Rabu, 10 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Opini

Ketika Timur Mengajarkan Dunia tentang Damai

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
14 Oktober 2025
in Opini
A A
0
Gencatan Senjata
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh :  M. Adib Abdushomad, M.Ag, M.Ed, Ph.D

koranindopos.com – Jakarta. Presiden Prabowo Subianto menyerukan gencatan senjata permanen di Gaza dalam pidatonya di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-79 di New York, pekan lalu. Dengan gaya bicara yang khas dan tegas dalam podium tersebut diingakan pesan yang menyentuh jantung semua kemanusiaan. All religions, we must live as one human family, Indonesia is committed to making this vision a reality. Lets us work towards this noble goal. Seruan tersebut datang di tengah meningkatnya ketegangan global yang dipicu konflik berkepanjangan di Timur Tengah, krisis kemanusiaan di Gaza, serta ancaman disintegrasi sosial di berbagai kawasan dunia. Kini ada secercah harapan itu ada karena sudah ada draft kesepakatan perdamaian untuk Gaza dan Israel dan sesuai dengan komitmen untuk mencapai visi tersebut Presiden Prabowo akan menghadiri KTT Perdamaian Gaza di Mesir.

Pidato dan komitmen yang disampaikan dan dipegang oleh Prabowo bukan hanya representasi posisi diplomatik Indonesia, melainkan cerminan nilai dasar kebangsaan yang telah diwariskan sejak awal berdirinya republik ini: menentang penjajahan, menjunjung kemanusiaan, dan memelihara perdamaian dunia. Sejak Konferensi Asia-Afrika 1955 di Bandung, Indonesia memang dikenal sebagai salah satu kekuatan moral global yang memperjuangkan dekolonisasi dan keadilan internasional. Kini, di tengah kekacauan geopolitik yang kian kompleks, pesan yang sama kembali disuarakan: bahwa perdamaian tidak lahir dari dominasi kekuatan, tetapi dari keadilan dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Bagi Indonesia, seruan damai itu juga memiliki makna domestik yang dalam. Di tengah keberagaman yang sangat besar, bangsa ini telah membuktikan bahwa perbedaan dapat dikelola tanpa menimbulkan perpecahan. Di saat banyak negara berpenduduk majemuk gagal menjaga kohesi sosial, Indonesia masih mampu mempertahankan stabilitas, bahkan menjadikan pluralitas sebagai kekuatan. Dengan demikian, posisi Indonesia di panggung dunia bukan sekadar penengah, tetapi juga teladan nyata bahwa perdamaian global berakar dari keberhasilan membangun harmoni di dalam negeri.

Artikel Terkait

Perlukah TKA untuk Pembelajaran Mendalam?

Fakta di Balik Program ”Stimulan” Perumahan Swadaya

Arsitektur Baru Keadilan Pajak

Indonesia, Teladan dari Keberagaman

Ketika dunia masih dilanda krisis identitas dan polarisasi berbasis keyakinan, Indonesia justru tampil sebagai pengecualian. Dalam Global Peace Index 2024, sebagian besar konflik di dunia berakar pada isu agama dan etnis. Namun di tanah air, fondasi kebinekaan yang dirajut sejak awal kemerdekaan terus menjadi jangkar sosial bangsa. Meskipun terdapat gesekan di sejumlah daerah, semangat persaudaraan antarumat tetap lebih kuat dibanding api perpecahan.

Di berbagai penjuru negeri, upaya menjaga kerukunan telah menemukan bentuk kelembagaan yang unik. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menjadi salah satu model paling efektif dalam merawat perdamaian sosial di tingkat lokal. Saat ini tercatat 512 FKUB kabupaten dan kota serta 38 FKUB di tingkat provinsi. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas administratif, tetapi bekerja nyata sebagai mediator ketika benih konflik muncul. Di Ambon dan Singkawang, misalnya, forum ini menjadi ruang dialog yang mampu meredakan ketegangan jauh sebelum aparat turun tangan.

Kekuatan FKUB tidak hanya terletak pada struktur, melainkan pada kearifan lokal yang tumbuh di dalamnya. Di beberapa daerah, forum ini diijtihadi atau dimodifikasi secara kreatif oleh tokoh lintas iman menjadi wadah silaturahmi hingga tingkat kecamatan. Mereka tidak berhenti pada ritual pertemuan, melainkan menghadirkan kerja nyata seperti gotong royong lintas agama, kampanye lingkungan, hingga kegiatan sosial kemanusiaan. Dari sinilah muncul wajah Islam Indonesia yang ramah, Kristen yang terbuka, Hindu dan Buddha yang inklusif, serta tradisi lokal yang menautkan semua perbedaan dalam rasa senasib.

Apa yang dilakukan Indonesia sejatinya adalah bentuk diplomasi sosial yang jarang disadari dunia. Jika diplomasi antarnegara kerap gagal membangun kepercayaan, diplomasi antariman di Indonesia justru berhasil menumbuhkan perdamaian yang berkelanjutan. Nilai gotong royong yang lahir dari peradaban Nusantara menjelma menjadi energi moral bangsa. Ia bekerja senyap tetapi pasti, menumbuhkan rasa percaya antarkelompok, dan menjaga agar luka sejarah tidak berubah menjadi dendam sosial.

