koranindopos.com – Jakarta, Hari ini, Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani, mengumumkan serangkaian paket kebijakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang bertujuan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mempertahankan momentum pemulihan ekonomi, terutama menghadapi gejolak di pasar global, perlambatan ekonomi Tiongkok, dan dampak El Nino yang panjang.
Dalam Konferensi Pers APBN KiTa yang diadakan di Jakarta, Menteri Keuangan menyatakan bahwa fenomena El Nino telah mempengaruhi lonjakan harga komoditas seperti beras, yang berkontribusi pada tekanan inflasi yang meningkat. Selain itu, tingginya suku bunga di negara maju dan melemahnya prospek perekonomian global telah berdampak besar pada ekonomi dan masyarakat Indonesia.
Untuk mengatasi situasi ini, pemerintah akan memberlakukan serangkaian langkah dalam APBN:
- Perlindungan melalui Penebalan Bansos: Langkah pertama adalah penebalan bantuan sosial (bansos), termasuk tambahan bantuan beras dan bantuan langsung tunai (BLT). Tambahan bantuan beras akan diberikan kepada 21,3 juta kelompok penerima manfaat sebesar 10 kilogram selama bulan Desember dengan total kebutuhan anggaran mencapai Rp2,67 triliun. BLT akan diberikan kepada 18,8 juta kelompok penerima manfaat sebesar Rp200 ribu per bulan selama November-Desember dengan total kebutuhan anggaran mencapai Rp7,52 triliun.
- Optimalkan UMKM: Kebijakan kedua bertujuan untuk memperkuat peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan percepatan realisasi kredit usaha rakyat (KUR). Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan realisasi KUR hingga mencapai target Rp297 triliun.
- Penguatan Sektor Perumahan: Kebijakan ketiga adalah untuk mendukung sektor perumahan, memacu kegiatan di sektor konstruksi perumahan, dan membantu masyarakat berpendapatan rendah untuk memiliki rumah. Pemerintah akan menanggung Pajak Pertambahan Nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) untuk penjualan rumah baru dengan harga di bawah Rp2 miliar. Bagi masyarakat berpenghasilan rendah, pemerintah akan memberikan bantuan biaya administrasi (BBA) selama 14 bulan sebesar Rp4 juta per rumah. Selain itu, dukungan akan diberikan untuk peningkatan target bantuan rumah sejahtera terpadu (RST) kepada masyarakat miskin sebanyak 1,8 ribu rumah.
Dengan paket kebijakan ini, pemerintah berharap bahwa ekonomi Indonesia akan tetap stabil meskipun terdapat ketidakpastian di pasar global. Sri Mulyani menegaskan bahwa pemerintah bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat, mengendalikan inflasi, dan mendorong sektor UMKM serta sektor perumahan agar terus berkembang.
Pakar ekonomi dan berbagai sektor masyarakat pun secara umum menyambut baik langkah-langkah yang diambil pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi global saat ini. (hai)










