Minggu, 31 Mei 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Religi

Sedikit-sedikit Kafir, Benarkah Kita Semua Kafir?

Era modern dengan fasiltas digitalfully, banyak cara pikir sahabat kita sesama Islam masih beranggapan “Kita beragama yang biasa – biasa aja, gak perlu fanatik” incredible statement. Inikah cara pikir yang canggih

Editor : Indra Triyuono oleh Editor : Indra Triyuono
6 Januari 2023
in Religi
A A
0
Sedikit-sedikit Kafir, Benarkah Kita Semua Kafir?
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Nabawi.  Ada renungan di hari jumat yang penuh berkah ini. waktu Subuh, halaqah fajriyah Sahih Bukhari-Muslim kali itu benar-benar berkesan bagi kami. Entah berapa kali kami mendengar penjelasan kiai soal semua kafir-mengafirkan, dan juga masalah bagaimana bersikap saat jadi korban pengafiran alias dikafir-kafirkan. Bagi kami pribadi khususnya, penjelasan beliau itu begitu merasuk ke dalam alam bawah sadar kami dan melekat erat dalam long term memory kami.

Bukan sekali-duakali, Kiai Ali menjelaskan masalah fenomena sosial berupa kafir-mengafirkan antar sesama umat Islam ini. Bukan sekedar di satu dua tempat, kami mendapati beliau menjelaskan masalah ini. Hal itu menunjukkan bahwa beliau sangat resah dengan fenomena baru alias bidah sayyi’ah berupa kafir-mengafirkan yang salah kaprah itu.

Dalam banyak kesempatan, beliau juga sering mengutip sebuah aforisma baru yang merupakan potret fenomena kehidupan umat beragama, khususnya di internal umat Islam sendiri. Aforisma yang sering beliau sebut itu adalah, “Dulu, para wali itu suka mengislamkan orang kafir. Mereka itu adalah Wali Songo. Tapi kini, ada banyak wali yang suka mengafirkan orang muslim. Mereka ini adalah para Wali Songong.”

Fenomena takfîr yang membuat marah seluruh penduduk bumi, bukan hanya di Indonesia ini, memang menjadi penyakit sosial yang sangat akut. Hanya satu kata saja, yang terdiri dari hanya lima huruf, itulah yang membuat ratusan juta umat jadi resah, gelisah, dan saling menumpah darah.

Artikel Terkait

Latihan Dasar Kepemimpinan Remaja Masjid Al Muqorrobien: Mencetak Generasi Penggerak Umat

Membakar Hutan Berarti Merusak Tanda Keberadaan Tuhan

Enam Alasan Mengapa Doa Kita Belum Dikabulkan Menurut Ulama Klasik

Anehnya, label kafir yang dialamatkan kepada sesama muslim dan fenomenal pada tahun-tahun 2000-an itu adalah termasuk label yang “paling diminati” oleh lidah orang-orang yang baru saja mengenal ajaran Islam, memiliki semangat sangat tinggi dalam beragama, namun memiliki akses kepada hadis secara terbatas karena keterbatasan metodologi pembacaan hadis yang mereka punya. Akhirnya, sedikit-sedikit…kafir! Koq berani, ya?!

Kiai Ali, dalam beberapa halaqah hadisnya dan juga dalam pengajian di beberapa tempat yang kami ikuti, seringkali memberikan edukasi kepada kami dan para jamaah. Edukasi itu meliputi petunjuk tentang bagaimana menanggapi para “wali songong” yang memiliki kebiasaan mengafir-ngafirkan orang itu.

“Kita semua ini adalah orang kafir.” Kata beliau dengan tegas dan jelas, bahkan sampai diulang beberapa kali. Begitulah kata beliau dalam pengajian umum. Sedangkan dalam halaqah hadisnya di Pesantren, diksi yang biasa beliau pakai adalah, “Idzan, nahnu kuffâr!”

Praktis, kami, para mahasantri dan juga jamaah yang hadir, biasanya mulai tegang dan penasaran. Kenapa koq kiai malah mendeklarasikan diri sebagai orang kafir? Sebagian di antara kami yang sudah paham betul gaya ceramah pak Kiai atau sudah pernah mendengar ceramah beliau tentang topik yang sama, pasti meresponnya dengan senyam-senyum sendiri.

“Idzâ kaffarakum ahadun, fa lâ taghdlab. Bal, qul lahu. “Ey, na’am. Ana kâfir. Wa anta mu’min. Lakin, anâ kâfir bi al-ta’âlîm ghair al-islâmiyyah. Wa anâ mu’min bi ta’âlîm al-Islâm. Ammâ anta, famu’min bita’âlîm ghairil islâm, lâkin kâfir bi ta’âlîmil islâm.” [Kalau ada orang yang mengafirkanmu, jangan marah. Justru katakan padanya, “He’eh… betul. Saya kafir, dan kamu mukmin. Tapi, saya ini kafir terhadap ajaran selain ajaran Islam, dan sekaligus mukminterhadap ajaran Islam. Sedangkan kamu, adalah orang mukmin terhadap ajaran selain Islam, dan sekaligus kafir terhadap ajaran Islam.”]

Dalam kesempatan yang lain, di pengajian umum yang kami pernah diajak oleh beliau untuk mengikutinya, beliau menggunakan pilihan bahasa yang berbeda lagi, “Bapak-ibu, kalau dikafir-kafirkan sama orang, nggak usah kuatir. Nggak perlu sedih. Nggak perlu marah juga. Santai saja. Jawab saja begini, ‘Ya, saya memang kâfir. Saya kâfirterhadap ajaran selain ajaran Nabi Muhammad. Sedangkan kamu adalah mukmin terhadap ajaran selain Nabi Muhammad.’ Jadi, kita ini juga kâfir.”

