Koranindopos.com, Jakarta – Film “Tak Kenal Maka Taaruf” siap memikat penonton bioskop Indonesia mulai 13 November 2025. Diproduksi oleh Yahywa Titi Mangsa, film ini menandai debut penyutradaraan dari Toma Margens, putra aktor legendaris Toro Margens, dan menghadirkan kisah yang relevan dengan dinamika percintaan kaum muda Muslim.
Drama romantis yang diadaptasi dari novel karya Mim Yudiarto ini berani mengangkat tema berbeda, memadukan realitas sosial dengan konsep ideal pengenalan pasangan hidup sesuai kaidah agama, khususnya melalui proses taaruf.
Zoya, karakter utama yang diperankan oleh aktris muda berbakat Saskia Chadwick, menjadi poros cerita yang menarik. Zoya adalah mahasiswi kedokteran yang berpegang teguh pada prinsip pernikahan tanpa pacaran. Namun, trauma kegagalan cinta kedua kakaknya membuat ia mengidap Philophobia, yaitu ketakutan ekstrem untuk jatuh cinta.
Konflik ini mulai memuncak ketika Zoya bertemu Faris, seorang mahasiswa teknologi kelautan yang tampan dan seorang vokalis yang justru sering mengganggu Zoya dengan suara bising motornya saat menuju masjid kampus.
”Pas nonton film rasanya kayak mengingat pesan papa untuk menjaga diri dari pergaulan bebas. Tapi tetap menarik bikin baper dan ketawa-ketawa sendiri,” ungkap Saskia Chadwick, berbagi kesan pribadinya terhadap film tersebut.

Menggali Karakter Zoya: Tantangan Philophobia dan Pesan Keluarga
Saskia Chadwick, yang per tahun 2025 berusia sekitar 18 atau 19 tahun, menghadapi tantangan akting yang signifikan dalam memerankan karakter Zoya. Mahasiswi kalem yang tidak neko-neko itu disandingkan dengan kondisi psikologis Philophobia yang menuntut gestur dan ekspresi yang tepat.
Saskia harus cermat memastikan gestur Zoya tidak berlebihan maupun kurang saat berhadapan dengan laki-laki yang memiliki maksud serius kepadanya.
”Untuk jadi Zoyanya sendiri nggak susah, dia tipikal mahasiswi kalem yang dari kecil nggak neko-neko. Tantangannya si philophobia-nya ini, dia bukan yang cuma nggak mau deket sama cowok, tapi ketika ada laki-laki yang punya maksud ke dia tuh dia langsung ke-trigger, nah ketakutannya tuh seberapa besar untuk si Zoya ini. Itu yang paling menantang dari peran Zoya ini dan alhamdulillah dibantu sama pak Toma (sutradara) dan temen-temen lain,” jelas Saskia di Kuningan, Jakarta Selatan, 6 November 2025, saat gala premiere.
Penyembuhan dari Cinta dan Perspektif Taaruf yang Memikat
Kisah Zoya menjadi semakin menyentuh karena, meskipun ia takut jatuh cinta, justru cinta jugalah yang pada akhirnya menyembuhkannya. Karakter Zoya yang berusaha mempertahankan prinsip di tengah kegalauan perasaan dan bahkan harus menghadapi kenyataan pahit berpulangnya sang ayah, menjadi kisah yang dinilai Saskia sebagai sangat mengesankan dan inspiratif bagi penonton muda. Film ini tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga tuntunan berharga.
”Zoya ini orangnya takut jatuh cinta, tapi cinta juga yang menyembuhkannya. Kisah ini yang membuat film ‘Tak Kenal Maka Taaruf’ terasa menyentuh,” tegas Saskia.
Film ini ternyata juga berhasil mengubah perspektif Saskia Chadwick sendiri tentang taaruf. Proses pengenalan pasangan yang selama ini diangggap sebagian orang sebagai sesuatu yang ‘menyeramkan’ atau kaku, digambarkan secara manis dan menggemaskan dalam film. Hal ini menjadikan taaruf sebagai opsi pencarian jodoh yang ideal dan menarik bagi anak muda.
”Dulu denger kata taaruf tuh menyeramkan, tapi ternyata itu proses pengenalan dan yang digambarkan di film ini taaruf bisa sweet juga, gemes. Aku jadi penasaran taaruf juga,” aku Saskia Chadwick, menandakan dampak film ini pada dirinya.
Secara keseluruhan, “Tak Kenal Maka Taaruf” dipersembahkan untuk remaja yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa di masa depan. Produser eksekutif Dedy Suherman bersama produser lainnya seperti Wahyudi, Mohamad Salim, dan Erick Wahyudyono, memiliki keresahan yang sama terkait pergaulan bebas anak muda saat ini. Mereka memilih film sebagai media penyampaian tuntunan agar tidak terkesan menggurui.
”Memang waktu mempersiapkan film ini bersama empat produser lain yaitu pak Wahyudi, Mohamad Salim, dan Erick Wahyudyono pemikirannya sama. Kami bapak-bapak yang gelisah dengan pergaulan anak muda sekarang. Makanya ngasih tuntunan lewat film supaya nggak terkesan menggurui,” terang Dedy Suherman.
Disutradarai oleh Toma Margens, film ini juga dibintangi oleh Fadi Alaydrus (Faris), Saskia Chadwick ( Zoya), Dinda Mahira (Cleopatra), Shandy William, dan beberapa aktor pendukung lain ini akan tayang di bioskop mulai 13 November 2025. (Brg/Kul)
















