koranindopos.com – Kota Tangsel. Penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang menggunakan APBD belum terealisasi 100 persen. Sampai saat ini, penyaluran bantuan tersebut baru mencapai 81 persen.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Apendi mengungkapkan, dari 7.025 keluarga penerima manfaat (KPM) yang menerima BLT BBM dari APBD di Tangsel, realisasinya sudah 81,3 persen. Berdasar hasil rapat evaluasi, ada beberapa faktor sehingga penyaluran bantuan itu belum rampung.
Apendi menyampaikan, saat ini pihaknya tengah berdiskusi dengan pihak Bank BJB untuk kemungkinan menyalurkan secara door-to-door.
’’Kalau diundang enggak datang lagi, kami datangi. Apakah dia jauh atau pindah alamat dan sebagainya. Mungkin nanti yang sakit-tua akan kami datangi. Itu dari hasil evaluasi kemarin Senin (5/12). Kami akan diskusikan dengan BJB,’’ kata Apendi pada Selasa (6/12/2022).
Di Provinsi Banten, bukan hanya Kota Tangsel, Pemkot Tangerang juga tengah menyalurkan bantuan serupa. Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos Kota Tangerang Maulana Arimatiar Damanik mengungkapkan, pendistribusian BST terus dilakukan Dinsos Kota Tangerang. Pendistribusian tahap pertama sudah dilakukan pada Oktober di 13 kecamatan di seluruh Kota Tangerang.
Selanjutnya, Selasa (6/12/2022), pendistribusian tahap kedua dilakukan di Kecamatan Batuceper. BST tersebut merupakan upaya Pemkot Tangerang melalui dinsos untuk membantu KPM yang terkena dampak inflasi atau kenaikan harga BBM.
’’Kami melakukan penyaluran BST secara bertahap. Pada tahap pertama, pembayaran secara dua bulan. Per bulan Rp 150 ribu. Jadi, di setiap tahap, kami menyalurkan Rp 300 ribu. Bulan ini kami mendistribusikan kembali di tahap kedua dengan sistematis dan jumlah yang sama,’’ katanya.
Maulana menyampaikan, di Kecamatan Batuceper, penerima BST sebanyak 650 KPM dari enam kelurahan yang terdampak. Seluruh KPM itu sudah terdaftar dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Dinas sosial juga melakukan verifikasi dengan datang langsung ke rumah penerima. Mereka dibantu petugas kelurahan. (jkr/fjn/mmr).










