koranindopos.com – Jakarta. Sebuah tragedi memilukan terjadi di sebuah kamar kos di Desa Kepuhkembeng, Peterongan, Jombang, yang menggemparkan warga setempat. Seorang bayi perempuan ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, sementara sang ibu, MA (19), dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan lemah dan terluka. Kejadian ini menjadi perhatian luas, menyisakan pertanyaan tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik tragedi ini.
Kapolsek Peterongan, Iptu Sholikin Budi Santoso, mengungkapkan bahwa kamar kos tersebut baru dihuni oleh MA, seorang wanita muda asal Desa Randegansari, Driyorejo, Gresik, selama kurang dari sebulan. MA yang merantau ke Jombang dengan harapan membangun masa depan yang lebih baik, mengalami nasib tragis yang belum sepenuhnya terungkap.
Kejadian ini bermula beberapa hari terakhir, ketika MA tidak terlihat keluar dari kamarnya. Salah seorang temannya, yang khawatir, memutuskan untuk mengunjungi MA pada Rabu (11/12). Setibanya di kamar kos, teman tersebut menemukan bercak darah di lantai dan langsung menanyakan kepada MA. Namun, MA berdalih bahwa bercak darah tersebut adalah darah menstruasi. Merasa ada yang tidak beres, teman tersebut memaksa masuk ke kamar dan menemukan jasad bayi yang telah meninggal dunia.
Pihak kepolisian yang menerima laporan segera datang ke lokasi dan melakukan penyelidikan lebih lanjut. MA yang dalam kondisi sangat lemah, segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Menurut keterangan polisi, kondisi MA sangat memprihatinkan, dan saat ini dia tengah menjalani perawatan intensif.
Kasus ini masih dalam penyelidikan, dan polisi berusaha mengungkap penyebab pasti kematian bayi tersebut serta kondisi fisik dan psikologis MA. Warga setempat merasa terkejut dan berduka atas kejadian tersebut, yang menyisakan pertanyaan mendalam mengenai latar belakang tragedi ini. Polisi berharap dapat segera memberikan penjelasan yang lebih jelas terkait peristiwa memilukan ini.(dhil)










