Koranindopos.com – JAKARTA — TNI Angkatan Darat (AD) akan mengerahkan helikopter baru untuk mendukung distribusi logistik dan bantuan kepada masyarakat di wilayah Papua.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan, terdapat helikopter baru yang disiapkan untuk mendukung operasional tersebut. Salah satunya merupakan helikopter jenis Kamov yang memiliki kemampuan angkut dalam jumlah besar.
“Mungkin operasional bulan 10 ada dua jenis yang bisa, jenis Kamov (angkut) yang bisa untuk membantu masyarakat,” kata Maruli saat ditemui dalam acara TNI AD Fair 2026 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Sabtu (19/9/2026).
Maruli menjelaskan, helikopter jenis Kamov tersebut memiliki kapasitas angkut sekitar 3-5 ton.
Kemampuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengirimkan berbagai kebutuhan masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Selama ini, TNI AD telah rutin menggunakan helikopter untuk mendistribusikan kebutuhan masyarakat di Papua, mulai dari kebutuhan sandang, pangan, hingga papan.
Dengan kapasitas angkut yang lebih besar, helikopter baru tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan distribusi logistik sekaligus mendukung mobilitas personel TNI AD dalam menjalankan tugas di lapangan.
“Sehingga ini juga bisa sekalian dipakai untuk mendukung personel kita dalam membantu masyarakat,” ujar Maruli.
Penggunaan helikopter menjadi penting karena kondisi geografis Papua memiliki banyak wilayah perbukitan dan pegunungan.
Karakter geografis tersebut membuat sejumlah daerah sulit dijangkau menggunakan kendaraan darat. Kondisi medan juga menjadi tantangan tersendiri dalam mengirimkan bantuan maupun kebutuhan dasar masyarakat.
“Kan ketinggian-ketinggian (dataran tinggi) itu sampai 2.000 kaki lebih di Papua itu,” kata Maruli.
Karena itu, dukungan transportasi udara selama ini menjadi salah satu cara TNI AD menjangkau masyarakat yang berada di wilayah terpencil.
Maruli mengungkapkan, kebutuhan terhadap helikopter untuk mendukung distribusi logistik di Papua sebenarnya telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Namun, selama ini TNI AD masih harus menyewa helikopter milik pihak asing untuk menjalankan sejumlah misi tersebut.
“Jadi selama ini kita ini hanya bisa menyewa heli yang orang luar negeri punya. Sudah berpuluh tahun, ya,” ujar Maruli.
Kehadiran helikopter baru diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap penyewaan helikopter sekaligus memperkuat kemampuan operasional TNI AD dalam menjalankan misi di wilayah sulit dijangkau.
Selain membawa kebutuhan logistik masyarakat, helikopter tersebut juga dapat digunakan untuk mendukung mobilitas personel TNI AD dalam menjalankan berbagai tugas.
Kapasitas angkut hingga 3-5 ton memungkinkan helikopter digunakan untuk membawa peralatan maupun kebutuhan dalam jumlah besar ke lokasi yang sulit diakses melalui jalur darat.
Maruli berharap penggunaan helikopter baru tersebut dapat membuat pelaksanaan operasi kemanusiaan TNI AD di Papua berjalan lebih maksimal.
Dengan dukungan transportasi udara yang memiliki kapasitas angkut besar, distribusi bantuan kepada masyarakat di wilayah terpencil diharapkan dapat dilakukan secara lebih efektif, terutama di daerah yang menghadapi keterbatasan akses transportasi darat.(dhil/kmps)










