Rabu, 3 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Megapolitan

Angka Stunting di Tangsel Sentuh Standar WHO

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
24 Juni 2022
in Megapolitan
A A
0
Stunting

BEDA TINGGI: Stunting mengganggu tumbuh kembang anak-anak. (Foto ilustrasi: PAUD Dikmas Disdik Jatim)

Share on FacebookShare on Twitter

KOTA TANGSEL, koranindopos.com – Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang menjadi salah satu ikon kota modern di tanah air tak selaras dengan kesejahteraan warganya. Hal itu tercermin dari angka kasus stunting yang cukup tinggi. Berdasar data terakhir, angkanya hampir menyentuh standar WHO, yakni 20 persen.

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, pihaknya baru saja membentuk Forum Pembina Anak Usia Dini (PAUD) Kota Tangsel. Forum tersebut merupakan organisasi masyarakat yang terdiri atas beragam elemen masyarakat. Mulai praktisi hingga akademisi.

Dengan demikian, forum itu memiliki peran yang sangat strategis. Terutama dalam memberikan wawasan, pengalaman, dan pengetahuan dalam mendidik anak.

’’Forum PAUD diharapkan ambil bagian dalam memberikan edukasi kepada orang tua, juga tumbuh kembang peserta didik. Kolaborasi dengan orang tua peserta didik harus dilakukan,’’ katanya kepada awak media di Puspemkot Tangsel, Ciputat, pada Kamis (23/6).

Artikel Terkait

Samsat Keliling Jadetabek Hari Ini, Cek Lokasi dan Jadwal Layanan Rabu 3 Juni 2026

Kebakaran Kemayoran Sisakan Puing-Puing, 304 Bangunan Musnah dan 620 Warga Mengungsi

Korban Dugaan Penggelapan Dana Umrah Hanania Group Tempuh Jalur Hukum, Kerugian Ditaksir Capai Rp100 Miliar

Pilar menyampaikan, ada juga tugas yang harus dilakukan melalui forum PAUD. Yaitu, menurunkan angka kasus stunting di Kota Tangsel. ’’Walaupun, saat ini, angka prevalensi stunting di Tangsel masih di bawah rata-rata nasional maupun provinsi. Tapi, Tangsel harus menjadi kota layak anak,’’ terang Pilar.

Karena itu, kata Pilar, pendidikan anak usia dini sangat penting. Terutama dalam pengembangan karakter, kapasitas, dan efektivitas kemampuan otak anak dengan berbagai program dan kegiatan yang akan membuat perkembangan otak anak semakin optimal.

’’Tugas kita semua untuk menjadikan Kota Tangerang Selatan menjadi layak anak. Walaupun, di dinas, ada satgas perlindungan anak. Tapi, mereka juga harus menjadi mata dan telinga akan kejadian-kejadian yang berkaitan. Termasuk bila ada kekerasan anak, segera laporkan,’’ tegas Pilar.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, berdasar data survei status gizi balita Indonesia (SSGBI), angka kasus stunting sekarang sebesar 19,9 persen dari yang sebelumnya hanya 16 persen.

’’Dari 22 ribu balita sampling dengan rumus, ditemukan 19,9 persen. Itu yang dilansir 2020. Nah, 2021 harusnya sudah survei. Tapi, karena pandemi Covid-19, jadi nggak ada. Biasanya di Mei, tapi belum juga. Data itu dilansir pada 2021. Saya pernah kasih tahu se-Banten paling rendah 16 koma, tapi justru ini naik. Maksimalnya harus 20 persen,’’ katanya.

Menurut Allin, ada dua faktor penyebab masih banyaknya kasus stunting di wilayahnya. Yakni, asupan gizi yang kurang, terutama protein, dan pola asuh yang kurang tepat.

’’Faktor penyebab 80 persen karena mereka kurang asupan, ya. Tapi, 20 persen soal pola asuh. Jadi, pola asuh dalam artian kita sering dengar ASI eksklusif ini yang mesti digencarkan. Jadi, mungkin ada pola makan yang salah dari awal. Banyak yang diasuh bukan oleh ibu. Jadi, terjadi ketidakseimbangan antara tinggi badan dan umur,’’ terangnya. (bnk/mmr)

 

Topik: anakBantenGiziKesehatanPilar Saga IchsanStuntingtangsel

TerkaitBerita

Samsat Keliling Jadetabek Hari Ini, Cek Lokasi dan Jadwal Layanan Rabu 3 Juni 2026
Megapolitan

Samsat Keliling Jadetabek Hari Ini, Cek Lokasi dan Jadwal Layanan Rabu 3 Juni 2026

oleh Editor : Affandy
3 Juni 2026
Kebakaran Kemayoran Sisakan Puing-Puing, 304 Bangunan Musnah dan 620 Warga Mengungsi
Megapolitan

Kebakaran Kemayoran Sisakan Puing-Puing, 304 Bangunan Musnah dan 620 Warga Mengungsi

oleh Editor : Affandy
3 Juni 2026
Umrah Hanania
Megapolitan

Korban Dugaan Penggelapan Dana Umrah Hanania Group Tempuh Jalur Hukum, Kerugian Ditaksir Capai Rp100 Miliar

oleh Editor : Hairul
1 Juni 2026
Rumah Dinas di TPU Jatinegara Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Megapolitan

Rumah Dinas di TPU Jatinegara Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

oleh Editor : Affandy
1 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Perlukah TKA untuk Pembelajaran Mendalam?

Perlukah TKA untuk Pembelajaran Mendalam?

3 Juni 2026
Deklarasi Wargi Threads Bogor, Ruang Baru yang Menyatukan Cerita dan Kolaborasi

Deklarasi Wargi Threads Bogor, Ruang Baru yang Menyatukan Cerita dan Kolaborasi

3 Juni 2026
​Kecewa dengan Komisi III DPR RI, Pihak Erin Mantan Istri Andre Taulany Minta Keadilan yang Berimbang

​Kecewa dengan Komisi III DPR RI, Pihak Erin Mantan Istri Andre Taulany Minta Keadilan yang Berimbang

3 Juni 2026
Jupnas Gizi Harap Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan di Tengah Pergantian Pimpinan BGN

Jupnas Gizi Harap Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan di Tengah Pergantian Pimpinan BGN

3 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3380 shares
    Share 1352 Tweet 845
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    392 shares
    Share 157 Tweet 98
  • Isuzu Panther Reborn 2026 Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp 288 Jutaan dengan Skema Kredit Fleksibel

    695 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Edukasi Komunitas Forex Bandung, Didimax Ingatkan Pentingnya Transaksi Mandiri Demi Keamanan Dana

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Gandeng Australia, Kemendikdasmen Perkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Indonesia

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya