Jumat, 11 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Megapolitan

Generasi Burgeract Hadapi Haters hingga Keterbatasan Alat Saat Benahi Fasilitas Publik di Bekasi

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
14 Agustus 2026
in Megapolitan
A A
0
Generasi Burgeract Hadapi Haters hingga Keterbatasan Alat Saat Benahi Fasilitas Publik di Bekasi

Foto: dok. tim burgeract

Share on FacebookShare on Twitter
Koranindopos.com – JAKARTA – Aksi sosial Generasi Burgeract memperbaiki jalan rusak, membersihkan halte, hingga membuat fasilitas sederhana untuk masyarakat di Kota Bekasi mendapat banyak apresiasi. Namun, di balik kegiatan tersebut, kelompok pemuda ini juga menghadapi berbagai tantangan.

Salah satunya adalah munculnya komentar negatif dari sejumlah pihak yang mempertanyakan alasan mereka melakukan kegiatan tersebut. Ada pula anggapan bahwa memperbaiki fasilitas umum bukan merupakan tugas mereka.

Salah satu anggota Generasi Burgeract, Geraldi Weimy (24), mengatakan komentar negatif merupakan hal yang tidak dapat sepenuhnya dihindari. Kendati demikian, hal tersebut tidak membuat mereka mengurungkan niat untuk terus melakukan kegiatan sosial.

“Untuk komentar negatif pasti ada aja, tapi balik lagi ke tujuan utama. Selagi apa yang kita lakukan tidak merugikan dan masih melakukan hal yang positif, komentar negatif atau haters bukan menjadi masalah utama yang membuat kita untuk berhenti,” ujar Geraldi kepada Kompas.com, Kamis (13/8/2026).

Di tengah komentar negatif, dukungan masyarakat justru menjadi energi tambahan bagi Generasi Burgeract untuk melanjutkan aksi mereka.

Menurut Geraldi, dukungan tersebut tidak hanya diberikan dalam bentuk ucapan atau apresiasi. Sejumlah warga bahkan bersedia ikut turun langsung ketika proses perbaikan dilakukan.

Artikel Terkait

Asap Kebakaran TPA Galuga Masuk Permukiman, Warga Keluhkan Batuk dan Mata Perih

Nelayan Muara Angke Sulit Dapat Solar, Dua Hari Tak Melaut hingga Kesulitan Belanja

Lahan Pemprov DKI di Kembangan Jadi Lapangan Padel, Dulunya TPS Sampah Warga

“Banyak orang dan warga yang support bahkan sampai ada yang mau ikut langsung pada saat kita eksekusi,” katanya.

Keterlibatan warga tersebut membuat para anggota Generasi Burgeract merasa kegiatan yang mereka lakukan memang memberikan manfaat secara langsung bagi lingkungan sekitar.

Meski demikian, Geraldi berharap dukungan terhadap gerakan sosial tersebut tidak berhenti pada apresiasi. Ia juga ingin pemerintah daerah turut mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan berbagai persoalan fasilitas publik.

“Kami lebih senang jika pemerintah setempat mengapresiasi juga dengan cara membenahi permasalahan yang ada,” ujarnya.

Selain menghadapi komentar negatif, Generasi Burgeract juga harus berhadapan dengan keterbatasan peralatan ketika menjalankan aksi di lapangan.

Geraldi menyebut perlengkapan yang belum memadai menjadi salah satu kendala yang perlu mereka perhatikan. Faktor keselamatan juga menjadi pertimbangan, terutama ketika kegiatan dilakukan di lokasi yang memiliki risiko terhadap para anggota.

“Sejauh ini untuk kendala seperti alat perlengkapan yang mungkin belum memadai, faktor keselamatan, dan kekhawatiran keluarga pada saat kami bekerja,” kata Geraldi.

Kondisi tersebut membuat setiap kegiatan perlu dipersiapkan dengan matang agar aksi sosial yang dilakukan tidak justru menimbulkan risiko bagi para anggota.

Tantangan lainnya datang dari persoalan waktu. Para anggota Generasi Burgeract bukan hanya menjalankan kegiatan sosial, tetapi juga memiliki pekerjaan, keluarga, serta aktivitas pribadi masing-masing.

Karena itu, kegiatan sosial harus disesuaikan dengan kesibukan para anggota. Bahkan, beberapa keperluan pribadi terkadang harus dikesampingkan agar aksi tetap dapat terlaksana.

