Koranindopos.com – JAKARTA – Peluncuran Ferrari Luce, mobil listrik pertama dari pabrikan asal Maranello, Italia, menjadi salah satu peristiwa paling kontroversial di industri otomotif tahun 2026. Alih-alih menuai pujian, desain mobil listrik seharga sekitar 640.000 dolar AS tersebut justru mendapat kritik tajam dari para penggemar Ferrari dan pecinta otomotif di seluruh dunia.
Banyak pihak menilai desain Ferrari Luce terlalu jauh meninggalkan karakter khas Ferrari yang selama ini identik dengan siluet agresif dan garis-garis tajam. Sebagian bahkan membandingkan tampilannya dengan mobil listrik massal dan menyebutnya kurang mencerminkan identitas mobil sport asal Italia tersebut.
Di tengah kontroversi tersebut, rumah modifikasi Venuum yang berbasis di Dubai menghadirkan interpretasi baru yang membuat Ferrari Luce tampil lebih agresif dan sporty. Meski masih berupa render digital, rancangan tersebut langsung menarik perhatian para penggemar otomotif.
Venuum melakukan sejumlah perubahan pada bagian eksterior. Di bagian depan, mobil dibekali splitter besar berbahan serat karbon, fender yang dibuat lebih lebar, serta side skirt yang semakin mempertegas kesan performa tinggi. Sentuhan karbon juga hadir pada bagian saluran udara samping yang menambah aura sporty khas mobil balap.
Artikel Terkait
Perubahan paling mencolok terlihat pada bagian belakang. Venuum memasang spoiler berukuran besar dan diffuser agresif yang membuat proporsi Ferrari Luce terlihat lebih rendah dan lebih dinamis. Keseluruhan paket tersebut dirancang untuk memberikan identitas yang lebih dekat dengan karakter Ferrari yang selama ini dikenal oleh para penggemarnya.
Dalam pernyataannya, Venuum menyebut desain tersebut sebagai visi yang lebih berani dan radikal. Rumah modifikasi itu juga membuka peluang agar paket modifikasi tersebut dapat diproduksi apabila mendapat respons positif dari pasar.
Meski menuai banyak kritik, Ferrari Luce tetap mendapatkan minat dari konsumen. CEO Ferrari Benedetto Vigna mengungkapkan bahwa perusahaan telah menerima sejumlah pesanan dari pelanggan lama maupun pembeli baru, meskipun desain dan harga mobil tersebut masih menjadi bahan perdebatan di kalangan pecinta otomotif.
Perdebatan mengenai Ferrari Luce juga memunculkan berbagai interpretasi dari desainer independen dan komunitas otomotif. Sebagian menilai mobil tersebut tidak buruk, namun dianggap “kurang Ferrari”, sementara yang lain berpendapat bahwa desain futuristis tersebut merupakan langkah berani menuju era elektrifikasi.
Dengan sentuhan Venuum, Ferrari Luce menunjukkan bahwa desain yang kontroversial sekalipun masih dapat berevolusi menjadi lebih agresif dan emosional. Meski belum dipastikan akan masuk tahap produksi, konsep modifikasi ini setidaknya memberikan gambaran bagaimana mobil listrik pertama Ferrari dapat tampil lebih garang dan lebih dekat dengan ekspektasi para penggemar setia Kuda Jingkrak.(dhil)










