koranindopos.com – Jakarta. Jam tangan menjadi salah satu item fashion yang kian banyak digandrungi oleh hampir semua kalangan. Selain mampu menunjang penampilan secara keseluruhan, jam tangan ternyata bisa jadi investasi yang menjanjikan.
Tapi, ada beberapa kriteria jam yang masuk dalam jajaran layak investasi. Tentunya, harus branded dan harga beli juga selangit.
Karena harga belinya yang tidak murah, kamu harus pandai memilih merek jam yang akan kamu investasikan. Ada merek-merek tertentu yang mudah dijual kembali dengan harga tinggi.
1. Sesuai kebutuhan
Tips pertama yang sebaiknya kamu lakukan adalah memilih jam sesuai kebutuhan. Pikirkan secara matang apakah jam tersebut akan digunakan untuk kegiatan sehari-hari, atau untuk keperluan acara tertentu.
“Jam tangan itu ada dua jenis, yang berbasis quartz (menggunakan baterai) dan mechanic. Untuk pemula sebaiknya, pilih yang quartz karena lebih praktis,” ujar Nouval selaku Brand Manager Oris Indonesia, belum lama ini.
Namun seiring berjalannya waktu, lanjut Nouval, jam tangan berbasis mechanic bisa jadi pilihan utama karena dari segi tampilan dan kualitas jauh lebih elegan, terlihat mewah, dan menarik. “Pecinta jam itu biasanya lebih fanatik. Mereka lebih suka mekanik karena menurut mereka quartz sudah tidak relevan lagi,” paparnya.
Salah satu contoh jam yang cocok untuk investasi adalah Oris Big Crown Pointer Calibre 403, yang baru saja hadir dengan sentuhan baru dan desain yang timeless. Jam tangan yang diperkenalkan pertama kali pada 1938 ini memiliki dua keunikan yang sangat ikonik.
Crownnya berdiameter lebar dan jarum tengah berwarna merah yang berfungsi sebagai penunjuk tanggal di tepi dial.
2. Sesuaikan dengan budget
Bila menilik penjelasan di atas, jam tangan berkonsep mechanic memang terdengar menggiurkan. Tapi jangan buru-buru membelinya ya!
Sesuaikan dengan budget kamu. Jam tangan berbasis quartz sejatinya lebih ‘murah’ dibandingkan dengan jam tangan berbasis mechanic.
“Di kami sendiri, paling murah ada yang 20 jt dan itu juga bisa banget buat invest. Karena harga jam semakin naik tiap tahun,” kata Nouval.
Apalagi, lanjutnya, jika jamnya limited edition, special edition, dan Swiss made (dibuat di Swiss). “Itu susah didapatkan karena masuk ke Indonesia juga jarang. Jadi demandnya semakin tinggi harga pun semakin naik,” bebernya.
3. Selaraskan dengan outfit
Tips yang tidak kalah pentingnya adalah melihat desain dari jam tangan itu sendiri. Beberapa jam tangan memiliki warna dial yang berbeda-beda, sehingga dapat memengaruhi penampilan outfit kamu secara keseluruhan.
“Saya sendiri lebih memperhatikan warna dialnya saat hendak membeli jam, karena akan kita pakai sehari-hari. Kalau tidak cocok dengan outfit kita itu akan sayang banget untuk kita beli,” jelas Nouval.
Sementara untuk strapnya, harus disesuaikan dengan aktivitas masing-masing. Ada dua jenis strap yang direkomendasikan yakni, bracelet dan rubber.
“Bracelet itu lebih cocok untuk indoor atau acara-acara formal. Kalau rubber lebih pas digunakan untuk outdoor karena lebih aman kalau misalnya tergesek dengan benda asing,” tuntasnya.
Yang tidak kalah penting, jam mewah yang juga ditujukan untuk investasi harus dirawat dengan benar. Sehingga, ketika dijual kembali, harga tidak anjlok, dan kamu bisa mereguk cuan besar.
1. Selalu gunakan kotak jam untuk menyimpan koleksi jam mahal
Untuk membuat jam tangan mewah kamu bertahan lebih lama, maka simpan jam tangan dengan baik saat tidak memakainya. Jangan biarkan jam tangan kamu tergeletak sembarangan di kamar atau dapur.
Nah, cara terbaik untuk menjaganya dari risiko rusak menyimpan jam tangan dengan benar di dalam kotak khusus jam tangan, dan pastikan kotak tersebut tertutup rapat. Selain itu, pastikan penyimpanan yang digunakan memiliki ruang yang cukup untuk setiap jam tangan.
2. Rajin dibersihkan
Bersihkan jam tangan sesering mungkin. Ambil kain lembut dan bersihkan pita dan casing untuk menghilangkan kotoran atau debu.
Rendam arloji dalam sabun dan air setiap satu bulan sekali untuk menghilangkan kotoran. Jika memungkinkan, gunakan sikat gigi yang lembut dan cobalah untuk membersihkan bagian casing yang sulit dijangkau.
Kamu bisa gunakan cairan pembersih khusus untuk merawat case material jam tangan. Dalam beberapa kasus, kotoran yang menumpuk dapat merusak jam tangan.
3. Servis jam secara berkala
Tips selanjutnya adalah memastikan bahwa kamu rutin membawa jam tangan ke servis khusus jam tangan. Pasalnya, jam tangan mewah juga memerlukan perawatan untuk menjaga performanya.
Servis tergantung pada seberapa sering jam tangan dipakai dan bagaimana cara menyimpannya saat tidak digunakan. Jangan sampai kamu membuka atau membongkar jam tangan sendiri.
Dengan melakukan servis secara teratur, kamu bisa megetahui bagian mana saja yang mungkin telah aus sehingga dapat diganti. Setelah melalui serangkaian proses servis, mesin jam kemudian dipasang kembali, gasket (cincin kecil yang membentuk segel).
Selain itu, kamu juga bisa memastikan ketahanan air pada jam tangan tetap berfungsi dan menguji akurasinya. Umumnya, maintenance jam tangan dilakukan setiap dua hingga tiga tahun untuk jam tangan kuarsa, dan tiga hingga empat tahun untuk jam tangan mekanis.
4. Jauhkan dari magnet
Magnetisme selalu menjadi masalah di dunia arloji mekanis. Oleh karena itu, ada baiknya jika menjauhi barang-barang sehari-hari, seperti speaker, lemari es, atau pengait magnet di tas saat mengenakan jam tangan atau arloji berharga.
Menempatkan jam tangan atau arloji di dekat komputer atau tablet juga tidak bagus karena ada magnet yang kuat di dalam gadget. Motor listrik atau bahkan magnet terkecil suka mengganggu komponen kecil yang berdetak di dalam jam tanganmu.
Hal ini membuat jam tangan kamu berjalan lebih cepat, lebih lambat, atau bahkan mati.
5. Jauhkan dari paparan matahari saat disimpan
Jauhkan penyimpanan jam dari paparan sinar matahari. Terutama, jika jam tangan kamu berlapis atau memiliki tali kulit yang bisa berubah warna.
Selain itu, panas matahari juga dapat mempersingkat masa pakai baterai. Jadi, sebisa mungkin hindari pemakaian jam tangan mewah di luar ruangan terlalu sering atau menaruhnya di bawah bawah sinar matahari langsung terlalu lama. (hai)















