Kamis, 22 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Megapolitan

Buruh Tolak Formula UMP DKI 2023 Pakai PP Turunan UU Cipta Kerja

Editor : Hana oleh Editor : Hana
19 November 2022
in Megapolitan
A A
0
UMP DKI

FOTO: ILUSTRASI SETGAB.GO.ID UPAH KERJA: Para pekerja beraktivitas. Buruh di Jakarta menolak bila Pemprov DKI  menggunakan PP Nomor 36 tahun 2022 untuk perumusan UMP DKI 2023.

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com,  JAKARTA – Pemprov DKI belum menetapkan besaran UMP DKI 2023. Selain besaran, formula penetapan UMP DKI juga belum disampaikan Pemprov DKI kepada publik. Meski begitu, buruh di Jakarta menolak bila Pemprov DKI  menggunakan PP Nomor 36 tahun 2022.

Ketua Perwakilan Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (Perda KSPI) Winarso menuturkan, buruh dengan tegas menolak UMP DKI bila mengacu kepada PP Nomor 36 Tahun 2022. Menurutnya, ada beberapa alasan buruh menolak UMP DKI menggunakan formula dalam PP tersebut.

”Alasan yang pertama, UU Cipta Kerja sudah dinyatakan inkonstitusional bersyarat oleh Mahkamah Konstitusi. Dengan demikian, karena PP Nomor 36 Tahun 2021 adalah aturan turunan dari UU Cipta Kerja,  maka tidak bisa digunakan sebagai acuan dalam penetapan UMP DKI,” terangnya kepada awak media.

Winarso menyampaikan, karena PP Nomor 36 Tahun 2021 tidak bisa digunakan sebagai dasar hukum, maka ada dua regulasi yang bisa digunakan untuk penentuan besaran UMP DKI 2023. Yang pertama adalah menggunakan PP Nomor 78 Tahun 2015. Yakni, kenaikan UMP dihitung dari nilai inflasi ditambah pertumbuhan ekonomi. Sedangkan dasar hukum kedua yakni aturan Menteri Ketenagakerjaan dengan Permenaker khusus untuk menetapkan UMP/UMK Tahun 2023.

Artikel Terkait

Kasus ISPA di Tangsel Tembus 6.147 dalam Sepekan, Kualitas Udara Jadi Faktor Utama

BEM UI dan Komite Sadar Serukan Aksi Nasional pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober

Sempat Ditahan 8 Jam, 6 Aktivis Greenpeace Pembentang Spanduk di Bundaran HI Dibebaskan Polisi

”Alasan kedua mengapa PP tahun lalu tidak bisa digunakan karena dampak kenaikan harga BBM dan upah menyebabkan daya beli buruh turun 30 persen. Oleh karena daya beli buruh yang turun itu harus dinaikkan dengan menghitung inflasi dan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Winarso menambahkan, bila Pemprov DKI menetapkan UMP DKI 2023 dengan menggunakan PP Nomor 36 Tahun 2021 tersebut, maka kenaikan UMP DKI akan berada di bawah inflasi. Kondisi itu pasti membuat daya beli buruh semakin terpuruk. ”Inflasi secara umum mencapai 6,5 persen. Kalau menggunakan PP 36, kenaikannya hanya 2 – 4 persen. Tidak mungkin kenaikan UMP di bawah inflasi,” katanya.

Dia juga menyampaikan bahwa ucapan pengusaha yang menyebutkan akan terjadi resesi global, hanya cerita bohong. Hal itu disampaikannya karena melihat pertumbuhan ekonomi Jakarta yang selalu positif. ”Resesi itu terjadi jika dalam dua kuartal berturut-turut pertumbuhan ekonominya negatif. Sedangkan saat ini pertumbuhan ekonomi kita selalu positif,” imbuhnya.

Winarso juga menegaskan, apabila Menaker dan Pemprov DKI memaksakan menggunakan PP Nomor 36 tahun 2021, buruh DKI Jakarta akan melakukan aksi bergelombang dan membesar. Mereka akan melakukan aksi demo dan mogok tersebut pada pertengahan Desember.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Heru Budi Hartono menuturkan, untuk UMP DKI 2023, dia sudah  rapat bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, kemarin (18/11). Rapat tersebut dilakukan secara virtual dan tertutup. Meski sudah melakukan rapat, Heru belum menyebutkan besaran angka UMP DKI 2023. ”Hasilnya adalah, pertama, perhitungannya harus di atas poin inflasi. Dan saya kira sudah ada poin poin dari Kementerian Tenaga Kerja. Mudah mudahan ada keterbaikan bagi teman teman serikat pekerja. (Angkanya) belum diputuskan. Masih dihitung bersama sama,” katanya. (wyu/mmr)

Topik: BuruhJAKARTAUMP DKIUMRupah

TerkaitBerita

Kasus ISPA di Tangsel Tembus 6.147 dalam Sepekan, Kualitas Udara Jadi Faktor Utama
Megapolitan

Kasus ISPA di Tangsel Tembus 6.147 dalam Sepekan, Kualitas Udara Jadi Faktor Utama

oleh Editor : Affandy
22 Oktober 2026
BEM UI dan Komite Sadar Serukan Aksi Nasional pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober
Megapolitan

BEM UI dan Komite Sadar Serukan Aksi Nasional pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober

oleh Editor : Affandy
21 Oktober 2026
Sempat Ditahan 8 Jam, 6 Aktivis Greenpeace Pembentang Spanduk di Bundaran HI Dibebaskan Polisi
Megapolitan

Sempat Ditahan 8 Jam, 6 Aktivis Greenpeace Pembentang Spanduk di Bundaran HI Dibebaskan Polisi

oleh Editor : Affandy
21 Oktober 2026
Demo 20 Oktober: Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatif Sekitar Istana dan Gedung DPR
Megapolitan

Demo 20 Oktober: Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatif Sekitar Istana dan Gedung DPR

oleh Editor : Affandy
20 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Didimax AI Trading Assistant Bisa Digunakan Gratis, Bantu Trader Analisis Pasar

Didimax AI Trading Assistant Bisa Digunakan Gratis, Bantu Trader Analisis Pasar

22 Oktober 2026
Deus Slidetoberfest 2026 Satukan Surfing, Motor, dan Musik di Bali

Deus Slidetoberfest 2026 Satukan Surfing, Motor, dan Musik di Bali

22 Oktober 2026
The Stained Drop™ Collection: Merangkai Cerita Keseharian dalam Ekspresi Fashion

The Stained Drop™ Collection: Merangkai Cerita Keseharian dalam Ekspresi Fashion

22 Oktober 2026
Dinkes Kabupaten Bogor Uji Sampel Makanan Usai 103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan Program MBG

Dinkes Kabupaten Bogor Uji Sampel Makanan Usai 103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan Program MBG

22 Oktober 2026

Terpopuler

  • Produk Dalam Negri

    Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1083 shares
    Share 433 Tweet 271
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5022 shares
    Share 2009 Tweet 1256
  • Singapura Ancam Tutup Bisnis Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla

    319 shares
    Share 128 Tweet 80
  • The Pizza Company Buka Gerai Pertama di Jakarta Utara, Bidik Pasar Kelapa Gading

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • MU Hanya Dua Kali Menang, Nasib Michael Carrick di Ujung Tanduk

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya