Koranindopos.com, Jakarta – Aktris senior Ayu Azhari ikut terlibat dalam film Suamiku Lukaku yang mengambil lokasi syuting di sejumlah wilayah di Bangka Belitung. Dalam film tersebut, Ayu tak hanya berperan sebagai pemain, tetapi juga ikut membantu proses koordinasi di lapangan.
Saat menghadiri acara promosi film, Ayu datang bersama putranya, Lennon yang mengenakan kopiah khas Bangka yang disebut sebagai simbol perjuangan.
“Hari ini Lennon ujian, dari sekolah langsung ke sini. Tadi tes apa?” kata Ayu kepada putranya.
“Bisnis,” jawab Lennon singkat.
Ayu kemudian menjelaskan alasan sang putra mengenakan kopiah tersebut.
“Tapi aku minta dia dampingin aku dan pakai ikon Bangka, kopiahnya Depati Amir, lambang perjuangan, simbol perjuangan ya. Tahu kan perjuangan? Harus survive, harus fight,” ujar Ayu.
Dalam kesempatan itu, Ayu mengungkapkan keterlibatannya dalam menentukan lokasi syuting film. Ia mengatakan proses pencarian lokasi sempat dilakukan di beberapa daerah sebelum akhirnya memilih Bangka.
“Film ini skenarionya itu dari Pasha dan tim, lokasinya dipilih di tempat lain. Nah saya coba membantu mengkoordinasikan. Jadi Ayu Azhari ini bukan cuma main aja tapi orang lapangan,” katanya.
Menurut Ayu, respons cepat dari pemerintah daerah Bangka menjadi salah satu alasan utama lokasi tersebut dipilih. Ia juga menyebut punya hubungan keluarga dengan Bangka.
“Akhirnya saya coba ke beberapa tempat, ada di Palembang mungkin, ke tempat lain, sama Bangka gitu. Nah ternyata dijawab dari Bangka gercep banget, karena kebetulan saya orang Bangka,” ucapnya.
Syuting film Suamiku Lukaku dilakukan di beberapa daerah seperti Pangkal Pinang, Bangka Tengah, Bangka Barat, Sungailiat, Parai, hingga Kurau. Ayu menilai Bangka memiliki banyak potensi yang layak diperkenalkan lewat film.
“Selain landmark-nya, lokasinya yang bagus, pantainya yang indah, budayanya yang cukup membaur, dan makanannya yang enak,” katanya.
Ayu juga berharap masyarakat Bangka dapat merasa bangga karena daerahnya menjadi latar dalam film tersebut. Ia bahkan berharap film ini mendapat sambutan hangat saat tayang di bioskop.
“Mudah-mudahan masyarakat Bangka punya kebanggaan sendiri dengan ditayangkannya film ini,” ujar Ayu.
Ketertarikan Ayu untuk bermain dalam film ini juga dipengaruhi oleh cerita yang dianggap menarik dan kesempatan memperkenalkan Bangka lebih luas kepada publik.
“Bangka bisa ada di lokasinya, ada di film Indonesia biar Bangka sudah dikenal dan mudah-mudahan lebih dikenal lagi dari sektor lain di luar pertambangan,” tutur Ayu.(BRG/Kul)










