Selasa, 26 Mei 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Nasional

Nayaka Prana, Pelindung Anak-Anak Pulau Dewata dari Kekerasan

Editor : Hana oleh Editor : Hana
22 April 2022
in Nasional
A A
0
Nayaka Prana, Pelindung Anak-Anak Pulau Dewata dari Kekerasan
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, koranindopos.com – Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap perempuan dan anak di Kota Denpasar, Bali, meningkat dari 61 kasus pada 2019, menjadi 86 kasus pada 2020. Tak hanya KDRT, kasus kekerasan seksual anak di Denpasar pada 2020 terjadi 36 kasus, meningkat dari 16 kasus pada tahun sebelumnya. Untuk melindungi anak-anak Pulau Dewata, Pemerintah Kota Denpasar ciptakan inovasi Pelayanan Pengaduan Kekerasan dan Anak atau Nayaka Prana.

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan Nayaka Prana merupakan program inovasi dari Pemerintah Kota Denpasar sebagai wujud Sewaka Dharma dalam penanganan kasus kekerasan pada perempuan dan anak.

Inovasi ini terintegrasi dengan Pengaduan Masyarakat secara online di Pelayanan Rakyat Online (PRO) Denpasar serta Call Centre Pusdalops 112 atau 223333. Pelayanan masyarakat secara online juga dapat diakses melalui bit.ly/P2TP2Adps. “Selain itu layanan inovasi ini juga didukung sarana prasarana mobil perlindungan (molin) dan motor perlindungan (torlin),” jelas Jaya Negara saat mempresentasikan program yang masuk dalam Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2021 ini.

Nayaka Prana memiliki tiga tujuan utama. Pertama adalah menurunkan angka serta mencegah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Tujuan kedua yakni meningkatkan kecepatan serta kemudahan akses pelaporan kekerasan pada perempuan dan anak. Sedangkan tujuan terakhir adalah memberikan pelayanan yang maksimal kepada korban kekerasan terhadap perempuan dan anak tanpa dipungut biaya atau gratis.

Artikel Terkait

Pemerintah dan DPR Sepakati Rp100,1 Triliun untuk Pulihkan Sumatera Pascabencana

Presiden Prabowo Resmikan Renovasi Museum dan Perpustakaan Seskoad di Bandung

Puncak Haji Dimulai, Jemaah Indonesia Bergerak Menuju Arafah

Ia menjelaskan kendala yang terjadi di masyarakat sebelum adanya inovasi Nayaka Prana yaitu kurangnya informasi mengenai ketersediaan layanan perlindungan perempuan dan anak serta kurangnya informasi mengenai hak-hak yang dimiliki. Kendala lainnya adalah sulitnya akses mencapai layanan dan juga biaya pendampingan dan konsultasi hukum yang sangat mahal.

Alur inovasi ini dimulai dari pencegahan kasus yaitu dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sosialisasi yang dilakukan terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta langkah yang harus dilakukan sebagai upaya pencegahan.

Sementara untuk pelaporan kasus dalam program ini, bisa dilakukan secara offline dan online, serta dengan jemput bola yang berkolaborasi dengan beberapa stakeholdermelalui layanan rujukan. setelah laporan masuk akan dilaksanakan pendampingan kasus oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) sampai dengan kasus menemukan kesepakatan dan di follow up sampai dengan tiga bulan ke depan.

Jaya Negara memaparkan beberapa dampak dari adanya inovasi ini, salah satunya adalah tersedianya data pelaporan kekerasan secara terpilah sehingga memudahkan identifikasi masalah dan target sasaran atau output yang ingin dicapai. Dampak lainnya adalah peningkatan jumlah pelaporan kasus dan respons cepat penanganan kasus. “Respons ini mulai dari pelaporan hingga pendampingan kasus korban secara tuntas,” jelasnya.(ris)

Topik: KDRTNayaka PranaPerlindungan Anak

TerkaitBerita

Pemerintah dan DPR Sepakati Rp100,1 Triliun untuk Pulihkan Sumatera Pascabencana
Nasional

Pemerintah dan DPR Sepakati Rp100,1 Triliun untuk Pulihkan Sumatera Pascabencana

oleh Editor : Affandy
26 Mei 2026
Museum
Nasional

Presiden Prabowo Resmikan Renovasi Museum dan Perpustakaan Seskoad di Bandung

oleh Editor : Hairul
26 Mei 2026
Haji
Nasional

Puncak Haji Dimulai, Jemaah Indonesia Bergerak Menuju Arafah

oleh Editor : Hairul
26 Mei 2026
LPDB Koperasi Dukung Penguatan Ekosistem Ekonomi Syariah Nasional
Nasional

LPDB Koperasi Dukung Penguatan Ekosistem Ekonomi Syariah Nasional

oleh Editor : Anggoro
25 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Ilmuwan Oxford Kembangkan Vaksin Ebola Baru, Siap Masuk Uji Klinis dalam Beberapa Bulan

Ilmuwan Oxford Kembangkan Vaksin Ebola Baru, Siap Masuk Uji Klinis dalam Beberapa Bulan

26 Mei 2026
Jelang 70 Tahun, Astra Pertegas Fokus pada Tiga Pilar Bisnis Utama

Jelang 70 Tahun, Astra Pertegas Fokus pada Tiga Pilar Bisnis Utama

26 Mei 2026
​Asah Bakat Generasi Muda, Pacific Garden Puri Sukses Hadirkan Kompetisi Edukatif

​Asah Bakat Generasi Muda, Pacific Garden Puri Sukses Hadirkan Kompetisi Edukatif

26 Mei 2026
Harga Emas Antam Melonjak Rp 35.000 per Gram, Kini Tembus Rp 2,78 Juta

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp5.000 per Gram, Kini Dibanderol Rp2,798 Juta

26 Mei 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3250 shares
    Share 1300 Tweet 813
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    375 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Bocoran iPhone 18 Pro Max: Desain Baru, Performa Monster, dan Kamera Ala DSLR

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Pledoi Calvin Cahya: Kuasa Hukum Pertanyakan Dasar Dakwaan dan Minta Pembebasan Total

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Jumlah Jemaah Haji Indonesia yang Wafat di Arab Saudi Bertambah

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya