Koranindopos.com, Jakarta – Musisi rock Candil memilih melakukan eksperimen musikal pada Ramadan 2026. Mantan vokalis Seurius itu menanggalkan sebagian karakter vokal rock yang selama ini identik dengan dirinya untuk menghadirkan trilogi lagu religi yang dirilis sepanjang bulan suci hingga menjelang Lebaran.
Perubahan tersebut menjadi pendekatan baru bagi Candil dalam menyampaikan pesan spiritual melalui musik. Ia mengaku harus menyesuaikan teknik bernyanyi agar terdengar lebih lembut dibandingkan gaya vokal yang biasanya penuh tenaga ketika membawakan lagu-lagu rock.
Proyek ini dikerjakan bersama musisi sekaligus produser Bobby Sutomo. Keduanya menyiapkan tiga lagu yang dirancang saling terhubung sebagai satu rangkaian karya yang menggambarkan perjalanan suasana Ramadan hingga Idulfitri.
Tiga lagu yang disiapkan masing-masing berjudul Ya Ramadan, Denganmu, serta satu lagu penutup yang mengangkat tema saling memaafkan saat Lebaran. Lagu terakhir tersebut dirancang menjadi penutup trilogi yang menggambarkan suasana rekonsiliasi setelah menjalani ibadah selama Ramadan.
Candil mengatakan sebagian materi lagu sebenarnya sudah tersimpan cukup lama. Namun, ia baru merasa waktu yang tepat untuk merilisnya ketika memasuki Ramadan tahun ini.
Proses produksi dilakukan melalui sejumlah sesi diskusi kreatif dan rekaman di studio bersama Bobby Sutomo. Dalam proses tersebut, keduanya mencoba merancang warna musik yang berbeda dari karya Candil sebelumnya.

“Gua menahan diri untuk tidak teriak karena kasihan orang lagi makan ketupat kalau denger teriakan gua,” kata Candil sambil tertawa saat ditemui di sela acara buka puasa bersama PWI Jaya Seksi Musik dan Film di Ciputat, Tangerang Selatan.
Selain perubahan vokal, trilogi ini juga menghadirkan variasi aransemen yang cukup luas. Candil dan tim mencoba menggabungkan beberapa pendekatan musik agar setiap lagu memiliki karakter yang berbeda.
Beberapa lagu dalam proyek tersebut menggabungkan unsur orkestra, sementara lagu lainnya menggunakan sentuhan bossa nova yang lebih santai. Pendekatan ini dipilih untuk menghadirkan suasana yang lebih tenang dan reflektif selama Ramadan.
Untuk memperkaya warna musik, salah satu lagu juga melibatkan Orkestra Garuda Yaksa. Kolaborasi dengan kelompok orkestra ini diharapkan dapat memberikan nuansa megah sekaligus teduh pada komposisi musik yang dibangun.
Candil menyebut perubahan pendekatan vokal yang ia lakukan dalam proyek ini terinspirasi dari karakter bernyanyi grup musik Kahitna, yang dikenal dengan gaya vokal yang lebih halus dan hangat.
Menurutnya, pendekatan tersebut dipilih agar pesan dalam lagu dapat terasa lebih dekat dengan suasana kebersamaan yang biasanya hadir selama Ramadan hingga perayaan Idulfitri.
Bagi Candil, trilogi lagu religi ini juga menjadi bagian dari refleksi pribadi yang selalu ia rasakan setiap tahun ketika memasuki bulan puasa.
Melalui karya tersebut, ia berharap pesan yang disampaikan tidak hanya relevan bagi pendengar, tetapi juga menjadi pengingat bagi dirinya sendiri untuk terus memperbaiki diri dalam kehidupan sehari-hari. (BRG/Kul)