Biasanya, beliau menyampaikan penjelasannya yang memukau dan ringan namun filosofis itu setelah menyampaikan salah satu hadis Nabi, riwayat imam Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud.

عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِىِّ أَنَّهُ قَالَ صَلَّى لَنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- صَلاَةَ الصُّبْحِ بِالْحُدَيْبِيَةِ فِى إِثْرِ سَمَاءٍ كَانَتْ مِنَ اللَّيْلِ فَلَمَّا انْصَرَفَ أَقْبَلَ عَلَى النَّاسِ فَقَالَ « هَلْ تَدْرُونَ مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ ». قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ « قَالَ أَصْبَحَ مِنْ عِبَادِى مُؤْمِنٌ بِى وَكَافِرٌ فَأَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِى كَافِرٌ بِالْكَوْكَبِ وَأَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِنَوْءِ كَذَا وَكَذَا فَذَلِكَ كَافِرٌ بِى مُؤْمِنٌ بِالْكَوْكَبِ ».

Dari Zaid bin Khâlid al-Juhani yang mengabarkan bahwa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam pernah mengimami kami salat subuh di Hudaibiyah, berkenaan dengan turun hujan lebat yang terjadi pada malam itu. Usai salat, beliau segera menghadap ke arah jamaah, seraya memberikan kuliah singkat, “Apakah kalian tau Apa yang telah difirmankan Tuhan kalian [terkait dengan peristiwa alam semalam]?” Tanya beliau memfokuskan jamaah pada hal penting yang akan disampaikannya.

“[Tentu tidak!] Hanya Allah dan RasulNya saja yang tahu.” Jawab mereka singkat.

“Allah mewahyukan kepadaku [secara qudsiy] bahwa saat ini, di antara hamba-hambaku ini ada yang tetap beriman kepadaKu dan ada pula yang telah kafir terhadapku.” Kata beliau mengawali penyampaian hadis Qudsi yang sedari tadi telah membuat para jamaah penasaran.

“Orang yang masih punya keyakinan bahwa hujan turun kepada kita ini adalah wujud anugerah Allah dan rahmatNya, maka dialah orang yang beriman kepadaKu dan kâfir kepada bintang.” Lanjutnya menjelaskan kriteria orang mukmin.

“Sedangkan orang yang punya keyakinan bahwa kita ini dihujani oleh bintang A, B, C, berarti ia telah kâfir terhadapKu dan beriman kepada bintang.” Pungkasnya tegas.

Dari situ, dengan jelas sekali bahwa Nabi memang menyebut kafir dan mukmin untuk kategori orang tertentu. Namun, Nabi sama sekali tidak menyebut si A, si B, si C sebagai kafir. Nabi tidak menyebut bahwa kelompok A, atau kelompok B adalah kafir. Melainkan, siapapun yang memenuhi kriteria kafir, maka itulah yang disebut kafir. (majalahnabawi.com)

TerkaitBerita

Latihan Dasar Kepemimpinan Remaja Masjid Al Muqorrobien: Mencetak Generasi Penggerak Umat
Religi

Latihan Dasar Kepemimpinan Remaja Masjid Al Muqorrobien: Mencetak Generasi Penggerak Umat

oleh Editor : Doe
24 Januari 2026
Membakar Hutan
Religi

Membakar Hutan Berarti Merusak Tanda Keberadaan Tuhan

oleh Editor : Affandy
15 November 2025
Doa
Religi

Enam Alasan Mengapa Doa Kita Belum Dikabulkan Menurut Ulama Klasik

oleh Editor : Hairul
2 November 2025
Talak
Religi

Talak Saat Marah, Apakah Sah? Begini Penjelasan Ulama Fikih

oleh Editor : Hairul
14 Oktober 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Gandeng ‘The Twins’ Dharma Bangun Avarta Media, Acha Septriasa Lahirkan IP Original

Gandeng ‘The Twins’ Dharma Bangun Avarta Media, Acha Septriasa Lahirkan IP Original

30 Mei 2026
Kapok Kena Zonk Belanja Online, Arie Untung Kini Alihkan Dukungan ke Sepatu Lokal

Kapok Kena Zonk Belanja Online, Arie Untung Kini Alihkan Dukungan ke Sepatu Lokal

30 Mei 2026
BURSA TRANSFER: Pemain Atletico Madrid, Julian Alvarez, merayakan gol ketiga timnya dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions melawan Tottenham Hotspur pada Rabu (11/3/2026) dini hari WIB. (Foto: (c) AP Photo/Jose Breton)

Atletico Madrid Sindir Barcelona lewat Media Sosial

30 Mei 2026
BERLANGSUNG SAKRAL: Para seniman turut menerbangkan lampion perdamaian dalam rangkaian Pabbajja Samanera Sementara di Marga Utama, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah pada Sabtu (23/12/2023) lalu. (Foto Ilustrasi: ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

Peserta Perayaan Waisak di Borobudur Wajib Pakai Busana Serba Putih

30 Mei 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3324 shares
    Share 1330 Tweet 831
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    386 shares
    Share 154 Tweet 97
  • Neymar Resmi Perkuat Timnas Brasil

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Isuzu Panther Reborn 2026 Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp 288 Jutaan dengan Skema Kredit Fleksibel

    692 shares
    Share 277 Tweet 173
  • Barcelona Sumbang Delapan Pemain di Timnas Spanyol

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya