koranindopos.com – Jakarta. Pemprov DKI masih terus menjalankan program vaksinasi di Jakarta untuk mengendalikan kasus Covid-19. Untuk memenuhi kebutuhan vaksin di Jakarta, Pemprov DKI sebelumnya sudah memiliki stok vaksin Pfizer. Namun, jenis stok vaksin di Jakarta bertambah Senin (21/11/2022).
Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Ngabila Salama menuturkan, ada sebanyak 49.120 Zifivax yang diterima Pemprov DKI kemarin. Zifivax tersebut merupakan vaksin Covid-19 dengan platform protein subunit rekombinan antigen berasal dari spike Glikoprotein yang akan merangsang pembentukan antibodi terhadap Covid-19. ”Vaksin Zifivax ini sangat aman dan berkualitas,” terangnya.
Lantaran stok vaksin Sinovac ataupun Sinopharm kosong di Jakarta, Zifivax bisa digunakan sebagai penggantinya. ”Zifivax dapat diberikan sebagai suntikan ketiga atau booster pada orang yang vaksin 1 dan 2-nya dengan jenis Sinovac atau Sinopharm,” kata Ngabila.
Untuk mendapatkan Zifivax tersebut, dia mempersilahkan warga mendatangi langsung 44 Puskesmas yang ada di kecamatan DKI Jakarta ataupun di Taman Lapangan Banteng. ”Untuk Lokasi Taman Lapangan Banteng akan dibuka mulai Senin – Minggu pukul 09.00 – 12.00 sampai dengan 31 Desember 2022,” imbuhnya.
Namun, dia mengakui bahwa Zifivax tersebut masih dibatasi kategori usia penerimanya. Yakni, hanya usia 18 tahun ke atas untuk dosis 1,2,3. Lantaran baru untuk usia 18 tahun ke atas, dia mengakui vaksin usia 6 – 11 tahun masih belum dilanjutkan hingga saat ini. Hal itu karena kategori usia 6 – 11 tahun hanya bisa diberikan vaksin jenis Sinovac. ”Regulasinya memang untuk anak usia 6-11 tahun harus Sinovac. Kami masih menunggu arahan dan logistic dari Kementerian Kesehatan,” ujarnya.
Kekosongan vaksin Sinovac di Jakarta sudah berlangsung dalam satu hingga dua pekan terakhir. Oleh karena itu, dia tidak menampik bahwa sudah lama jajarannya belum melaksanakan vaksin bagi anak usia 6 – 11 tahun. ”Saat ini juga vaksin anak usia 6 – 11 tahun belum dilakukan lagi. Tapi anak usia diatas 12 tahun bisa digantikan Pfizer. Ini kami lakukan sambil menunggu kiriman Sinovac dari Kementerian Kesehatan ke Dinkes DKI,” jelasnya.
Berdasar data vaksin.kemekes.go.id hingga 21 November 2022 pukul 08.00, estimasi ketersediaan stok vaksin di Jakarta ada sebanyak 29.579.047 dosis vaksin yang sudah disampaikan kepada DKI Jakarta. Dari jumlah itu, sudah terpakai 29.392.071 dosis. Stok yang tersisa itu sebanyak 186.976 dosis. Dengan rata-rata vaksinasi 5.556 pekan lalu, sisa stok vaksin tersebut diestimasikan cukup selama 33 hari mendatang. (wyu/mmr)










