koranindopos.com – JAKARTA. Untuk memudahkan mobilitas warga Jabodetabek, Pemerintah pusat memperkuat angkutan massal dalam kota maupun antar kota. Di antaranya membangun Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) dan LRT Jabodebek.
Untuk percepatan pembangunan tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berkoordinasi dengan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Heru Budi Hartono Kamis (23/3/2023). Koordinasi itu bahkan diperintahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Terutama, untuk perampungan pembangunan LRT Jabodebek yang ditargetkan dalam tahun ini.
”Pak Jokowi memberikan catatan dan saya diminta berkoordinasi dengan pak gubernur. LRT Jabodebek sudah mendekati 90 persen. Tetapi lima sampai enam bulan ini kami harus lakukan dengan baik, memastikan safety dan semua berjalan dengan baik,” terang Budi.
Untuk perampungan itu, Budi mengakui ada banyak hal yang masih harus dilakukan. Oleh karena itu, dia meminta Pemprov DKI memberikan atensi dan anggarannya. ”Saya mohon ke pak gubernur memberikan atensi dan anggarannya karena duitnya pak gubernur banyak. Karena ada banyak ide, misalnya menyatukan dengan Halim dan lain-lain. Saya yakin bagi Jakarta akan bagus juga karena kalau kita dari Bekasi, Bogor bahkan dari Bandung tidak bawa mobil, sehingga mengurangi kemacetan,” katanya.
Memang, untuk LRT Jabodebek yang akan dibangun tersebut, Halim diharapkan bisa menjadi titik keberangkatan warga yang menggunakan LRT dari Dukuh Atas Jakarta, Bekasi, atau Bogor yang ingin berangkat ke Bandung. ”Ini istimewanya Halim, jadi titik jumpa (titik integrasi, Red),” ujarnya.
Sementara itu, Heru menyebutkan, dengan sistem integrasi transportasi pasti akan memudahkan warga dalam melakukan mobilisasi. Oleh karena itu, dia menyebutkan Pemprov DKI akan mendukung percepatan dalam pembangunan LRT Jabodebek tersebut. Bahkan, dia menyebutkan bahwa jajaran Pemprov DKI sudah melakukan sosialisasi kepada warga yang terdampak atas pembangunan LRT Jabodebek tersebut.
”Satu atau dua bulan lalu, kami sudah sosialisasi melalui Wali Kota Jakarta Timur, walaupun sedang berproses di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Lalu, teman-teman atau masyarakat atau para pihak yang memang terkena (dampak) di sekitar Jalan D.I. Panjaitan untuk bersiap (karena) kita lakukan pembangunan fisik,” jelasnya.
Menurut Heru, Pemprov DKI akan dimudahkan bila warga penyangga yang ingin masuk ke Jakarta menggunakan LRT Jabodebek tersebut. Termasuk dengan konsep, Halim menjadi titik kumpul warga Bogor, Bekasi, atau Bandung. Dia bahkan meminta jajarannya di Asisten Pembangunan Sekda DKI untuk berkoordinasi dengan Jasa Marga dan pihak lainnya untuk integrasi di Halim tersebut. (wyu/mmr)










