koranindopos.com – Jakarta. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menggandeng Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dalam upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang bekerja di luar negeri.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan, perguruan tinggi dan pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan lulusan dengan kualifikasi yang sesuai standar internasional. Dengan demikian, lulusan Indonesia diharapkan mampu bersaing di pasar kerja global.
“Kami di pendidikan tinggi dapat menyiapkan SDM-SDM kita di perguruan tinggi maupun perguruan tinggi vokasi agar memiliki kualifikasi dan standar internasional, sehingga lulusan universitas maupun vokasi dapat bekerja di tingkat internasional,” ujar Brian, Rabu (24/12/2025).
Ia menegaskan, kolaborasi lintas kementerian ini menjadi penting untuk menunjukkan bahwa kualitas SDM Indonesia tidak kalah dengan negara lain. Melalui kerja sama tersebut, para pekerja migran Indonesia diharapkan mampu menjadi representasi positif bangsa di kancah internasional.
Salah satu fokus yang akan diperkuat adalah peningkatan kemampuan bahasa bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI). Brian menilai, penguatan ini sejalan dengan konsep brain circulation, yakni memanfaatkan pengalaman global para pekerja migran sebagai modal pembangunan SDM nasional di masa depan.
“SDM kita yang bekerja di perusahaan global kelas dunia nantinya bisa menjadi duta bangsa dan ketika Indonesia terus maju, mereka sudah memiliki pengalaman yang dibutuhkan,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin menuturkan, kerja sama ini merupakan langkah penguatan dari sisi hulu dalam menyiapkan pekerja migran berkualitas sesuai tuntutan pasar kerja global.
Ia menyoroti masih adanya kesenjangan antara keluaran pendidikan menengah dan tinggi dengan kompetensi yang dibutuhkan di luar negeri. Oleh karena itu, kolaborasi ini disebut sebagai implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas SDM pekerja migran, khususnya pada level menengah dan tinggi.
“MoU hari ini menjadi strategis karena kami melakukan pemetaan ruang kerja luar negeri dan kompetensi yang dibutuhkan, lalu menjembatani dengan Kemdiktisaintek. Kita ingin membangun satu sistem pengelolaan dan ekosistem yang terintegrasi dari hulu sampai ke hilir,” tutur Mukhtarudin.
Dengan sinergi ini, pemerintah berharap dapat menciptakan sistem penyiapan pekerja migran yang lebih terarah, terstandar, dan berdaya saing global. (hai)










