Kamis, 10 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi Bisnis

Inadev Summit 2024 Dorong Terwujudnya Digital Ekosistem yang Kondusif di Indonesia

Editor : Anggoro oleh Editor : Anggoro
2 November 2024
in Bisnis
A A
0
Inadev Summit 2024 Dorong Terwujudnya Digital Ekosistem yang Kondusif di Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, BSD – Bertempat di Hall 8 Ice BSD, Tangerang, PT Neekosa, PT Indo Buana Berkah bekerja sama dengan Aspiluki menggelar Inadev Summit 2024.

Acara yang dibuat dalam bentuk talkshow ini berlangsung di Indocomtech 2024, Jumat (1/11). Adapun pembicara yang hadir adalah Prof Eko Budiarjo selaku Chairman of the Association the Computer and Informatics Proffesion, Ifan Sebastian selaku Dosen di Binus University dan Amir Ibrahim perwakilan dari Bank Mandiri.

Dijelaskan oleh A. Ariq Zufar Ceo Neekosa, Inadev Summit 2024 digelar untuk mendorong terwujudnya perkembangan digital ekosistem yang kondusif di Indonesia.

“Acara ini bukan hanya sekedar konferensi tetapi juga platform kolaboratif bagi mahasiswa, startup, inovator, akademisi dan seluruh pelaku Industri teknologi. Melalui program mentoring dan kompetisi yang diadakan, kami ingin membuka peluang bagi talenta muda indonesia untuk menggali potensi terbaik mereka dan mendapat dukungan dari para ahli teknologi terkemuka. Kami berharap dapat berkontribusi dalam menyiapkan delegasi Indonesia untuk Apicta khususnya 2024 di Brunei pada Desember nanti,” tukas Ariq.

Artikel Terkait

Dirut LPDB Koperasi Tekankan Pentingnya Penguatan Mitigasi Risiko Sejak Awal

BULOG Distribusikan Beras Premium ke Ritel-ritel Modern di Kota Besar Seluruh Indonesia

Harga Emas Antam Makin Jatuh, Turun Rp17.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram

Ariq juga mengatakan melalui kompetisi yang digelar di Inadev Summit 2024 para pemenang akan mendapatkan kesempatan berharga untuk membawa nama Indonesia di ajang Internasional.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap ide kreatif dan inovasi yang muncul di sini memiliki relevansi dengan kebutuhan pasar dan industri di era digital,” tutur Ariq.

Pada kesempatan tersebut, CEO Neekosa Ariq Zufar dalam acara Inadev Summit 2024 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, Jumat (1/11) mengumumkan tiga tim terbaik, meliputi Daely dan Flysight dari Universitas Bina Nusantara (Binus) serta Sesa dari Universitas Amikom Yogyakarta. Ketiga tim tersebut selanjutnya akan mewakili Indonesia untuk bertarung dalam APICTA 2024 tingkat internasional di Brunei Darussalam.

Ariq dalam kesempatan tersebut juga memperkenalkan aplikadia.biz.id. Aplikadia.biz.id merupakan platform yang dikembangkan dibawah naungan Aspiluki.

Aplikadia menyediakan kurasi dari software-software yang dikembangkan oleh anak bangsa dengan harapan agar penyedia software tersebut dapat membentuk ekosistem digital.

Aplikadia tersedia sebagai katalog software nasional dan platform untuk melakukan simulasi perhitungan TKDN software. “Harapannya platform ini bisa menjadi panduan bagi tim pengadaan di berbagai instansi serta berkembang sesuai dengan kebutuhan industri.

Sementara Prof Eko Budiarjo selaku Chairman of the Association the Computer and Informatics Proffesion menjelaskan mengenai ekosistem perangkat lunak di Indonesia.

Menurut Eko Budiarjo hadirnya ekosistem ini diharapkan bisa menjadi kolaborasi bagi generasi muda dalam mengembangkan perangkat lunak. “Perangkat lunak merupakan sebuah karya cipta yang sangat diperlukan di dunia digital, dan tidak bisa membangunnya secara sendirian harus kolaborasi dalam bentuk ekosistem,” ucap Eko Budiarjo.

Eko Budiarjo juga menjelaskan mengenai perbedaan perusahaan yang dibangun perorangan dengan ekosistem. “Ekosistem tidak terpengaruh dengan kepemilikan sedangkan perusahaan pribadi dimiliki oleh kepemilikan, sehingga ekosistem cocok bagi generasi millenial untuk mengembangkan diri dan melahirkani entepreuner,” tutur Eko Budiarjo.

Eko Budiarjo juga mengatakan hadirnya ekosistem akan membuat sebuah perusahaan menjadi tumbuh pesat karena adanya network.

Mengenai regulasi pemerintah dalam pengembangan software, Eko Budiarjo mengatakan lebih dari cukup.”Karena jika bukan karya anak bangsa tidak bisa mewakili Indonesia di kancah internasional,” ujar Eko Budiarjo.

Eko Budiarjo dalam kesempatan tersebut juga mencontohkan perusahaan yang dibangun melalui ekosistem. ” Perusahaan yang terletak di bilangan Jakarta Selatan memiliki ekosistem lengkap mulai dari cloud hingga platform digital,” tegasnya.

Ifan Sebastian selaku Dosen di Binus University dalam kesempatan tersebut menjelaskan mengenai Daely. Daely merupakan produk berbasis AI dan Iot yang dikembangkan Binus University dengan tujuan untuk mendeteksi pengemudi mobil yang mengantuk, dan akan memberi suara peringatan jika sopir itu terus mengantuk.

Perangkat Daely ditempatkan di dashboard mobil depan setir, sejajar dengan mata pengemudi. Ia dirancang untuk meningkatkan keselamatan pengemudi mobil dan meningkatkan kewaspadaan.

Perangkat mereka didasarkan pada kamera ESP32 CAM dan layar LCD I2C, yang kemudian terhubung dengan USB di mobil, sebagai sumber daya listrik.

Adapun pengembangan teknologi AI dan IoT memanfaatkan tiga model teknologi sekaligus, agar perangkat dapat melakukan deteksi dan memberi peringatan lebih baik, ketimbang hanya menggunakan satu model teknologi.

Sementara Amir Ibrahim perwakilan dari Bank Mandiri menjelaskan mengenai kriteria pemilihan start up untuk diinvestasikan.

““Dalam memberikan pendanaan harus dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian [prudent] serta menyasar sektor/segmen yang selektif, sesuai dengan risk appetite perusahaan,” tukasnya.

Menutup paparannya, Amir mengatakan bahwa Bank Mandiri sangat mendukung sekali perkembangan industri startup di Indonesia. (Haris)

Topik: AplikadiaInadev summit 2024IndocomtechPameran

TerkaitBerita

Dirut LPDB Koperasi Tekankan Pentingnya Penguatan Mitigasi Risiko Sejak Awal
Bisnis

Dirut LPDB Koperasi Tekankan Pentingnya Penguatan Mitigasi Risiko Sejak Awal

oleh Editor : Anggoro
9 September 2026
BULOG Distribusikan Beras Premium ke Ritel-ritel Modern di Kota Besar Seluruh Indonesia
Bisnis

BULOG Distribusikan Beras Premium ke Ritel-ritel Modern di Kota Besar Seluruh Indonesia

oleh Editor : Anggoro
9 September 2026
Harga Emas Antam Makin Jatuh, Turun Rp17.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram
Bisnis

Harga Emas Antam Makin Jatuh, Turun Rp17.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram

oleh Editor : Affandy
9 September 2026
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp10.000, Jadi Rp2,627 Juta per Gram
Bisnis

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp10.000, Jadi Rp2,627 Juta per Gram

oleh Editor : Affandy
8 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

BIG Ungkap Kronologi Anak Krakatau Sebelum Erupsi Terkuat, Terekam dari Satelit

BIG Ungkap Kronologi Anak Krakatau Sebelum Erupsi Terkuat, Terekam dari Satelit

10 September 2026
Menhut Tekankan Kecepatan Rescue Orangutan Terdampak Karhutla, Terlambat Bisa Fatal

Menhut Tekankan Kecepatan Rescue Orangutan Terdampak Karhutla, Terlambat Bisa Fatal

10 September 2026

YUK, TULIS OPINI DI INDOPOS

7 September 2026
"TERUSIK" KRITIK: Presiden Prabowo Subianto pidato saat menghadiri HUT Ke-25 Partai Demokrat di Jakarta pada Rabu (9/9/2026). (Foto: Dok./ Youtube Demokrat)

Di Acara HUT Ke-25 Demokrat Prabowo Sebut Pidato AHY Adalah Kritik Tajam

10 September 2026

Terpopuler

  • Produk Dalam Negri

    Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    852 shares
    Share 341 Tweet 213
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4460 shares
    Share 1784 Tweet 1115
  • 3 Motor Listrik Bertenaga Buas yang Diklaim Bisa Menandingi Motor 250cc

    323 shares
    Share 129 Tweet 81
  • Suami Leni Mariska Angkat Bicarakan Tuduhan Podcast: Dari Klaim Nafkah Kurang Hingga Laporan Pemalsuan Dokumen

    321 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Kecelakaan Beruntun di Kembangan Jakbar Tewaskan Sekeluarga, Libatkan 5 Kendaraan

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya