Rabu, 30 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Kesehatan

Tragedi Miras Oplosan di Bogor dan Cianjur: 13 Orang Tewas, Satu Kritis

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
13 Februari 2025
in Kesehatan
A A
0
miras
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Kasus minuman keras (miras) oplosan kembali menelan korban jiwa. Kali ini, peristiwa tragis terjadi di wilayah Bogor Tengah, Kota Bogor, serta Desa Kademangan, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur. Akibat konsumsi miras oplosan, total 13 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara satu korban lainnya dalam kondisi kritis dan masih dirawat di rumah sakit.

Di Bogor Tengah, empat orang tewas setelah menenggak miras oplosan di sebuah tempat pencucian motor. Selain korban meninggal, satu orang lainnya masih dalam kondisi kritis dan tengah menjalani perawatan intensif.

Petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait asal-usul miras oplosan yang dikonsumsi oleh para korban. Dugaan sementara, miras tersebut mengandung zat berbahaya yang dapat merusak organ tubuh dalam waktu singkat.

Kasus serupa terjadi di Cianjur dengan jumlah korban lebih banyak. Sebanyak sembilan orang meninggal dunia setelah mengonsumsi minuman oplosan yang diketahui mengandung alkohol 96 persen yang dicampur dengan minuman perasa.

Artikel Terkait

LVAD Buka Pilihan Terapi Baru bagi Pasien Gagal Jantung Stadium Lanjut

172 Peserta PPDS FK Unair Mengalami Gangguan Kesehatan Usai Konsumsi Makanan di RSUD Dr Soetomo

52 Juta Peserta Non Aktif, BPJS Kehilangan Rp 24 T Setahun

“Dari yang semula delapan, korban tewas akibat alkohol 96 persen yang dicampur minuman perasa tersebut bertambah menjadi sembilan orang,” ujar Kasatnarkoba Polres Cianjur, AKP Septian Pratama, Senin (10/2/2025).

Para korban diduga tidak menyadari bahaya mengonsumsi alkohol berkadar tinggi, yang bisa menyebabkan keracunan fatal dalam waktu singkat.

Alkohol dengan kadar 96 persen sebenarnya tidak diperuntukkan untuk konsumsi manusia. Jenis alkohol ini biasanya digunakan untuk keperluan medis atau industri, bukan sebagai bahan konsumsi. Mengonsumsi alkohol dengan kadar setinggi ini dapat menyebabkan:

  • Kerusakan organ dalam secara cepat, terutama pada hati dan ginjal
  • Gangguan pernapasan yang bisa berujung pada kematian
  • Penurunan kesadaran hingga koma
  • Gangguan jantung dan tekanan darah

Dokter dan pakar kesehatan telah berulang kali mengingatkan bahaya miras oplosan, terutama yang mengandung metanol atau alkohol berkadar tinggi. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang tidak menyadari risiko tersebut.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini, termasuk mencari tahu siapa yang bertanggung jawab atas peredaran miras oplosan di kedua wilayah tersebut. Penelusuran dilakukan untuk menemukan sumber miras berbahaya ini guna mencegah lebih banyak korban berjatuhan.

Kasus miras oplosan bukan kali pertama terjadi di Indonesia. Kejadian serupa telah beberapa kali memakan korban jiwa, terutama di kalangan masyarakat yang mengonsumsi minuman tersebut tanpa mengetahui kandungan berbahayanya.

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mengonsumsi minuman beralkohol. Menghindari miras oplosan adalah langkah terbaik untuk mencegah tragedi serupa terulang kembali.

Pemerintah dan pihak berwenang diharapkan dapat memperketat pengawasan terhadap peredaran miras ilegal, sementara masyarakat diminta lebih waspada terhadap risiko yang mengancam nyawa akibat konsumsi miras oplosan.(dhil)

Topik: BogorKabupaten Bogormiras oplosan

TerkaitBerita

LVAD Buka Pilihan Terapi Baru bagi Pasien Gagal Jantung Stadium Lanjut
Kesehatan

LVAD Buka Pilihan Terapi Baru bagi Pasien Gagal Jantung Stadium Lanjut

oleh Editor : Akula
29 September 2026
172 Peserta PPDS FK Unair Mengalami Gangguan Kesehatan Usai Konsumsi Makanan di RSUD Dr Soetomo
Kesehatan

172 Peserta PPDS FK Unair Mengalami Gangguan Kesehatan Usai Konsumsi Makanan di RSUD Dr Soetomo

oleh Editor : Affandy
29 September 2026
JAMINAN KESEHATAN: Pelayanan kepada masyarakat di Kantor BPJS Kesehatan Jambi pada Senin (20/1/2025). (Foto Ilustrasi: ANTARA/Tuyani)
Kesehatan

52 Juta Peserta Non Aktif, BPJS Kehilangan Rp 24 T Setahun

oleh Editor : Memoarto
29 September 2026
Kemenkes Uji Coba Sistem Rujukan Baru BPJS di Bandung, Tak Lagi Berjenjang
Kesehatan

Kemenkes Uji Coba Sistem Rujukan Baru BPJS di Bandung, Tak Lagi Berjenjang

oleh Editor : Affandy
28 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Harga Minyak Dunia Naik, Brent Tembus US$103 per Barel Usai Trump Bantah Longgarkan Sanksi Iran

Harga Minyak Dunia Naik, Brent Tembus US$103 per Barel Usai Trump Bantah Longgarkan Sanksi Iran

30 September 2026
Hino Perkuat Hubungan dengan Pengusaha Bus di Sulawesi Tengah Lewat Mini Gathering

Hino Perkuat Hubungan dengan Pengusaha Bus di Sulawesi Tengah Lewat Mini Gathering

30 September 2026
KAI Dampingi Masinis KA Argo Bromo Anggrek yang Jadi Tersangka Kecelakaan di Bekasi

KAI Dampingi Masinis KA Argo Bromo Anggrek yang Jadi Tersangka Kecelakaan di Bekasi

30 September 2026
Kecamatan Periuk Tangerang Jadi Salah Satu Wilayah dengan Kebakaran Terbanyak

Kecamatan Periuk Tangerang Jadi Salah Satu Wilayah dengan Kebakaran Terbanyak

30 September 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4801 shares
    Share 1920 Tweet 1200
  • Raffi Ahmad Rela Gelontorkan Biaya Fantastis Puluhan Miliar Demi Hak Siar Persib dan Borneo FC di ASEAN Club Championship

    369 shares
    Share 148 Tweet 92
  • Membawa Pulang Standar Dunia ke Sekolah Menengah Kejuruan

    365 shares
    Share 146 Tweet 91
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    969 shares
    Share 388 Tweet 242
  • Timnas Garuda Libas Singapura 2-0 Tapi Belum Puncaki Klasemen

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya