Senin, 12 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Film dan Musik

Gilang Ramadhan Kumpulkan Ritme Musik dari Aceh hingga Papua, Perpusnas Dorong Jadi Inspirasi Karya Baru

Editor : Akula oleh Editor : Akula
3 Oktober 2026
in Film dan Musik
A A
0
Gilang Ramadhan Kumpulkan Ritme Musik dari Aceh hingga Papua, Perpusnas Dorong Jadi Inspirasi Karya Baru

Gilang Ramadhan mendokumentasikan sekitar 100 ritme musik tradisional dari berbagai daerah (Foto. Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, Jakarta – Beragam bunyi dan ketukan musik tradisional Indonesia menjadi perhatian musisi Gilang Ramadhan selama puluhan tahun berkesenian. Dari perjalanan ke sejumlah daerah, ia menemukan kekayaan ritme yang berbeda-beda, termasuk dalam wilayah yang masih berada di satu kawasan.

Pengalaman tersebut kemudian mendorong Gilang mendokumentasikan sekitar 100 ritme musik tradisional dari berbagai daerah. Catatan itu selanjutnya dikembangkan dalam bentuk digital melalui gagasan yang ia sebut Sawah Rhythm.

Bagi Gilang, dokumentasi musik tradisional memiliki fungsi lebih luas daripada sekadar menyimpan catatan masa lalu. Ritme yang sudah dikumpulkan menurutnya perlu kembali digunakan agar dapat membuka kemungkinan lahirnya karya-karya baru.

“Yang saya inginkan adalah bergairah, dimainkan, diciptakan, memberikan inspirasi bagi anak-anak muda supaya bisa berkreasi dengan catatan Sawah Rhythm,” ujarnya.

Artikel Terkait

Gabriel Prince Ajak Anak Muda Bicara Prinsip Hidup di Panggung Sumpah Pemuda

Gelar Konser “Harapan dalam Harmoni”, Nada Kasih Galang Donasi Kesehatan Anak Tembus Rp400 Juta

Yasamin Jasem Kuras Tenaga demi Perankan Hantu Cerewet di Film Ghosting

Gilang mengatakan ketertarikannya pada musik perkusi membawanya menjelajahi berbagai wilayah Indonesia. Perjalanan dari Aceh hingga Papua memperlihatkan kepadanya betapa beragamnya pola ketukan yang berkembang di masyarakat.

Bahkan, perbedaan ritme tidak selalu terjadi antardaerah. Dalam pengalamannya, satu desa dengan desa lainnya di Papua dapat memiliki pola ketukan yang berbeda.

“Ribuan. Karena memang ketukan setiap daerah berbeda. Bahkan di Papua, beda desa sudah beda ketukan,” jelas Gilang.

Pengalaman Gilang tersebut menjadi bagian dari Kelas Literasi Budaya Nusantara #3: Musik Tradisional Sawah Rhythm yang digelar Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) pada Jumat (2/10/2026).

Kegiatan itu sekaligus menjadi bagian dari pengenalan konsep Human Library yang dikembangkan Perpusnas. Melalui konsep tersebut, seseorang dengan pengalaman dan pengetahuan tertentu dapat menjadi sumber belajar yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas, Suharyanto, mengatakan konsep Human Library memperluas cara perpustakaan menghadirkan pengetahuan kepada masyarakat.

“Perpustakaan Nasional tidak hanya sebagai jajaran koleksi, tetapi sebagai ruang hidup, ruang kreativitas,” ujarnya.

Menurut Suharyanto, pengalaman para pelaku seni dan budaya dapat menjadi bagian dari sumber pengetahuan yang dibagikan dan dibicarakan bersama masyarakat. Pendekatan tersebut juga memberi ruang bagi Perpusnas untuk mempertemukan masyarakat dengan para pelaku yang memiliki pengalaman langsung di bidangnya.

Dalam konteks musik tradisional, pengalaman Gilang memperlihatkan bagaimana sebuah pengetahuan yang awalnya diperoleh dari perjalanan dan interaksi di berbagai daerah dapat dicatat, didokumentasikan, kemudian dibuka kembali untuk dipelajari dan dikembangkan.

Melalui pendekatan tersebut, Perpusnas tidak hanya menghadirkan informasi mengenai kebudayaan, tetapi juga mempertemukan masyarakat dengan orang-orang yang mengalami dan mempraktikkan pengetahuan tersebut secara langsung. (BRG/Kul)

Topik: Gilang ramadhanPerpusnas

TerkaitBerita

Gabriel Prince Ajak Anak Muda Bicara Prinsip Hidup di Panggung Sumpah Pemuda
Film dan Musik

Gabriel Prince Ajak Anak Muda Bicara Prinsip Hidup di Panggung Sumpah Pemuda

oleh Editor : Akula
12 Oktober 2026
Gelar Konser “Harapan dalam Harmoni”, Nada Kasih Galang Donasi Kesehatan Anak Tembus Rp400 Juta
Film dan Musik

Gelar Konser “Harapan dalam Harmoni”, Nada Kasih Galang Donasi Kesehatan Anak Tembus Rp400 Juta

oleh Editor : Akula
12 Oktober 2026
Yasamin Jasem Kuras Tenaga demi Perankan Hantu Cerewet di Film Ghosting
Film dan Musik

Yasamin Jasem Kuras Tenaga demi Perankan Hantu Cerewet di Film Ghosting

oleh Editor : Akula
10 Oktober 2026
Baskara Mahendra Jadi Perias Jenazah yang Dihantui Arwah Influencer di Film GHOSTHING
Film dan Musik

Baskara Mahendra Jadi Perias Jenazah yang Dihantui Arwah Influencer di Film GHOSTHING

oleh Editor : Akula
10 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Whales: Giants of the Ocean

12 September 2026

Whales: Giants of the Ocean

12 September 2026
Gabriel Prince Ajak Anak Muda Bicara Prinsip Hidup di Panggung Sumpah Pemuda

Gabriel Prince Ajak Anak Muda Bicara Prinsip Hidup di Panggung Sumpah Pemuda

12 Oktober 2026
IISE 2026 Hadirkan 200 Inovasi BRIN dan Beragam Program Sains Interaktif

IISE 2026 Hadirkan 200 Inovasi BRIN dan Beragam Program Sains Interaktif

12 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4992 shares
    Share 1997 Tweet 1248
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1035 shares
    Share 414 Tweet 259
  • Pemilahan Sampah Warga Rorotan Tembus 90 Persen, Biodigester Olah 1,2 Ton Sampah per Hari

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Jorge Jesus Enggan Menambah Besar Polemik Dengan Cristiano Ronaldo

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Real Madrid Buang Antonio Rudiger di Musim 2027/2028

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya