Minggu, 21 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home tidak kategori

Kemkominfo dan Kemendikbud Ristekdikti Latih Tenaga Pendidik Lewat Kelas Mengajar Online

Editor : Akula oleh Editor : Akula
9 Oktober 2021
in tidak kategori, Nasional
A A
0
Kemkominfo dan Kemendikbud Ristekdikti Latih Tenaga Pendidik Lewat Kelas Mengajar Online
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, koranindopos.com – Dalam mewujudkan proses pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan, peran komunikasi dan kemampuan public speaking sangatlah penting. Untuk itu, dalam rangka mendukung terciptanya hal tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama GNLD Siberkreasi, dan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristekdikti) menyelenggarakan rangkaian Kelas Mengajar Online Sesi II dengan tema “Public Speaking untuk Tenaga Pendidik”, pada Kamis, 7 Oktober 2021.

Kelas Mengajar Online tersebut dilaksanakan melalui aplikasi Zoom Webinar, serta disiarkan secara live streaming melalui kanal YouTube Siberkreasi, Kemkominfo TV, Direktorat Pendidikan Sekolah Dasar, Pendidikan.id, serta Facebook Page Siberkreasi.

Narasumber yang hadir mengisi materi tentang public speaking adalah Nadia Mulya (Fasilitator & Founder CommPassion), dan dimoderatori oleh Harya Rifky Pratama, serta hadir pula untuk memberikan sambutan Dirjen PAUD, Dikdas & Dikmen Kemendikbud Ristekdikti, Jumeri, S.TP., M.Si., dan Dirjen Aptika Kemkominfo, Semuel A. Pangerapan, B.Sc., sebagai keynote speaker.

Dalam menyongsong era Industri 4.0, kemampuan berkomunikasi atau public speaking menjadi ujung tombak bagi pendidik dan peserta didik. Tidak hanya sekedar memperlancar komunikasi dan interaksi dengan sesama manusia, tetapi keterampilan public speaking akan mendukung kesuksesan dalam dunia pendidikan dan pembelajaran, mendukung kinerja dan meningkatkan prestasi kerja serta karir, juga berdampak positif terhadap citra diri, integritas dan kredibilitas.

Artikel Terkait

Saatnya Mahasiswa Kembali Membahas Arah Pembangunan Indonesia

Prabowo Instruksikan Persiapan Matang Timnas Indonesia Menuju Kualifikasi Piala Dunia 2030

DPR Siapkan Revisi UU untuk Atasi Persoalan Guru Honorer dan Kekurangan Tenaga Pendidik

Dirjen Jumeri dalam sambutannya mengatakan jika pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas terutama bagi para pendidik merupakan langkah mutlak yang harus dilakukan guna menghadapi tantangan era industri 4.0. Tidak hanya mengandalkan kemampuan akademis dan mengajar saja, kualitas tenaga pendidik di Indonesia juga perlu dibarengi melalui berbagai soft skill guna meningkatkan kecerdasan emosional yang telah mampu membawa putra-putri terbaik Indonesia menjadi generasi unggul dan maju.

“Salah satu soft skill yang perlu dibekali kepada tenaga pendidik adalah public speaking. Ini merupakan sebuah kunci untuk dapat menyampaikan informasi, ide, gagasan, serta ilmu. Dengan adanya kemampuan public speaking yang baik dan mumpuni tentunya akan memudahkan dalam menyampaikan visi dan gagasannya serta dapat meyakinkan kepada audience-nya,” kata Dirjen Jumeri.

Dirjen Semuel juga memberikan sambutannya dan menjelaskan bahwa untuk menghadapi hal tersebut, semua pihak harus mempercepat kerja sama dalam mewujudkan agenda transformasi digital Indonesia. Salah satu pilar pentingnya adalah dengan menciptakan masyarakat digital, di mana kemampuan literasi digital masyarakat memegang peranan penting di dalamnya.

“Kemampuan literasi digital merupakan kemampuan yang paling krusial dalam menghadapi perkembangan teknologi saat ini, untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang tidak hanya mengenal teknologi, namun juga cermat dalam menggunakannya,” ujar Dirjen Semuel.

Aspek-Aspek Dalam Public Speaking

Nadia Mulya memulai pemaparannya dengan menjelaskan bahwa tenaga pendidik adalah sebagai sender atau yang memberikan informasi. Ia juga menjelaskan bahwa ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan untuk mengasah kemampuan public speaking yang ia istilahkan dengan YMCA (Yourself, Message, Channel, Audience).

Yourself artinya diri sendiri atau yang menyampaikan pesan, lalu Message adalah pesan yang ingin disampaikan, Channel adalah kanal atau saluran untuk menyampaikan pesan tersebut, dan Audience adalah yang menerima pesan.

“Hal paling basic yang perlu ada dalam public speaking adalah dengan mulai memanaskan dan mempersiapkan alat vokal, pahami grogi, dan mulailah belajar menguasai komunikasi verbal dan nonverbal,” kata Nadia.

Nadia juga menambahkan jika dalam public speaking kata-kata itu hanya 7% kontribusinya, 38%-nya adalah vocal dan sisanya 55% adalah body language, ekspresi, gestur dan penampilan. Hal ini perlu diperhatikan dan diterapkan guna meningkatkan rasa kepercayaan diri serta informasi yang tersampaikan pun akan lebih jelas.

Generasi Z dan Kemampuan Literasi Digital

Nadia juga mengatakan jika peserta didik yang dalam Generasi Z saat ini lahir dengan kondisi digital yang luar biasa, dan kemampuan mereka sudah mumpuni. Menurutnya, tenaga pendidik bisa mempersilahkan mereka untuk semakin menggali informasi.

“Sebagai tenaga pendidik, yang harus kita lakukan adalah dengan memprovokasi pemikiran mereka dan membuat rasa penasaran. Misalnya dengan memberikan beberapa fakta yang unik dan menarik, karena dengan itu biasanya para peserta didik akan terpacu untuk ingin tahu atau biasa disebut kepo, sehingga biasanya mereka akan melakukan sebuah riset atau mencari fakta yang sebenarnya.” jelas Nadia. (rls-byu)

TerkaitBerita

Saatnya Mahasiswa Kembali Membahas Arah Pembangunan Indonesia
Nasional

Saatnya Mahasiswa Kembali Membahas Arah Pembangunan Indonesia

oleh Editor : Affandy
21 Juni 2026
Prabowo Instruksikan Persiapan Matang Timnas Indonesia Menuju Kualifikasi Piala Dunia 2030
Nasional

Prabowo Instruksikan Persiapan Matang Timnas Indonesia Menuju Kualifikasi Piala Dunia 2030

oleh Editor : Affandy
20 Juni 2026
Guru Madrasah
Nasional

DPR Siapkan Revisi UU untuk Atasi Persoalan Guru Honorer dan Kekurangan Tenaga Pendidik

oleh Editor : Hairul
20 Juni 2026
KETERANGAN PERS: Dirkrimum Polda Metro Jaya (PMJ) Kombes Pol Iman Imanuddin memberikan keterangan terkait penangkapan Roy Suryo dan dr Tifa dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Jumat (19/6/2026). (Foto: PMJ)
Nasional

Dirkrimum PMJ Jamin Hak dan Kewajiban Roy Suryo dan Dr Tifa Terlindungi

oleh Editor : Memoarto
20 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

iCAR V23 Raih Red Dot Award Design Concept 2026, Tegaskan Keunggulan Desain Klasik Berkarakter

iCAR V23 Raih Red Dot Award Design Concept 2026, Tegaskan Keunggulan Desain Klasik Berkarakter

21 Juni 2026
Menaker Tekankan Pentingnya Menyiapkan Generasi Masa Depan Hadapi Dunia Kerja Baru

Menaker Tekankan Pentingnya Menyiapkan Generasi Masa Depan Hadapi Dunia Kerja Baru

21 Juni 2026
Hadir di PENAS Petani Nelayan 2026 Gorontalo, BULOG Komitmen Wujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan

Hadir di PENAS Petani Nelayan 2026 Gorontalo, BULOG Komitmen Wujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan

21 Juni 2026
SANKSI BERAT: Pembalap Aprilia Racing Marco Bezzecchi mencium motor Aprilia RS-GP25. (Foto Ilustrasi: ANTARA/X/MotoGP)

Marco Bezzecchi Kena Sanksi Berat Setelah Pukul Marshal

21 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3508 shares
    Share 1403 Tweet 877
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    433 shares
    Share 173 Tweet 108
  • Satu Pelari Meninggal di BTN Jakarta International Marathon 2026, Risiko Lomba Jarak Jauh Kembali Jadi Sorotan

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Konsumen Protes Modernland Cilejit, Progres Podomoro Tenjo Signifikan

    370 shares
    Share 148 Tweet 93
  • Jetour T1 i-DM Resmi Meluncur di Indonesia, SUV Plug-in Hybrid Siap Tantang Kompetitor di Segmen Urban Adventure

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya