Koranindopos.com – Seorang pria lanjut usia (lansia) meninggal dunia setelah tertabrak rangkaian Commuter Line di area emplasemen Stasiun Jurangmangu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Kamis (2/7/2026) sore. Peristiwa tersebut sempat mengganggu operasional perjalanan KRL lintas Rangkasbitung–Tanah Abang.
Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, mengatakan korban merupakan pria kelahiran tahun 1959 atau berusia sekitar 67 tahun.
“Usia sekitar 67 tahun,” ujar Bambang saat dikonfirmasi, Kamis malam.
Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum dievakuasi ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
Setelah menerima laporan dari pihak stasiun melalui layanan darurat, personel kepolisian langsung menuju lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) serta melakukan proses evakuasi.
Hingga saat ini, penyebab pasti insiden tersebut masih dalam penyelidikan. Polsek Ciputat Timur bersama Tim Inafis Polres Tangerang Selatan melakukan olah TKP menggunakan metode Scientific Crime Investigation (SCI) serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Selain itu, polisi juga tengah menganalisis rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi guna memastikan kronologi kejadian secara utuh.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab insiden dan menunggu hasil penyelidikan resmi.
“Perkembangan selanjutnya akan disampaikan sesuai hasil penanganan di lapangan,” kata Bambang.
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menjelaskan bahwa laporan pertama diterima dari masinis Commuter Line Nomor 1737D relasi Rangkasbitung–Tanah Abang sekitar pukul 15.35 WIB.
Korban tertemper kereta saat berada di Jalur II emplasemen Stasiun Jurangmangu.
Menurut Leza, berdasarkan laporan visual dari kabin masinis, terdapat indikasi korban berada di jalur rel saat kereta melintas. Namun, penyebab pasti kejadian masih menunggu hasil penyelidikan aparat kepolisian.
Insiden tersebut menyebabkan perjalanan Commuter Line di lintas Rangkasbitung–Tanah Abang sempat terhenti sementara untuk proses evakuasi korban.
KAI Commuter mencatat sedikitnya lima perjalanan kereta menuju Stasiun Tanah Abang mengalami keterlambatan antara 19 hingga 28 menit.
Untuk meminimalkan dampak terhadap operasional, petugas melakukan rekayasa pola perjalanan pada salah satu rangkaian Commuter Line relasi Parung Panjang–Tanah Abang hingga proses evakuasi selesai dan jalur kembali dinyatakan aman untuk dilalui.
KAI Commuter kembali mengingatkan masyarakat agar selalu mematuhi aturan keselamatan di lingkungan perkeretaapian, termasuk tidak memasuki jalur rel selain untuk kepentingan operasional yang sah.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila melihat situasi yang berpotensi membahayakan keselamatan di area stasiun maupun jalur kereta.
Catatan: Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami tekanan emosional, putus asa, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, jangan hadapi sendiri. Cobalah berbicara dengan keluarga, teman terpercaya, tenaga kesehatan, atau layanan bantuan krisis di wilayah Anda. Dukungan dan pertolongan tersedia, dan mencari bantuan adalah langkah yang penting.(dhil/kmps)










