Koranindopos.com – Makkah. Jemaah haji Indonesia selama fase puncak haji di Arafah – Muzdalifah – Mina (Armina) akan mendapatkan sejumlah menu siap saji. Uniknya sajian menu yang dihidangkan kepada jemaah Indonesia saat puncak haji itu merupakan kuliner khas Nusantara. Menu tersebut akan dihidangkan oleh Masyariq atau Muassasah.
Untuk memastikan cita rasa dan kualitas makanannya, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi melakukan uji rasa makanan (mealtest). ”Kita barusan melakukan mealtest dengan pihak Masyariq untuk layanan konsumsi jemaah haji selama di Masyair, Arafah – Muzdalifah – Mina,” kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief di Makkah seperti dikutip dari laman resmi Kemenag, Selasa (20/6).
Hilman menyebutkan beragam menu masakan Nusantara yang akan disuguhkan pada para jemaah haji Indonesia. Di antaranya, mangut lele, rendang ayam, rendang daging, semur, dan gulai ikan. Selain itu, ada juga sajian bubur kacang hijau, kacang merah, dan ketan hitam.
”Kita melihat ada nasi dan lauk pauk, ada rendang, ikan, mengut lele, dan lain sebagainya. Ini jenis makanan yang akan disajikan selama mereka di masyair,” tutur Hilman. Menurutnya, menu masakan yang diuji rasa adalah makanan siap saji. Jenis ini disiapkan agar lebih memudahkan saat pelayanan di Armina. Apalagi rasa makanan juga terjaga.
Terkait proses pendistribusiannya, Hilman mengatakan bahwa itu akan dilakukan oleh Tim Masyariq. Menu lauk siap saji ini akan dipadu dengan nasi putih yang dikemas dalam kotak (box). Jemaah haji juga akan mendapatkan buah-buahan dan air mineral seperti yang mereka dapat saat di hotel Makkah.
Hilman menjelaskan, menu masakan siap saji ini merupakan produk Indonesia. Pihak masyariq selaku mitra Kemenag bekerja sama dengan perusahaan di Indonesia dalam proses penyediaannya. ”Kita perlahan dan terus bersemangat menjalin komunikasi dengan mitra kami di Saudi agar mereka mulai lebih banyak gunakan produk Indonesia,” tuturnya.
Ketua PPIH Arab Saudi 1444 H Subhan Cholid menambahkan, selama di Armina, jemaah haji Indonesia akan mendapatkan 15 kali makan. Ada dua jenis makanan yang diberikan, yaitu makanan siap saji dan makanan yang dimasak di dapur-dapur yang ada di Arafah dan Mina. Menu makanan siap saji ini diberikan kepada jemaah pada waktu-waktu tertentu.
Pertama, lanjut Subhan, makan siang pada 8 Zulhijah. Ini bersamaan dengan pergerakan jemaah dari Makkah menuju Arafah. ”Dengan menu ini, maka begitu jemaah datang, sudah langsung tersedia makanan,” ujarnya. Kedua, makan siang pada 9 Zulhijjah (saat puncak wukuf). Ini dimaksudkan agar jemaah tidak disibukkan oleh antrean mendapatkan makanan.










