Koranindopos.com, JAKARTA-Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui unggahan media sosialnya, Truth Social, pada Selasa (14/4/2026) mengecam media AS New York Times (NYT). Dia geram terhadap konten yang dirilis media tersebut bahwa Iran menang dalam peperangan. Trump menyebut pemberitaan NYT palsu.
”Bagi mereka yang masih membaca The Failing New York Times dan, meskipun Iran sudah benar-benar dihancurkan, secara militer maupun yang lain, Anda akan mengira Iran sebenarnya menang atau, setidaknya, bekerja cukup baik. Tetapi itu tidak benar, dan The New York Times tahu bahwa itu berita palsu!” tulis Trump.
Selama ini Trump memang kerap memaki-maki media yang mengkritik tindakan atau kebijakannya. Dia bahkan tak segan menggugat media tersebut. Di unggahan itu, Trump menuntut NYT meminta maaf atas tindakan mereka. ”Kapan media korup ini meminta maaf atas kebohongan dan tindakan mengerikan mereka terhadap saya, para pendukung saya, dan Negara kita sendiri! Apakah mereka tidak punya rasa malu?” ujar dia.
Media yang berbasis di Amerika Serikat itu sebelumnya merilis laporan dan konten yang menyebut Iran menang dalam perang melawan Negeri Paman Sam dan sekutunya Israel. NYT merilis artikel berjudul Meski Babak Belur, Pemimpin Iran Percaya Diri dalam Perang-Punya Kartu Baru (Iran’s Battered Leaders Emerge From War Confident – and With New Cards) pada 9 April 2026.
Di ringkasan berita, mereka menulis bagi pemerintahan seperti Iran mampu bertahan dari operasi AS dan Israel adalah kemenangan. ”Sekadar selamat dari serangan AS-Israel sudah berarti kemenangan. Namun, benih krisis mereka berikutnya mungkin sudah ditanam,” tulis New York Times.
NYT juga merilis video pada 3 April dengan judul What If Iran Wins This War. Mereka membahas kemungkinan AS kalah dalam perang yang mereka mulai. Video tersebut bagian dari program The Ezra Klein Show yang menghadirkan host Ezra Klein dan Direktur Kebijakan Luar Negeri Brooking Institution Suzanne Maloney. (cnn/mmr)