Sebagai pihak yang sering berinteraksi dengan para pelaku kerukunan di lapangan, saya menyaksikan bagaimana semangat toleransi tumbuh bukan karena proyek, melainkan karena kesadaran bersama untuk menjaga rumah besar bernama Indonesia. Di sinilah letak keteladanan kita bagi dunia: bahwa harmoni bukanlah hasil kebetulan, tetapi buah dari kesabaran, dialog, dan keadilan sosial yang terus diperjuangkan.

Ormas Islam dan Tantangan Khidmat kepada Umat

Struktur sosial Indonesia tidak hanya ditopang oleh lembaga negara, tetapi juga oleh kekuatan masyarakat sipil yang luar biasa. Di antara yang paling berpengaruh adalah organisasi kemasyarakatan Islam. Dua ormas besar, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, telah menjadi pilar penyangga harmoni bangsa sejak masa kolonial hingga era digital saat ini. Keduanya mewariskan tradisi keilmuan dan pengabdian sosial yang mengakar dalam kehidupan masyarakat. Rumah sakit, sekolah, hingga lembaga pendidikan tinggi yang mereka kelola telah menjadi bagian dari denyut nadi peradaban Indonesia modern.

Namun di tengah kompleksitas zaman, khidmat sosial keagamaan sering kali berhadapan dengan realitas politik kekuasaan. Sebagian ormas, baik besar maupun kecil, terseret ke dalam pusaran pragmatisme politik yang menuntut kompromi dengan kepentingan jangka pendek. Ketika ruang sosial dipenuhi pertarungan elektoral, dakwah kebangsaan mudah tereduksi menjadi alat legitimasi kekuasaan. Dalam situasi seperti ini, ormas keagamaan berisiko kehilangan jarak kritisnya terhadap negara dan kehilangan fokus terhadap umat yang sesungguhnya menjadi sumber legitimasi moral mereka.

Padahal, di saat dunia tengah mencari model Islam yang moderat dan rasional, Indonesia sudah memilikinya. Tradisi Islam Nusantara yang dikembangkan NU dan Islam Berkemajuan yang digagas Muhammadiyah adalah dua wajah peradaban yang saling melengkapi. Keduanya lahir dari rahim sejarah yang panjang, membentuk karakter Islam yang terbuka terhadap ilmu, budaya, dan kemanusiaan. Nilai-nilai itu kini ditantang oleh arus globalisasi yang membawa ideologi identitas sempit dan polarisasi sosial yang semakin tajam.

Tantangan terbesar bagi ormas Islam ke depan bukan lagi soal eksistensi, tetapi soal relevansi. Mereka dituntut untuk kembali meneguhkan khidmatnya kepada umat, memperkuat solidaritas sosial, dan menjadi penyejuk di tengah hiruk pikuk demokrasi yang sering kali bising. Politik kebangsaan memerlukan suara moral yang jernih dan independen. Ormas Islam memiliki posisi strategis untuk mengembalikan keseimbangan antara spiritualitas dan kebijakan publik, antara kepentingan rakyat dan godaan kekuasaan.

Dalam konteks itu, revitalisasi peran ormas sebagai penjaga moral bangsa menjadi mendesak. Mereka tidak cukup hanya hadir di ruang dakwah dan pendidikan, tetapi juga harus tampil di ruang kebijakan publik sebagai pengingat agar kekuasaan tidak kehilangan arah. Jika khidmat ini dapat dijaga, Indonesia akan terus menjadi mercusuar bagi dunia Islam yang sedang mencari arah di tengah krisis global.

Indonesia, Harapan Baru dari Timur

Ketika banyak bangsa masih bergulat dengan luka akibat perang dan perpecahan, Indonesia justru datang menawarkan harapan. Dalam percakapan dengan Profesor Sumanto Al Qurtubi, antropolog yang lama meneliti hubungan antaragama di Timur Tengah, ia menyebut Indonesia sebagai negara yang paling khas di dunia Muslim. Bukan karena jumlah penduduknya yang mayoritas Islam, melainkan karena Islam di sini hidup bersama kebudayaan, berbaur dengan kemajemukan, dan tumbuh dalam suasana damai. Dunia yang diliputi kecemasan dan kecurigaan kini menoleh ke Timur, mencari inspirasi dari negeri yang mampu menjaga harmoni di tengah perbedaan. Indonesia memiliki modal sosial yang tidak dimiliki banyak negara, yakni kemampuan menjadikan keberagaman sebagai sumber kekuatan moral. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), ormas-ormas keagamaan yang moderat, serta budaya gotong royong telah membentuk ekosistem damai yang berjalan tanpa sorotan berlebihan, namun bekerja secara nyata di lapangan. Pidato yang diikuti gerak nyata keterlibatan Presiden Prabowo Subianto di Sidang Umum PBB tentang pentingnya penghentian kekerasan di Gaza menggema sebagai suara moral dari Selatan Global. Dunia mendengar, sebab pesan itu lahir dari pengalaman bangsa yang memahami makna perdamaian bukan sebagai konsep politik, tetapi sebagai kebutuhan hidup sehari-hari. Indonesia berbicara tentang damai karena telah merasakan, mengalami, dan lived experiences itulah yang otentik. Tidak salah kalau Indonesia layak menjadi kiblat dunia dalam upaya merawarat kerukunan umat beragama, Indonesia should take leadership for the world in term of religious harmony. Dari pengalaman panjang menjaga kerukunan, tumbuh keyakinan bahwa Indonesia dapat menjadi inspirasi bagi dunia.

Bangsa Indonesia telah berhasil menunjukkan bahwa keberagaman tidak selalu membawa perpecahan, melainkan bisa menjadi sumber kekuatan moral yang menumbuhkan perdamaian. Di tengah dunia yang diliputi kecurigaan dan kekerasan, Indonesia hadir dengan ketenangan yang lahir dari kebiasaan hidup berdampingan dan saling menghormati.

Indonesia memang tidak sempurna, namun dalam perjalanan sejarahnya ia berhasil membuktikan bahwa harmoni dapat dijaga tanpa harus meniadakan perbedaan. Selama semangat gotong royong dan kebijaksanaan sosial itu terus dipelihara, Indonesia akan tetap menjadi harapan baru dari Timur, tempat dunia menoleh untuk belajar bagaimana kemanusiaan dapat tumbuh dalam keberagaman.

M. Adib Abdushomad, M.Ag, M.Ed, Ph.D (Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kemenag RI dan Pengurus Harian Ikatan Sarjana Nahdhatul Ulama (ISNU) alumni Flinders University Australia)

Topik: Damaigencatan senjata

TerkaitBerita

Perlukah TKA untuk Pembelajaran Mendalam?
Opini

Perlukah TKA untuk Pembelajaran Mendalam?

oleh Editor : Anggoro
3 Juni 2026
PERKUAT KELUARGA: Dari kiri, Bendahara Umum Sari Yuliati, Ketum Golkar Bahlil Lahadalia, dan Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Adies Kadir dalam satu momentum kegiatan partai. (Foto Ilustrasi: memoindonsia.co.id)
Opini

Fakta di Balik Program ”Stimulan” Perumahan Swadaya

oleh Editor : Memoarto
11 Mei 2026
Arsitektur Baru Keadilan Pajak
Opini

Arsitektur Baru Keadilan Pajak

oleh Editor : Anggoro
6 Mei 2026
Pendidikan Bermutu untuk Semua bukan Sekadar Sekolah
Opini

Pendidikan Bermutu untuk Semua bukan Sekadar Sekolah

oleh Editor : Anggoro
5 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Kemenhut Resmikan Lembah Aviary dan Penangkaran Rusa Timor, serta Lepasliarkan Dua Elang Jawa di Lanskap Megamendung

Kemenhut Resmikan Lembah Aviary dan Penangkaran Rusa Timor, serta Lepasliarkan Dua Elang Jawa di Lanskap Megamendung

10 Juni 2026
Dua Tahun Berturut-turut Tak Masuk Daftar Kasus ILC, Menaker: Bukti Dialog Sosial di Indonesia Terwujud

Dua Tahun Berturut-turut Tak Masuk Daftar Kasus ILC, Menaker: Bukti Dialog Sosial di Indonesia Terwujud

10 Juni 2026
Enitine Rilis Maxi-single dengan 2 Track “Your Piercing Looks Perfect in Every Picture You’ve Ever Took” dan “Stain”

Enitine Rilis Maxi-single dengan 2 Track “Your Piercing Looks Perfect in Every Picture You’ve Ever Took” dan “Stain”

10 Juni 2026
Indomie Goreng Cabe Ijo Kembali, Kini Lebih Pedas dan Gurih untuk Pecinta Sensasi Bernyali

Indomie Goreng Cabe Ijo Kembali, Kini Lebih Pedas dan Gurih untuk Pecinta Sensasi Bernyali

10 Juni 2026

Terpopuler

  • Isuzu Panther Mini, Legenda MPV Diesel yang Kembali Hadir dengan Mesin Tangguh dan Hemat BBM

    Isuzu Panther Mini, Legenda MPV Diesel yang Kembali Hadir dengan Mesin Tangguh dan Hemat BBM

    417 shares
    Share 167 Tweet 104
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3473 shares
    Share 1389 Tweet 868
  • Polisi Sita 276 Cartridge Vape Mengandung Narkotika Etomidate Senilai Rp1,5 Miliar

    322 shares
    Share 129 Tweet 81
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    406 shares
    Share 162 Tweet 102
  • Toyota Innova Crysta: MPV Premium Bermesin Tangguh dengan Kabin Luas dan Nyaman

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya