Koranindopos.com, Kota Tangerang – Kali Angke, Cisadane, dan Ledug, merupakan tiga aliran sungai yang melewati Kota Tangerang. Luapan tiga sungai tersebut pula yang menjadi penyebab utama kota tersebut kerap dilanda bencana banjir.
Untuk menanggulangi potensi bencana tersebut selama musim hujan ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mengklaim telah melakukan beberapa langkah. Kepala BPDB Kota Tangerang Deni Koeswara mengungkapkan, petugasnya telah melakukan pembersihan yang dipimpin PUPR. Kemudian, PUPR telah memperbaiki turap Kali Ledug pada alirannya di sejumlah wilayah.
”Musim penghujan, yang jadi fokus ialah terkait informasi dan koordinasi. Mulai dari petugas Pintu Air Batu Belah dan Katu Lampa hingga BMKG. Karena jatuhnya air Katu Lampa ke Kota Tangerang sekitar 4 – 6 jam. Hal inilah yang harus dijaga Pintu Air 10 untuk mengosongkan Cisadane, mengantisipasi Kota Tangerang terjadi banjir,” ungkapnya akhir pekan lalu.
Deni mengatakan, untuk strategi penanganaan sendiri informasi yang didapat dari hulu, segera diinformasikan ke Pintu Air 10 untuk pintu segera dibuka, menginformasikan keseluruh UPT BPBD untuk bersiaga. Pihaknya mewajibkan seluruh petugas pada kondisi siaga satu untuk meng-update kondisi wilayahnya per dua jam. ”Sehingga, selanjutnya data bisa diolah untuk mengambil keputusan penanganan,” sambungnya. Dia mengungkapkan, BPBD Kota Tangerang memiliki 307 personel yang disiagakan 24 jam.
Untuk sarana dan prasarananya, lanjut Deni, pihaknya memiliki 16 unit perahu, 12 unit tenda, sembilan unit motor tempel, 39 unit alat potong pohon dan 12 unit genset. Kemudian sembilan unit pompa portabel dan tambahan tiga unit mobil pemadam kebakaran yang juga bisa digunakan sebagai pompa. ”Sedangkan kekuatan sarana prasarana yang dimiliki dari PUPR ialah, 95 unit rumah pompa, 140 unit pompa listrik dan 71 unit disel serta pemeliharan 180 km drainase. Disbudparman juga rutin melakukan pemotongan pada pohon-pohon yang berpotensi tumbang,” ungkapnya. (fjn/mmr)










