Koranindopos.com, JAKARTA – Penerapan kebijakan tap in-tap out dan one passenger one card di Transportasi Jakarta (TJ) kembali mendapatkan protes dari penumpang. Setelah sebelumnya banyak penumpang yang kartunya terblokir, kini saldo mereka terpotong dua kali. Yang harusnya satu perjalanan dipotong Rp 3.500 ternyata menjadi Rp 7 ribu. Beberapa penumpang TJ mengalami kondisi tersebut. Salah satunya adalah Aliya Kania, 25, warga Ciledug, Jakarta Selatan. ”Setelah terblokir, lalu di-reset ulang, kan tap lagi kartunya. Itu yang kepotong Rp 7 ribu, bukan Rp 3.500,” terangnya.
Terkait hal itu, PT Jak Lingko Indonesia (JLI) mengakuinya. PT JLI menyampaikan permohonan maaf. Mereka berjanji memperbaiki layanan tap-in dan tap-out di seluruh layanan TJ, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta.
Direktur Utama PT JLI Muhamad Kamaluddin menuturkan, pihaknya sadar bahwa ada kendala di lapangan karena adanya penerapan dua kebijakan baru. Hal itu juga diakuinya sangat mengganggu kenyamanan para penumpang TJ.
”Mewakili PT JLI, kami menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pelanggan atas kendala dan ketidaknyamanan yang dirasakan. Kami terus berupaya melakukan perbaikan yang diperlukan seperti optimasi sistem dan mempersiapkan gate tambahan di halte-halte yang ramai. Selanjutnya, kami juga terus menyosialisasikan kebijakan itu agar informasi tersebut lebih meluas,” jelas Kamaluddin.
Dia menyampaikan, bila masih mengalami kendala kartu, penumpang TJ bisa menghubungi customer care Jak Lingko. ”Jika customer care menemukan kesalahan pada transaksi, PT JLI bertanggung jawab terhadap transaksi tersebut. Menyikapi hal ini, PT JLI juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dan berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan,” ujarnya.
PT TJ juga menyebutkan akan mengembalikan dana kepada penumpang TJ yang mengalami pemotongan dua kali. ”Soal return, sebentar lagi akan ada pengumuman tentang itu. Jadi, setelah kami bicarakan nanti, akan ada kebijakan mengembalikan saldo yang terpotong bukan karena kesalahan yang nge–tap out sebelumnya,” kata Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan TJ Anang Rizkani Noor. (wyu/mmr)










