Sabtu, 10 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Kesehatan

Pelancong Asal Jakarta Suspect Penularan Campak di Australia

Editor : Memoarto oleh Editor : Memoarto
22 Februari 2026
in Kesehatan
A A
0
BANDARA PERTH: Government of Western Australia Department of Health melacak bahwa suspect mendarat di Terminal 1 Bandara Perth pada Minggu (8/2/2026) dini hari, sekitar pukul 00.40. (Foto: Dok/escape.com.au)

BANDARA PERTH: Government of Western Australia Department of Health melacak bahwa suspect mendarat di Terminal 1 Bandara Perth pada Minggu (8/2/2026) dini hari, sekitar pukul 00.40. (Foto: Dok/escape.com.au)

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, AUSTRALIA – Otoritas Kesehatan Australia Barat (Government of Western Australia Department of Health) mengumumkan siaga campak (measles) di negara bagian New South Wales (NSW). Wabah tersebut diduga dibawa oleh pelancong asal Jakarta.

Dikutip dari Government of Western Australia Department of Health, suspect diketahui berangkat dari Jakarta pada Sabtu malam (7/2/2026) dan mendarat di Terminal 1 Bandara Perth pada Minggu (8/2/2026) dini hari, sekitar pukul 00.40. Suspect tersebut menghabiskan waktu hingga pukul 01.30 untuk proses imigrasi serta pengambilan bagasi.

Aktivitas suspect berlanjut pada Minggu siang. Dia diketahui menghadiri kegiatan Gereja Oikos di Myaree antara pukul 11.30 – 14.15. Pada sore hari, sekitar pukul 17.30–19.00, suspect juga sempat mengunjungi Chopsticks Viet Restaurant di Northbridge untuk makan malam. Tak lama setelah rangkaian aktivitas tersebut, pasien mulai menunjukkan gejala medis yang kemudian dikonfirmasi oleh laboratorium sebagai infeksi campak aktif.

Menanggapi temuan itu, pihak Government of Western Australia Department of Health kini memantau ketat seluruh lokasi publik yang pernah didatangi suspect. Mengingat virus campak dapat bertahan di udara hingga dua jam setelah penderita meninggalkan ruangan, masyarakat yang berada di lokasi dan waktu yang sama diminta untuk memantau kesehatan mereka secara mandiri hingga 26 Februari 2026.

Artikel Terkait

Perkuat Layanan Kesehatan Primer, Asuransi Astra Dorong Upaya Pencegahan Stunting di Padang

Tak Cuma Bentol, Ini Tanda Alergi pada Anak yang Bisa Berbahaya

Kenapa Gigi Tetap Terlihat Kuning Meski Rajin Sikat Gigi? Ini Penjelasannya

Area seperti gereja dan restoran menjadi perhatian utama petugas karena adanya interaksi jarak dekat dalam durasi yang cukup lama. Masyarakat diminta waspada jika mengalami gejala awal berupa demam tinggi, batuk, hidung meler, dan mata merah, yang biasanya diikuti oleh munculnya ruam merah bintik-bintik beberapa hari kemudian.

Menanggapi kejadian tersebut, Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara Prof. Tjandra Yoga Aditama menilai, penumpang tersebut memiliki risiko tinggi melakukan kontak dengan kasus campak, baik saat masih berada di Indonesia maupun saat berada di Bandara Perth.

Prof. Tjandra menekankan tiga poin penting yang bisa dipelajari dari penanganan otoritas Australia. Pertama, ia memuji ketajaman investigasi otoritas Australia dalam menelusuri riwayat penyakit dengan sangat rinci. Kedua, transparansi informasi kepada warga mengenai lokasi dan waktu penularan hingga detail menitnya dinilai sangat luar biasa. ”Dua hal ini tentu dapat menjadi benchmark atau tolak ukur penyelidikan epidemiologik (PE) yang amat baik,” ujar Prof. Tjandra dalam keterangannya pada Sabtu (21/2/2026).

Poin ketiga yang disoroti adalah perlunya kewaspadaan domestik. Mengingat kasus itu berasal dari Jakarta, Prof. Tjandra menyarankan otoritas kesehatan Indonesia untuk segera melacak tempat tinggal atau tempat kerja pasien, memeriksa status imunisasi, serta memantau potensi penularan di lingkungan sekitarnya di Indonesia. (dtc/mmr)

Topik: Australia

TerkaitBerita

Perkuat Layanan Kesehatan Primer, Asuransi Astra Dorong Upaya Pencegahan Stunting di Padang
Kesehatan

Perkuat Layanan Kesehatan Primer, Asuransi Astra Dorong Upaya Pencegahan Stunting di Padang

oleh Editor : Doe
9 Oktober 2026
Tak Cuma Bentol, Ini Tanda Alergi pada Anak yang Bisa Berbahaya
Kesehatan

Tak Cuma Bentol, Ini Tanda Alergi pada Anak yang Bisa Berbahaya

oleh Editor : Affandy
9 Oktober 2026
Kenapa Gigi Tetap Terlihat Kuning Meski Rajin Sikat Gigi? Ini Penjelasannya
Kesehatan

Kenapa Gigi Tetap Terlihat Kuning Meski Rajin Sikat Gigi? Ini Penjelasannya

oleh Editor : Affandy
7 Oktober 2026
Anak Tak Harus Unggul di Semua Bidang, Orang Tua Perlu Kenali Potensinya
Kesehatan

Anak Tak Harus Unggul di Semua Bidang, Orang Tua Perlu Kenali Potensinya

oleh Editor : Akula
6 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

9 Perusahaan Antre IPO di BEI, Tiga di Antaranya Punya Aset Jumbo

9 Perusahaan Antre IPO di BEI, Tiga di Antaranya Punya Aset Jumbo

10 Oktober 2026
Harga Emas Antam Naik Rp20.000, Sabtu 10 Oktober 2026 Tembus Rp2,592 Juta per Gram

Harga Emas Antam Naik Rp20.000, Sabtu 10 Oktober 2026 Tembus Rp2,592 Juta per Gram

10 Oktober 2026
Samsung Galaxy S26 FE Hadir dengan Harga Promo Rp9 Jutaan, Tawarkan 47 Fitur Galaxy AI

Samsung Galaxy S26 FE Hadir dengan Harga Promo Rp9 Jutaan, Tawarkan 47 Fitur Galaxy AI

10 Oktober 2026
BYD Fang Cheng Bao Ti 9 Pamer Warna Meteorite Black, SUV Bongsor dengan Kabin 6 Kursi

BYD Fang Cheng Bao Ti 9 Pamer Warna Meteorite Black, SUV Bongsor dengan Kabin 6 Kursi

10 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4957 shares
    Share 1983 Tweet 1239
  • Laga Awal Musim Membuka Peluang AC Milan Berkembang

    343 shares
    Share 137 Tweet 86
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1024 shares
    Share 410 Tweet 256
  • Pemilahan Sampah Warga Rorotan Tembus 90 Persen, Biodigester Olah 1,2 Ton Sampah per Hari

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • BGN Ungkap Konflik Mitra Dapur dan Yayasan MBG, Ada Setoran Rp2.000 per Porsi

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya