Koranindopos.com – JAKARTA – Manajemen The Sounds Project menyatakan marah dan kecewa atas aksi tantangan melafalkan Al-Qur’an dengan imbalan minuman keras yang berlangsung di booth Newport dalam festival musik tersebut.
Pernyataan itu disampaikan manajemen The Sounds Project setelah video aksi tersebut viral di media sosial. Pihak penyelenggara menegaskan tidak membenarkan tindakan yang menjadikan agama sebagai bagian dari tantangan maupun sarana promosi produk.
“Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut,” tulis manajemen The Sounds Project melalui akun Instagram @thesoundsproject.
Manajemen menegaskan bahwa penggunaan agama sebagai materi challenge ataupun promosi produk bukan bagian dari konsep acara yang mereka setujui.
“Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun,” lanjut pernyataan tersebut.
The Sounds Project juga menjelaskan bahwa aktivitas tersebut tidak pernah diarahkan maupun mendapatkan persetujuan dari pihak penyelenggara.
Namun, manajemen menyebut kejadian tersebut melibatkan sejumlah pihak. Karena itu, pihak penyelenggara memilih memastikan terlebih dahulu fakta dan pihak-pihak yang terlibat sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.
“Kejadian tersebut melibatkan banyak pihak dan harus kami pastikan kebenarannya, agar langkah yang kami ambil dapat dipertanggungjawabkan,” tulis manajemen.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan kasus tidak hanya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, tetapi juga berdasarkan hasil penelusuran terhadap kejadian di lokasi.
Atas insiden tersebut, manajemen The Sounds Project menyatakan telah memberikan teguran kepada pihak sponsor terkait.
Sponsor juga diminta untuk menyelesaikan persoalan tersebut hingga tuntas, termasuk mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat langsung dalam aksi tersebut.
“Kami telah menegur pihak sponsor terkait dan meminta mereka untuk menyelesaikan kasus ini hingga tuntas,” tulis manajemen.
The Sounds Project mengatakan akan melakukan pengawasan terhadap proses tersebut agar pihak sponsor segera mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat.
“Kami melakukan pengawasan ketat agar pihak sponsor segera mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat langsung pada insiden tersebut untuk dapat dipertanggungjawabkan secara penuh,” lanjut pernyataan tersebut.
Selain meminta pihak sponsor mengambil tanggung jawab, manajemen The Sounds Project juga menyatakan akan melakukan evaluasi internal.
Evaluasi tersebut ditujukan untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi dalam penyelenggaraan acara mendatang.
Manajemen menegaskan bahwa penghormatan terhadap agama dan keyakinan seluruh penonton merupakan salah satu nilai yang mereka pegang dalam setiap penyelenggaraan The Sounds Project.
Pihak penyelenggara pun memastikan insiden tersebut menjadi perhatian serius dan akan ditindaklanjuti melalui proses evaluasi serta penelusuran terhadap pihak-pihak yang terlibat.(dhil/kmps)




