Koranindopos.com – Makkah. Kementerian Agama (Kemenag) RI dan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi membentuk tim investigasi layanan mashariq di Armina. Penyebabnya karena beberapa persoalan muncul selama penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Jemaah haji asal Indonesia mengeluhkan kualitas pelayanan.
Beberapa masalah yang muncul antara lain, tenda Arafah yang sempat dimasuki jemaah non kuota dan keterlambatan pemberangkatan dari Muzdalifah ke Mina sehingga jemaah kepanasan, masalah saluran air bersih dan sanitasi di Mina. Masalah lainnya adalah keterlambatan katering untuk jemaah haji.
Layanan yang menjadi tanggung jawab mashariq tidak bisa diberikan secara optimal sehingga merugikan jemaah. Akibatnya fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, Mina (Armina) diwarnai sejumlah masalah yang berdampak pada jemaah. Mashariq yaitu perusahaan yang ditunjuk pemerintah Arab Saudi untuk melayani jemaah haji.
”Dua hari yang lalu kita bertemu dengan Menteri Haji (Arab Saudi) untuk menyampaikan beberapa persoalan saat puncak haji. Sebelumnya, kita juga menemui mashariq untuk melakukan protes yang keras atas pelayanan yang mereka berikan,” tegas Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas di Makkah dalam rilis Kemenag, Senin (3/7).
Keputusan menindaklanjuti berbagai masalah haji tahun ini dibahas saat pertemuan Menag Yaqut dan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Taufiq F Al-Rabiah pada 30 Juni lalu. Menurut Yaqut, Kementerian Haji dan Umrah Saudi berkomitmen membantu Kemenag. Taufiq F Al-Rabiah bahkan mengaku ikut merasakan sakit atas kondisi yang dialami jemaah haji Indonesia.
”Ini saya mengutip pernyataan Menteri Haji. Saya juga merasakan sakit seperti yang Anda rasakan. Begitu katanya kepada saya, dan saya memohon maaf atas kejadian yang tidak mengenakan ini. Insya Allah ini akan menjadi kejadian yang terakhir kalinya,” sebut menteri yang akrab disapa Gus Yaqut itu menirukan ungkapan sahabatnya, Taufik F Al Rabiah.
Gus Yaqut mengaku kenal dengan Taufiq F Al Rabiah yang dinilainya punya komitmen kuat. Karena itu dia optimistis terjadi perbaikan pada pelaksanaan haji tahun depan. Kedua belah pihak sepakat untuk melakukan investigasi atas beberapa persoalan yang muncul mulai di Arafah, Muzdalifah, lalu Mina.
”Kita membuat tim bersama yang insya Allah hasilnya tadi kita sepakati seminggu atau masksimal dua minggu yang akan datang kita sudah dapat hasil investigasinya,” tutur Gus Yaqut.










