koranindopos.com – Jakarta. Warga asing yang tinggal di PARQ Ubud, atau yang lebih dikenal sebagai Kampung Bule di Jalan Sriwedari, Tegallalang, Ubud, Gianyar, Bali, merasa panik setelah kawasan tersebut secara mendadak ditutup oleh pemerintah kabupaten. Penutupan yang dilakukan oleh petugas Satpol PP ini membuat para penghuni, terutama para bule, terkejut karena mereka tidak mendapatkan informasi sebelumnya mengenai hal tersebut.
Salah satu penghuni yang juga merasakan ketakutan adalah Nathalie, seorang perempuan asal Rusia yang sudah tinggal di PARQ selama empat bulan. Nathalie mengungkapkan bahwa dia sangat terkejut dan ketakutan saat mengetahui bahwa tempat tinggalnya ditutup. “Kami tidak diberi informasi apapun sebelumnya. Tiba-tiba saja, tempat ini ditutup oleh petugas Satpol PP,” ujar Nathalie.
Penutupan ini tentunya menimbulkan ketidakpastian bagi warga asing yang tinggal di kawasan tersebut. Banyak dari mereka yang khawatir akan nasib mereka, apakah bisa kembali ke tempat tersebut atau harus mencari tempat tinggal baru dengan segera. Sementara itu, pemerintah kabupaten setempat belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai alasan di balik penutupan tersebut.
Kampung Bule di Ubud sendiri sudah lama menjadi tempat tinggal bagi banyak warga asing, terutama mereka yang berasal dari Rusia dan negara-negara Eropa lainnya. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu lokasi dengan jumlah penghuni asing yang cukup banyak, yang mencari ketenangan serta suasana yang lebih santai di Bali.
Meskipun begitu, penutupan yang terjadi memberikan gambaran bahwa ada peraturan baru yang harus dipatuhi oleh para penghuni asing di Bali, terutama yang berkaitan dengan izin tinggal dan regulasi hunian. Pihak berwenang di Bali kemungkinan besar akan memberikan penjelasan lebih lanjut dalam waktu dekat mengenai langkah-langkah selanjutnya.(dhil)
















