, namun memang katanya antrean busnya masih panjang. Mereka juga menyuplai air dan buah-buahan untuk jemaah sembari evakuasi,” ujar John menyampaikan keterangan Dirjen PHU Hilman Latief lewat sambungan telepon.
Timwas Haji DPR sebelumnya menerima laporan berupa informasi, foto, dan video jemaah-jemaah haji Indonesia yang telantar di Muzdalifah. Anggota Timwas Haji Abdul Wachid pun meminta pemerintah selaku penyelenggara haji segera mengevakuasi para jemaah.
”Itu ngeri kondisinya, mereka butuh air dan makanan. Itu bahkan saya terima info mereka minum dari sisa botol orang lain,” kata anggota Timwas Haji DPR Abdul Wachid kepada wartawan di Makkah, Rabu siang waktu Arab Saudi (28/6).
Menurutnya, jemaah seharusnya mulai dipindahkan dari Muzdalifah ke Mina sejak dini hari tadi. Namun, hingga siang tadi ada masalah dalam penjemputan jemaah dari Indonesia dikarenakan bus yang seharusnya menjemput jemaah mengalami kemacetan yang luar biasa.









