Sabtu, 3 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Film dan Musik

Gilang Ramadhan Kumpulkan Ritme Musik dari Aceh hingga Papua, Perpusnas Dorong Jadi Inspirasi Karya Baru

Editor : Akula oleh Editor : Akula
3 Oktober 2026
in Film dan Musik
A A
0
Gilang Ramadhan Kumpulkan Ritme Musik dari Aceh hingga Papua, Perpusnas Dorong Jadi Inspirasi Karya Baru

Gilang Ramadhan mendokumentasikan sekitar 100 ritme musik tradisional dari berbagai daerah (Foto. Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, Jakarta – Beragam bunyi dan ketukan musik tradisional Indonesia menjadi perhatian musisi Gilang Ramadhan selama puluhan tahun berkesenian. Dari perjalanan ke sejumlah daerah, ia menemukan kekayaan ritme yang berbeda-beda, termasuk dalam wilayah yang masih berada di satu kawasan.

Pengalaman tersebut kemudian mendorong Gilang mendokumentasikan sekitar 100 ritme musik tradisional dari berbagai daerah. Catatan itu selanjutnya dikembangkan dalam bentuk digital melalui gagasan yang ia sebut Sawah Rhythm.

Bagi Gilang, dokumentasi musik tradisional memiliki fungsi lebih luas daripada sekadar menyimpan catatan masa lalu. Ritme yang sudah dikumpulkan menurutnya perlu kembali digunakan agar dapat membuka kemungkinan lahirnya karya-karya baru.

“Yang saya inginkan adalah bergairah, dimainkan, diciptakan, memberikan inspirasi bagi anak-anak muda supaya bisa berkreasi dengan catatan Sawah Rhythm,” ujarnya.

Artikel Terkait

JWC 2026 Hadirkan Sinematografer Fjord untuk Berbagi Pengalaman di Jakarta

Jadi Pemeran Utama Serial ‘Suara Hati’, Dewi Perssik Buka-Bukan Soal Karakter Melodi dan Kehidupan Nyata

6 Bulan Pascaoperasi, Nita Thalia Ungkap Perubahan Wajahnya

Gilang mengatakan ketertarikannya pada musik perkusi membawanya menjelajahi berbagai wilayah Indonesia. Perjalanan dari Aceh hingga Papua memperlihatkan kepadanya betapa beragamnya pola ketukan yang berkembang di masyarakat.

Bahkan, perbedaan ritme tidak selalu terjadi antardaerah. Dalam pengalamannya, satu desa dengan desa lainnya di Papua dapat memiliki pola ketukan yang berbeda.

“Ribuan. Karena memang ketukan setiap daerah berbeda. Bahkan di Papua, beda desa sudah beda ketukan,” jelas Gilang.

Pengalaman Gilang tersebut menjadi bagian dari Kelas Literasi Budaya Nusantara #3: Musik Tradisional Sawah Rhythm yang digelar Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) pada Jumat (2/10/2026).

Kegiatan itu sekaligus menjadi bagian dari pengenalan konsep Human Library yang dikembangkan Perpusnas. Melalui konsep tersebut, seseorang dengan pengalaman dan pengetahuan tertentu dapat menjadi sumber belajar yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas, Suharyanto, mengatakan konsep Human Library memperluas cara perpustakaan menghadirkan pengetahuan kepada masyarakat.

“Perpustakaan Nasional tidak hanya sebagai jajaran koleksi, tetapi sebagai ruang hidup, ruang kreativitas,” ujarnya.

Menurut Suharyanto, pengalaman para pelaku seni dan budaya dapat menjadi bagian dari sumber pengetahuan yang dibagikan dan dibicarakan bersama masyarakat. Pendekatan tersebut juga memberi ruang bagi Perpusnas untuk mempertemukan masyarakat dengan para pelaku yang memiliki pengalaman langsung di bidangnya.

Dalam konteks musik tradisional, pengalaman Gilang memperlihatkan bagaimana sebuah pengetahuan yang awalnya diperoleh dari perjalanan dan interaksi di berbagai daerah dapat dicatat, didokumentasikan, kemudian dibuka kembali untuk dipelajari dan dikembangkan.

Melalui pendekatan tersebut, Perpusnas tidak hanya menghadirkan informasi mengenai kebudayaan, tetapi juga mempertemukan masyarakat dengan orang-orang yang mengalami dan mempraktikkan pengetahuan tersebut secara langsung. (BRG/Kul)

Topik: Gilang ramadhanPerpusnas

TerkaitBerita

JWC 2026 Hadirkan Sinematografer Fjord untuk Berbagi Pengalaman di Jakarta
Film dan Musik

JWC 2026 Hadirkan Sinematografer Fjord untuk Berbagi Pengalaman di Jakarta

oleh Editor : Akula
3 Oktober 2026
Jadi Pemeran Utama Serial ‘Suara Hati’, Dewi Perssik Buka-Bukan Soal Karakter Melodi dan Kehidupan Nyata
Film dan Musik

Jadi Pemeran Utama Serial ‘Suara Hati’, Dewi Perssik Buka-Bukan Soal Karakter Melodi dan Kehidupan Nyata

oleh Editor : Akula
2 Oktober 2026
6 Bulan Pascaoperasi, Nita Thalia Ungkap Perubahan Wajahnya
Film dan Musik

6 Bulan Pascaoperasi, Nita Thalia Ungkap Perubahan Wajahnya

oleh Editor : Akula
30 September 2026
Venly Arauna Sampai Tak Sanggup Buka Mata Saat Syuting Kuasa Gelap: Perjanjian Darah
Film dan Musik

Venly Arauna Sampai Tak Sanggup Buka Mata Saat Syuting Kuasa Gelap: Perjanjian Darah

oleh Editor : Akula
29 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

JWC 2026 Hadirkan Sinematografer Fjord untuk Berbagi Pengalaman di Jakarta

JWC 2026 Hadirkan Sinematografer Fjord untuk Berbagi Pengalaman di Jakarta

3 Oktober 2026
Saksi Tak Hadir, Sidang Kasus Dokter Richard Lee Ditunda Pekan Depan

Kuasa Hukum Richard Lee Protes Alokasi Waktu Sidang

2 Oktober 2026
Akses Bacaan Belum Merata, CIA Fest 2026 Dorong Pemenuhan Hak Baca Anak

Akses Bacaan Belum Merata, CIA Fest 2026 Dorong Pemenuhan Hak Baca Anak

2 Oktober 2026
Jasa Raharja Hadirkan Fitur Jaminanku di My Jasfren untuk Cek Informasi Jaminan dan Plafon Santunan Luka-Luka

Jasa Raharja Hadirkan Fitur Jaminanku di My Jasfren untuk Cek Informasi Jaminan dan Plafon Santunan Luka-Luka

2 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4845 shares
    Share 1938 Tweet 1211
  • Membawa Pulang Standar Dunia ke Sekolah Menengah Kejuruan

    371 shares
    Share 148 Tweet 93
  • Raffi Ahmad Rela Gelontorkan Biaya Fantastis Puluhan Miliar Demi Hak Siar Persib dan Borneo FC di ASEAN Club Championship

    370 shares
    Share 148 Tweet 93
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    986 shares
    Share 394 Tweet 247
  • Juventus Incar Mateo Kovacic di Bursa Musim Panas

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya