koranindopos.com – Jakarta. Prestasi membanggakan kembali ditorehkan anak bangsa di kancah internasional. Rahayu Oktaviani, alumni Institut Pertanian Bogor (IPB University), berhasil meraih Whitley Award 2025, sebuah penghargaan bergengsi dari Whitley Fund for Nature, lembaga amal konservasi lingkungan asal Inggris.
Perempuan yang akrab disapa Ayu ini mendapatkan penghargaan tersebut berkat dedikasinya selama 17 tahun dalam meneliti dan melestarikan owa Jawa (Hylobates moloch)—primata endemik Pulau Jawa yang kini terancam punah akibat kehilangan habitat dan perburuan ilegal.
Ayu mengaku penghargaan ini sangat berarti baginya. Ia mengatakan bahwa kecintaannya terhadap konservasi berawal sejak masa kuliah di IPB University, tempat ia pertama kali mengenal dan mendalami dunia ekologi dan perlindungan satwa liar.
“Saya bangga dan terharu bisa menerima Whitley Award. Semua ini berawal dari pelajaran dan pengalaman saya sebagai mahasiswa IPB,” ujar Ayu.
Selama bertahun-tahun, Ayu aktif memimpin berbagai upaya konservasi owa Jawa, mulai dari penelitian ilmiah, penyuluhan masyarakat, hingga membangun kemitraan dengan para pemangku kepentingan di kawasan konservasi.
Whitley Award dikenal luas sebagai “Green Oscar” karena reputasinya dalam memberikan pengakuan kepada para pemimpin konservasi yang bekerja di garis depan, terutama di negara berkembang. Penerima penghargaan ini dipilih berdasarkan dampak nyata yang mereka hasilkan terhadap perlindungan keanekaragaman hayati dan keterlibatan masyarakat lokal.
Prestasi Ayu sekaligus menjadi simbol semangat baru bagi generasi muda Indonesia yang ingin berkarya di bidang konservasi alam dan keberlanjutan lingkungan.(dhil)