“Untuk masalah waktu, pasti ada beberapa keperluan pribadi yang memang kita harus kesampingkan, dan kami selalu bikin jadwal H-7,” ujar Geraldi.

Dengan membuat jadwal sejak beberapa hari sebelumnya, para anggota dapat mengatur waktu dan memastikan jumlah personel yang dibutuhkan tersedia ketika kegiatan berlangsung.

Bagi Generasi Burgeract, aksi memperbaiki jalan rusak maupun membersihkan fasilitas publik bukan dimaksudkan untuk mengambil alih kewajiban pemerintah. Gerakan tersebut lebih menjadi bentuk kepedulian anak muda terhadap kondisi lingkungan di sekitar mereka.

Komentar mengenai apakah kegiatan tersebut merupakan tugas mereka pun tidak menjadi alasan untuk berhenti.

Mereka memilih tetap bergerak selama kegiatan yang dilakukan bersifat positif, tidak merugikan pihak lain, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Gerakan seperti Generasi Burgeract sekaligus menunjukkan bahwa kepedulian terhadap fasilitas publik dapat tumbuh dari masyarakat. Namun, dukungan warga dan komunitas diharapkan tetap berjalan beriringan dengan tanggung jawab pemerintah untuk memastikan fasilitas umum berada dalam kondisi aman dan layak digunakan.(dhil/kmps)

Topik: Bekasigenerasi burgeract

TerkaitBerita

Asap Kebakaran TPA Galuga Masuk Permukiman, Warga Keluhkan Batuk dan Mata Perih
Megapolitan

Asap Kebakaran TPA Galuga Masuk Permukiman, Warga Keluhkan Batuk dan Mata Perih

oleh Editor : Affandy
11 September 2026
Nelayan Muara Angke Sulit Dapat Solar, Dua Hari Tak Melaut hingga Kesulitan Belanja
Megapolitan

Nelayan Muara Angke Sulit Dapat Solar, Dua Hari Tak Melaut hingga Kesulitan Belanja

oleh Editor : Affandy
10 September 2026
Lahan Pemprov DKI di Kembangan Jadi Lapangan Padel, Dulunya TPS Sampah Warga
Megapolitan

Lahan Pemprov DKI di Kembangan Jadi Lapangan Padel, Dulunya TPS Sampah Warga

oleh Editor : Affandy
10 September 2026
Kurir Sabu di Cilincing Ditangkap, Mengaku Dapat Upah dan Narkoba Gratis
Megapolitan

Kurir Sabu di Cilincing Ditangkap, Mengaku Dapat Upah dan Narkoba Gratis

oleh Editor : Affandy
9 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Adu Akting dengan Tokoh Parewa di Film ‘Urang Bunian’, Dimas Aditya Ngaku Sempat Nervous

Adu Akting dengan Tokoh Parewa di Film ‘Urang Bunian’, Dimas Aditya Ngaku Sempat Nervous

11 September 2026
SERANGAN MENDADAK: Sebanyak lima orang tewas dan 67 lainnya terluka setelah drone Rusia menghantam pusat perbelanjaan di Pavlohrad, wilayah Dnipropetrovsk, Ukraina. (Foto: REUTERS/STATE EMERGENCY SERVICE OF UKRAI)

Drone Rusia Hantam Mal di Ukraina, Lima Orang Tewas

11 September 2026
Bastian Steel Harus Jadi Playboy, Dinda Mahira Justru Jadi Penengah di Penghuni Rumah Warisan

Bastian Steel Harus Jadi Playboy, Dinda Mahira Justru Jadi Penengah di Penghuni Rumah Warisan

11 September 2026
PRCI Dorong Sekolah Hargai Hak Cipta dan Royalti Penulis Buku

PRCI Dorong Sekolah Hargai Hak Cipta dan Royalti Penulis Buku

11 September 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4475 shares
    Share 1790 Tweet 1119
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    858 shares
    Share 343 Tweet 215
  • 3 Motor Listrik Bertenaga Buas yang Diklaim Bisa Menandingi Motor 250cc

    324 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Suami Leni Mariska Angkat Bicarakan Tuduhan Podcast: Dari Klaim Nafkah Kurang Hingga Laporan Pemalsuan Dokumen

    323 shares
    Share 129 Tweet 81
  • Kecelakaan Beruntun di Kembangan Jakbar Tewaskan Sekeluarga, Libatkan 5 Kendaraan

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya