Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Megapolitan

Klasik, Normalisasi Sungai Tersandung Lahan

Editor : Hana oleh Editor : Hana
8 Oktober 2022
in Megapolitan
A A
0
Normalisasi Sungai

WAHYU TRIONO/KORANINDOPOS.COM CEGAH BANJIR: Aliran Sungai Ciliwung di tengah permukiman padat Jakarta Selatan. Proyek normalisasi sungai sejak era Gubernur Jokowi sampai Anies Baswedan belum terealisasi karena terganjal ketersediaan lahan.

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, JAKARTA – Dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) DKI 2017–2022, salah satu program untuk mengantisipasi banjir di Jakarta adalah naturalisasi. Naturalisasi merupakan pendekatan yang pernah dijanjikan Anies Baswedan saat kampanye Pilkada DKI 2017.

Pendekatan itu menggunakan istilah yang berbeda dengan normalisasi sungai yang pernah dijalankan gubernur DKI sebelumnya, Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Untuk pengerjaan naturalisasi atau normalisasi, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) memprioritaskan beberapa sungai atau kali dari 13 sungai di Jakarta. Sungai yang menjadi prioritas BBWSCC adalah Ciliwung, Kali Pesanggrahan, Kali Sunter, dan Angke. Sementara itu, Pemprov DKI melakukan pembebasan lahan.

Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria menuturkan, dua program pengendalian banjir tersebut sama-sama baik. ”Antara  normalisasi dan naturalisasi, itu tidak pernah dikotomikan. Tidak pernah kami masalahkan. Dua-duanya baik. Bergantung situasi, kondisi, lokasi, posisi sungai, dan tanah,” terangnya kepada awak media di Balai Kota DKI, Gambir, Jakarta Pusat.

Namun, Riza tidak menampik bahwa naturalisasi maupun normalisasi tidak berjalan maksimal di Jakarta. Bahkan, selama lima tahun, normalisasi yang harusnya dikerjakan BBWSCC tidak bisa berjalan. Sebab, pembebasan lahan di bantaran kali atau sungai tidak bisa dilaksanakan Pemprov DKI.

Artikel Terkait

Proyek Pesawat Kargo Fiktif Rp 4,9 Miliar, Eks Dirut Angkasa Pura Kargo Ditetapkan Jadi Tersangka

Resahkan Warga hingga Lakukan Catcalling, 45 WNA di Apartemen Kalibata City Diamankan Imigrasi

Kasus ISPA di Tangsel Tembus 6.147 dalam Sepekan, Kualitas Udara Jadi Faktor Utama

”Yang jadi masalah selama ini adalah kasus tanah. Sebagaimana yang teman-teman ketahui, di Jakarta, banyak sekali masalah sengketa tanah,” jelasnya. Hal itulah yang membuat DKI tidak bisa menuntaskan pembebasan lahan.

Untuk masalah banyaknya lahan di Jakarta yang bersengketa, sebut Riza, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). ”Saya beberapa waktu lalu bersama Pak Menteri Hadi (Menteri ATR/Kepala BPN Hadi Tjahjanto). Beliau sangat mendukung agar DKI Jakarta melakukan percepatan yang saya minta, dibantu dengan percepatan penyertifikatan tanah. Masih banyak luasan tanah di Jakarta yang kami miliki yang belum bersertifikat. Ini insya Allah Pak Menteri akan mendukung penuh. Alhamdulillah, dalam satu dua tahun ini, akan dilakukan percepatan. Lebih baik lagi apabila percepatan ini terkait penyertifikatan tanah di Pemprov DKI,” ujarnya. (wyu/mmr)

Topik: aniesBanjirJAKARTARiza Patriasungai ciliwung

TerkaitBerita

Proyek Pesawat Kargo Fiktif Rp 4,9 Miliar, Eks Dirut Angkasa Pura Kargo Ditetapkan Jadi Tersangka
Megapolitan

Proyek Pesawat Kargo Fiktif Rp 4,9 Miliar, Eks Dirut Angkasa Pura Kargo Ditetapkan Jadi Tersangka

oleh Editor : Affandy
24 Oktober 2026
Resahkan Warga hingga Lakukan Catcalling, 45 WNA di Apartemen Kalibata City Diamankan Imigrasi
Megapolitan

Resahkan Warga hingga Lakukan Catcalling, 45 WNA di Apartemen Kalibata City Diamankan Imigrasi

oleh Editor : Affandy
23 Oktober 2026
Kasus ISPA di Tangsel Tembus 6.147 dalam Sepekan, Kualitas Udara Jadi Faktor Utama
Megapolitan

Kasus ISPA di Tangsel Tembus 6.147 dalam Sepekan, Kualitas Udara Jadi Faktor Utama

oleh Editor : Affandy
22 Oktober 2026
BEM UI dan Komite Sadar Serukan Aksi Nasional pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober
Megapolitan

BEM UI dan Komite Sadar Serukan Aksi Nasional pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober

oleh Editor : Affandy
21 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya