Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi

Sinergi PNM dan KPPPA: Mengubah Pala Ngada Menjadi Motor Ekonomi Perempuan NTT

Editor : Akula oleh Editor : Akula
13 Mei 2026
in Ekonomi, Bisnis
A A
0
Sinergi PNM dan KPPPA: Mengubah Pala Ngada Menjadi Motor Ekonomi Perempuan NTT

Upaya PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan KPPPA dalam memberdayaan perempuan prasejahtera di Kabupaten Ngada melalui klasterisasi komoditas pala untuk meningkatkan nilai ekonomi lokal dan kesejahteraan keluarga. (Foto. HENDRA / KORANINDOPOS.COM)

Share on FacebookShare on Twitter

​Koranindopos.com, Jakarta – Kabupaten Ngada di Nusa Tenggara Timur kini tengah bersiap memperkuat posisi ekonominya melalui optimalisasi harta karun hijau mereka, yakni komoditas pala. Menyadari potensi besar yang selama ini belum tergarap maksimal, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mengambil langkah strategis dengan mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan prasejahtera melalui program klasterisasi usaha berbasis potensi lokal di wilayah tersebut.

​Program ini merupakan buah sinergi antara PNM dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) untuk membantu perempuan desa meningkatkan nilai ekonomi dari sumber daya alam di daerahnya. Pendekatan klasterisasi yang diusung tidak hanya sekadar mendorong masyarakat untuk menghasilkan produk, tetapi juga membangun ekosistem usaha yang menyeluruh dan berkelanjutan, mulai dari tahap budidaya, pengolahan, hingga strategi pemasaran yang lebih luas.

​Kondisi di lapangan selama ini menunjukkan bahwa komoditas pala di Ngada memiliki peluang pasar yang sangat besar namun belum dikelola secara optimal. Sebagian besar hasil panen masyarakat masih sering dijual dalam bentuk mentah dengan harga yang relatif terbatas, padahal pala memiliki potensi nilai tambah yang tinggi apabila melalui proses pengolahan dan peningkatan kualitas produk yang mumpuni.

​Direktur Utama PNM, Kindaris, menekankan bahwa fokus utama perusahaan dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan di wilayah pedesaan adalah melalui pemberdayaan kaum perempuan. Semangat ini sejalan dengan kampanye #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM yang terus digalakkan oleh institusi tersebut di berbagai penjuru tanah air.

Artikel Terkait

FinFest 2026 Catat 7.500 Pengunjung, Bank Jakarta Raih Dua Penghargaan

Kawal Hak Cipta Hingga Modal Digital, Ini Poin Penting Konsensus Jakarta Vision

Dukung Bahlil dan Arahan Prabowo, Menperin Minta Tambahan Pasokan Gas Domestik untuk Industri di Jabar dan Lampung

​“Perempuan memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi keluarga dan komunitas. Kami ingin mendorong perempuan di daerah memiliki kesempatan lebih luas untuk berkembang dengan memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki, termasuk komoditas pala di Ngada,” ujarnya melalui siaran persnya.

​Melalui inisiatif ini, para perempuan pengusaha ultra mikro, terutama yang merupakan nasabah PNM Mekaar, diberikan pendampingan yang komprehensif. Pelatihan yang diberikan mencakup penguatan kapasitas usaha, teknik pengolahan hasil pala yang modern, standarisasi pengemasan produk, hingga pembukaan akses pasar yang lebih kompetitif guna memastikan keberlanjutan usaha mereka.

​Pengembangan klasterisasi pala ini juga menjadi sarana pemberdayaan sosial bagi perempuan desa sekaligus mendukung program pemerintah melalui konsep One Village One Product (OVOP). Konsep ini menitikberatkan pada pengembangan ekonomi desa yang berbasis pada potensi unggulan lokal yang memiliki nilai tambah serta daya saing kuat di pasar nasional maupun internasional.

​Harapan besar digantungkan pada pengembangan klaster usaha seperti pala di Ngada ini, di mana setiap daerah diharapkan mampu mengoptimalkan kekayaan alamnya menjadi produk unggulan. Langkah ini dipandang sebagai solusi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata dan berkelanjutan di wilayah-wilayah yang memiliki potensi alam melimpah.

​Kolaborasi yang apik antara PNM dan KPPPA ini sekaligus menjadi bukti nyata upaya negara dalam mendorong kemandirian ekonomi perempuan Indonesia. Dengan tetap memanfaatkan kekayaan alam dan kearifan lokal, para perempuan di daerah diharapkan tidak lagi hanya menjadi penonton, melainkan pemain utama dalam roda ekonomi daerah masing-masing.

​Kindaris kembali menegaskan optimisme perusahaan terhadap keberhasilan program ini dalam jangka panjang bagi masyarakat NTT. Ia percaya bahwa pendampingan yang konsisten akan melahirkan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di tingkat tapak.

​“Melalui berbagai program pendampingan dan pengembangan klaster usaha, kami berharap potensi lokal di berbagai daerah dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” tandas Kindaris. (RIS /Hend)

:

Topik: KpppaPNM

TerkaitBerita

FinFest 2026 Catat 7.500 Pengunjung, Bank Jakarta Raih Dua Penghargaan
Ekonomi

FinFest 2026 Catat 7.500 Pengunjung, Bank Jakarta Raih Dua Penghargaan

oleh Editor : Akula
24 Oktober 2026
Kawal Hak Cipta Hingga Modal Digital, Ini Poin Penting Konsensus Jakarta Vision
Ekonomi

Kawal Hak Cipta Hingga Modal Digital, Ini Poin Penting Konsensus Jakarta Vision

oleh Editor : Akula
24 Oktober 2026
Dukung Bahlil dan Arahan Prabowo, Menperin Minta Tambahan Pasokan Gas Domestik untuk Industri di Jabar dan Lampung
Bisnis

Dukung Bahlil dan Arahan Prabowo, Menperin Minta Tambahan Pasokan Gas Domestik untuk Industri di Jabar dan Lampung

oleh Editor : Affandy
24 Oktober 2026
RI Pangkas Pasokan Ekspor Gas ke Singapura Mulai Hari Ini, Selaras dengan ‘Survival Mode’ Prabowo
Ekonomi

RI Pangkas Pasokan Ekspor Gas ke Singapura Mulai Hari Ini, Selaras dengan ‘Survival Mode’ Prabowo

oleh Editor : Affandy
24 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Pakar Hukum Kemenkes Tegaskan Kasus Label Produk dr. Richard Lee Tak Tepat Dibawa ke Ranah Pidana

Pakar Hukum Kemenkes Tegaskan Kasus Label Produk dr. Richard Lee Tak Tepat Dibawa ke Ranah Pidana

24 Oktober 2026
FinFest 2026 Catat 7.500 Pengunjung, Bank Jakarta Raih Dua Penghargaan

FinFest 2026 Catat 7.500 Pengunjung, Bank Jakarta Raih Dua Penghargaan

24 Oktober 2026
Sehat Finansial Dimulai dari Mengatur Prioritas Kebutuhan

Sehat Finansial Dimulai dari Mengatur Prioritas Kebutuhan

24 Oktober 2026
Kawal Hak Cipta Hingga Modal Digital, Ini Poin Penting Konsensus Jakarta Vision

Kawal Hak Cipta Hingga Modal Digital, Ini Poin Penting Konsensus Jakarta Vision

24 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5055 shares
    Share 2022 Tweet 1264
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1093 shares
    Share 437 Tweet 273
  • Singapura Ancam Tutup Bisnis Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • MU Hanya Dua Kali Menang, Nasib Michael Carrick di Ujung Tanduk

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • The Pizza Company Buka Gerai Pertama di Jakarta Utara, Bidik Pasar Kelapa Gading

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya