Koranindopos.com, JAKARTA – Penumpang Transportasi Jakarta (TJ) masih mengalami kendala karena adanya kebijakan tap-in dan tap-out serta one passenger one card yang baru diterapkan dalam dua hari terakhir. Pembaruan sistem tersebut masih menimbulkan antrean penumpang di beberapa halte. Bahkan, beberapa penumpang tidak bisa tap out. Saat tap out, alat tap on bus (TOB) menyebutkan bahwa sistem kartu error.
Hal tersebut juga dialami Teodore Jasmine, 23. Dia mengaku berangkat dari Dukuh Atas dengan rute 1P (Blok M –Terminal Senen), TOB tidak bisa memproses tap-out kartu Selena. ”Pas tap, sistemnya bilang kartunya error. Belum coba lagi kartunya bisa digunakan atau belum. Kan turunnya gak di halte karena 1P itu non-BRT,’’ terangnya.
Direktur Utama PT Jak Lingko Indonesia (JLI) Muhamad Kamaluddin menuturkan, terkait TOB yang tidak bisa membaca kartu tap-out, pihaknya akan melakukan pengecekan lebih lanjut. ”Selama sudah tap out pasti tercatat. Mungkin di display-nya saja yang tidak kelihatan. Tapi, kami perlu cek spesifiknya di bus rute 1P,’’ kata Kamaluddin kepada awak media.
Terkait masih banyaknya penumpang yang antre, dia tidak menampiknya. Antrean yang panjang, salah satunya, ditemukan di Halte Tosari kemarin. Untuk percepatan tap-out di sana, pihaknya menyatakan sudah memperbarui sistem agar bisa membaca kartu dengan lebih cepat. ”Satu gate di Halte Tosari kami perbarui, jadi bisa tapping lebih cepat, kurang dari satu detik,’’ terangnya. Dengan pembaruan sistem yang lebih cepat itu, antrean penumpang diharapkan berangsur hilang.
”Selain itu, ada beberapa halte yang reader-nya akan kami tambah karena memang reader-nya kurang. Kalau jam sibuk, orangnya banyak sekali dan harus tap out. Walaupun dipercepat satu detik pun, tetap perlu kami tambah. Hari ini (kemarin), akan kami tambah puluhan reader di halte yang sibuk,’’ ujarnya.
Namun, penambahan reader kartu tersebut disiapkan secara mobile. Terutama di halte-halte yang tidak memiliki ruang yang luas. ”Reader portabel kami pasang di pintu darurat. Jadi, yang keluar dari pintu darurat tetap taping sambil kami benahi fisik permanennya,’’ imbuhnya.
Dengan semua kendala itu, Kamaluddin menyebutkan bahwa jajarannya akan terus melakukan evaluasi. ”Kami optimistis ini gak nyampe seminggu untuk betul-betul lancar. Kami yakin tambahan reader bisa mengurai (antrean). Hari ini (kemarin) titik padat juga lebih berkurang dibandingkan hari sebelumnya,’’ ucapnya.
Meski sistemnya belum terlalu sempurna, sistem tarif integrasi akan diresmikan hari ini. ”Biar nanti Pemprov DKI yang umumkan langsung,’’ tuturnya.
Terkait penumpang yang masih mengalami kendala karena pembaruan sistem di TJ, Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria menyampaikan permintaan maaf. ”Kami mohon maaf. Yang terjadi ini tentu menjadi evaluasi bagi kami, TJ. Dan kami juga akan terus carikan solusi terbaik,’’ katanya. (wyu/mmr)










