Koranindopos.com – Jakarta. Bacapres dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan tidak mempersoalkan pertemuan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani pada Minggu pagi (18/6). Anies malah berharap agar pertemuan antar tokoh politik yang selama ini dipersepsikan bersebrangan semakin rutin dilakukan, agar masyarakat mendapat pendidikan politik yang baik dan menyejukkan.
Menurut Anies, pertemuan AHY dan Puan Maharani menunjukkan kepada masyarakat bahwa pilihan boleh berbeda tapi pertemanan dan persaudaraan harus tetap terjaga. Respons beberapa pihak yang menyoroti pertemuan tersebut karena mereka tidak terbiasa melihat pihak yang berbeda pilihan politik bertemu dan bersahabat. “Padahal pendiri Republik ini mereka berbeda pandangan di dalam satu ruangan tapi mereka tetap bersahabat dengan baik. Nah, (kebiasaan) itu harus kita tunjukkan lagi,” kata Anies dalam rilis yang diterima Koranindopos.com, Senin (19/6).
Gubernur DKI periode 2017-2022 itu tersenyum saat seorang wartawan mempertanyakan nasib Partai Demokrat dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan pasca pertemuan AHY dan Puan. Anies tetap optimistis koalisi yang dibangunnya bersama NasDem, PKS, dan Demokrat tetap solid dan kukuh. Sama sekali tak terganggu dengan pertemuan kedua elite partai tersebut. “Karena kita sudah lama tidak menyaksikan silaturahmi itu (dua elite partai yang beda pilihan politik bertemu) makanya muncul pertanyaan seperti itu. Pertanyaannya ada yang retak nggak? Ada yang renggang nggak? Nggak ada. Sama aja,” tegas Anies.
Selain itu, Anies menyambut positif pertemuan AHY dan Puan yang berlangsung secara terbuka. Dengan begitu, masyarakat bisa melihat langsung pertemuan antara tokoh politik dengan suasana akrab dan bersahabat. “Bagus sekali pertemuannya. Mas AHY dan Mbak Puan bertemu. Ini melengkapkan pertemuan-pertemuan yang biasanya dilakukan di dalam ruang yang biasanya diketahui oleh elite dan fungsinaris partai saja, kini dilakukan secara terbuka,” tutur pengagas program Indonesia Mengajar itu.
Menurut Anies, model politik persahabatan sudah seharusnya dijunjung tinggi dan dihadirkan kembali di dalam ruang demokrasi Indonesia. Cara berpolitik para pendiri bangsa harus menjadi teladan dan rujukan bersama para pelaku politik saat ini. Tidak boleh ada pihak yang memecah belah dan merasa terganggu saat berkontestasi dengan pihak lain. “Karena kita pada dasarnya adalah anak bangsa yang ingin Indonesia lebih baik. Harapannya semua unsur partai politik dan masyarakat membiasakan untuk selalu menjaga silaturahmi walaupun ada perbedaan pandangan,” tandas Anies.










