koranindopos.com – Jakarta. Pertemuan antara Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, dan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyoroti dampak konflik yang kian memanas di kawasan Asia Barat terhadap stabilitas global. Diskusi tersebut berlangsung intens dan mencakup isu-isu strategis, termasuk keamanan jalur perdagangan internasional.
Dalam pernyataannya melalui media sosial, Anwar menyebut pertemuan tersebut sebagai langkah konstruktif dalam mencari titik temu menghadapi situasi geopolitik yang semakin kompleks. Ia menekankan bahwa konflik di Asia Barat kini tidak hanya berdampak pada kawasan tersebut, tetapi juga mengancam keamanan energi dan kestabilan ekonomi dunia.
Salah satu fokus utama pembahasan adalah Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital distribusi energi global. Ketegangan di kawasan ini dinilai berpotensi mengganggu arus pasokan minyak dan gas, yang pada akhirnya dapat memicu gejolak harga energi dunia.
Indonesia dan Malaysia, menurut Anwar, memiliki kesamaan pandangan dalam menjaga agar jalur perdagangan internasional tetap aman dan tidak terganggu. Kedua negara juga sepakat pentingnya kerja sama global untuk memperkuat stabilitas keamanan dan ekonomi di tengah eskalasi konflik.
Artikel Terkait
Pertemuan ini mencerminkan peran aktif kedua negara di kawasan Asia Tenggara dalam merespons dinamika global. Selain mempererat hubungan bilateral, dialog tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga kepentingan bersama, khususnya dalam memastikan kelancaran perdagangan dan keamanan energi dunia.(dhil)










