koranindopos.com – Jakarta. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu (1/4/2026), seiring sentimen positif dari pasar global. Penguatan ini dipicu oleh sinyal dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengindikasikan upaya untuk menghentikan konflik dengan Iran.
Kabar tersebut langsung disambut positif oleh pelaku pasar, mendorong penguatan tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di berbagai bursa saham Asia.
Berdasarkan data perdagangan RTI Business pada pukul 09.52 WIB, IHSG tercatat menguat 1,68% ke level 7.164,79. Bahkan, pada sesi awal perdagangan, indeks sempat melonjak lebih dari 2% dan menyentuh level 7.207,16.
Pergerakan ini menunjukkan optimisme investor yang kembali meningkat setelah adanya harapan meredanya tensi geopolitik global.
Penguatan IHSG sejalan dengan tren positif di kawasan Asia. Sejumlah indeks utama mencatat kenaikan signifikan, di antaranya:
- Nikkei 225 naik 4,04% ke level 53.128,30
- Hang Seng Index menguat 2,18% ke level 25.332,72
Kenaikan serempak ini mencerminkan respons global terhadap potensi meredanya konflik antara Amerika Serikat dan Iran, yang selama ini menjadi salah satu faktor utama ketidakpastian pasar.
Hubungan antara Amerika Serikat dan Iran selama ini kerap memengaruhi stabilitas pasar keuangan global, terutama terkait harga minyak dan keamanan jalur perdagangan internasional.
Sinyal perdamaian dari Donald Trump dinilai mampu meredakan kekhawatiran investor, sehingga meningkatkan minat terhadap aset berisiko seperti saham.
Penguatan IHSG dan bursa Asia hari ini menjadi indikasi bahwa investor mulai kembali percaya diri terhadap kondisi pasar. Jika sentimen positif ini berlanjut, bukan tidak mungkin indeks saham akan terus bergerak di zona hijau dalam beberapa waktu ke depan.
Namun demikian, pelaku pasar tetap disarankan untuk mencermati perkembangan geopolitik dan ekonomi global yang masih dinamis.(dhil)










