koranindopos.com, JAKARTA – Tingginya minat masyarakat Indonesia untuk menunaikan ibadah haji setiap tahun tidak sebanding dengan keterbatasan kuota yang tersedia. Akibatnya, waktu tunggu keberangkatan Haji Reguler di sejumlah daerah dapat mencapai puluhan tahun. Kondisi ini mendorong banyak calon jamaah memilih jalur Haji Plus yang menawarkan masa tunggu lebih singkat dan kepastian keberangkatan, meski dengan biaya yang lebih besar.
Menjawab kebutuhan tersebut, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) melalui Unit Usaha Syariah memperkenalkan produk Hasanah, yaitu pembiayaan porsi Haji Plus berbasis syariah tanpa jaminan. Produk ini memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh Nomor Porsi Haji Plus lebih cepat dengan sistem pembayaran angsuran yang fleksibel.
Head of Syariah Adira Finance, Yusron, menyampaikan bahwa kehadiran produk Hasanah merupakan respons atas meningkatnya permintaan pembiayaan porsi Haji Plus sekaligus bagian dari strategi penguatan portofolio syariah perusahaan.
“Melalui produk Hasanah, kami ingin memastikan masyarakat memiliki akses pembiayaan ibadah yang lebih pasti, transparan, dan terpercaya sesuai prinsip syariah,” ujarnya.
Produk Hasanah menggunakan akad ijarah multijasa yang menjamin proses pembiayaan berjalan sesuai ketentuan syariah, dengan kejelasan manfaat dan biaya sejak awal. Pelanggan dapat mengajukan pembiayaan tanpa aset jaminan dengan pilihan tenor hingga 60 bulan. Adira Finance juga bekerja sama dengan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang telah berizin resmi dari Kementerian Agama.
Proses pengajuan pembiayaan dilakukan secara mudah dengan melengkapi dokumen identitas diri, bukti penghasilan, serta dokumen pendukung lainnya. Seluruh ketentuan terkait angsuran, pelunasan, hingga konsekuensi keterlambatan pembayaran dijelaskan secara transparan dalam akad pembiayaan.
Setelah pembiayaan disetujui, pelanggan akan didaftarkan secara resmi untuk memperoleh Nomor Porsi Haji Plus. Nomor ini menjadi bukti resmi masuknya pelanggan dalam antrean keberangkatan sesuai ketentuan Kementerian Agama dan dapat dicek secara mandiri melalui situs resmi Kemenag atau aplikasi Haji Pintar.
Kehadiran produk Hasanah turut mendorong pertumbuhan positif pembiayaan syariah Adira Finance. Hingga November 2025, penyaluran pembiayaan baru syariah mencapai sekitar Rp8,1 triliun atau tumbuh sekitar 13% secara tahunan. Segmen syariah berkontribusi sekitar 21% terhadap total pembiayaan baru perusahaan, mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis prinsip syariah.
Sebagai nilai tambah, pelanggan Hasanah juga memperoleh akses ke berbagai program loyalitas Adira Finance, seperti HARCILNAS (Harinya Cicilan Lunas) yang memungkinkan pelanggan melunasi cicilan melalui penukaran adirapoin di aplikasi adiraku. Selain itu, Adira Finance akan kembali menghadirkan program nasional UMRAH Untuk Sahabat pada tahun 2026, yang memberikan kesempatan bagi pelanggan terpilih untuk berangkat umrah dibiayai oleh perusahaan.
“Melalui produk Hasanah dan berbagai inisiatif syariah lainnya, Adira Finance menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pembiayaan berbasis syariah, memperkuat inklusi keuangan, serta menghadirkan pengalaman ibadah yang lebih mudah dijangkau dan berkesan,” tutup Yusron.
Sebagai bagian dari upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah, Adira Finance Syariah juga secara konsisten menghadirkan edukasi keuangan berbasis komunitas melalui program Festival Pasar Rakyat (FPR). Program ini menjadi sarana interaksi langsung dengan masyarakat untuk mengenalkan solusi pembiayaan syariah yang transparan dan mudah diakses, termasuk pembiayaan ibadah seperti Hasanah.
Informasi lebih lanjut mengenai produk Hasanah dapat diakses melalui laman resmi Adira Finance, serta berbagai kanal digital dan media sosial perusahaan. (rls/sh)
















