Koranindopos.com – Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai mengembangkan konsep Jakarta Sport Tourism sebagai strategi baru untuk memperkuat sektor pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Melalui program ini, Jakarta diharapkan tidak lagi hanya dikenal sebagai pusat bisnis dan pemerintahan, tetapi juga sebagai destinasi wisata olahraga berkelas internasional.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta, Andri Yansyah, menjelaskan bahwa konsep Jakarta Sport Tourism mengintegrasikan penyelenggaraan olahraga dengan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, budaya, hingga layanan perkotaan.
“Jakarta Sport Tourism merupakan upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengembangkan olahraga yang terintegrasi dengan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, budaya, dan layanan perkotaan,” ujar Andri, Jumat (3/7/2026).
Menurutnya, olahraga tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan mencetak atlet berprestasi, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi. Berbagai ajang olahraga diyakini mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara untuk datang ke Jakarta, sehingga memberikan dampak positif bagi berbagai sektor usaha.
Andri menilai konsep sport tourism memiliki efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian. Setiap penyelenggaraan kompetisi atau festival olahraga akan memberikan manfaat bagi industri perhotelan, transportasi, restoran, pusat perbelanjaan, pelaku UMKM, hingga sektor ekonomi kreatif.
Selain itu, Jakarta dinilai memiliki modal yang sangat kuat untuk mengembangkan wisata olahraga. Sebagai ibu kota, Jakarta telah memiliki berbagai fasilitas olahraga berstandar internasional, jaringan transportasi publik yang semakin terintegrasi, serta pengalaman panjang sebagai tuan rumah berbagai ajang olahraga nasional maupun internasional.
“Potensi tersebut menjadi modal strategis untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi sport tourism,” kata Andri.
Pemprov DKI berharap pengembangan konsep ini dapat menghadirkan citra baru bagi Jakarta. Kota metropolitan tersebut diharapkan tidak hanya dikenal sebagai pusat aktivitas bisnis, tetapi juga sebagai kota yang menawarkan pengalaman wisata berbasis olahraga, budaya, kuliner, dan ruang publik yang menarik.
“Melalui berbagai kegiatan olahraga yang dipadukan dengan wisata, budaya, kuliner, dan ruang publik, Jakarta tidak lagi hanya dikenal sebagai pusat bisnis dan ekonomi, tetapi juga sebagai destinasi wisata olahraga berkelas internasasional,” jelasnya.
Sebagai langkah konkret, Pemprov DKI berencana memperbanyak penyelenggaraan berbagai event olahraga sepanjang tahun. Agenda yang disiapkan tidak hanya mencakup kejuaraan olahraga internasional, tetapi juga kompetisi tingkat nasional, ajang lari, kegiatan olahraga masyarakat, festival olahraga tradisional, hingga kejuaraan antarpelajar.
Dengan kalender kegiatan olahraga yang semakin padat, pemerintah berharap kunjungan wisatawan ke Jakarta terus meningkat sekaligus menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Pengembangan Jakarta Sport Tourism juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing ibu kota di tingkat global. Melalui sinergi antara olahraga, pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif, Jakarta diharapkan mampu menghadirkan pengalaman wisata yang lebih beragam sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan di kawasan Asia Tenggara.(dhil/kmps)










