Jumat, 23 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Catatan Ringan

Ayam dan Emas di Mata Hukum

Editor : Memoarto oleh Editor : Memoarto
27 Juli 2026
in Catatan Ringan
A A
0
TUNTUT KEADILAN: Bocah perempuan ini menangisi jasad ayahnya yang meninggal akibat diduga dihakimi massa setelah tertangkap mencuri seekor ayam di Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali pada Jumat (24/7/2026). (Foto: Tangkapan layar)

TUNTUT KEADILAN: Bocah perempuan ini menangisi jasad ayahnya yang meninggal akibat diduga dihakimi massa setelah tertangkap mencuri seekor ayam di Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali pada Jumat (24/7/2026). (Foto: Tangkapan layar)

Share on FacebookShare on Twitter

OLEH:

BRO AWING sketsa - Ayam dan Emas di Mata Hukum

BAPAK… bapak… anak perempuan itu menangis sejadi-jadinya. Sebuah posting-an konten mengharukan di media sosial menyedot simpati jagat maya. Anak perempuan berusia sekitar 10 tahun itu menangisi ayahnya yang telah terbujur kaku di balik selimut. Jasad pria itu digotong beberapa warga untuk disemayamkan. Ayah anak itu diduga meninggal dunia akibat diamuk massa karena tertangkap tangan mencuri seekor ayam. Insiden tersebut terjadi di Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali pada Jumat (24/7/2026).

Simpati berdatangan dari netizen. Jumlah viewers mencapai jutaan. Beragam argumen memenuhi kolom komentar.  Mayoritas larut dalam emosional mendalam. Ada pula yang membandingkan antara kasus tersebut dengan penemuan emas 74 Kg di rumah Jampidsus Febrie Adriansyah. Ya, kontras. Sebuah potret peristiwa yang miris. Sama-sama kasus pelanggaran hukum namun beda kasta. Kira-kira demikian narasi publik.

Artikel Terkait

Etika Negara?

Rakyat Wajib Di-Uwongke

Negara Didikte 

Ayah bocah perempuan itu harus meregang nyawa demi seekor ayam. Sementara Febrie berjalan melanggang sebagai tersangka tanpa borgol di tangan. Bedanya, tidak ada tangis yang pecah. Tangis yang terdengar bak sembilu menyayat hati siapa pun yang mendengarnya. Tangis yang membuat siapa pun yang mendengarnya akan paham seberapa dekat hubungan emosional antara anak dan ayah.

Begitulah wajah hukum di Tanah Air yang belakangan ini terus menuai kritik publik. Lembaga penegak hukum justru saling menjatuhkan. Kritik datang dari berbagai elemen. Salah seorangnya adalah pakar hukum dan juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD.

Dalam sebuah unggahan di akun medsos, Mahfud meminta agar Presiden Prabowo Subianto menyelamatkan hukum yang berkeadilan di Indonesia. Menurut Mahfud, saat ini sudah terjadi public distrust atau ketidakpercayaan publik yang akan meruntuhkan bangsa.  ”Ada adagium jika ingin menghancurkan suatu bangsa, hancurkan dulu sistem hukumnya. Adagium lain mengatakan bahwa seandainya kita disuruh memilih mempunyai makanan ataukah hukum, maka yang harus dipilih adalah hukum. Dengan hukum yang kuat, suatu bangsa bisa mengadakan dan mencari yang tidak ada, sehingga menjadi ada.  Tetapi, jika tidak ada hukum yang tegak dengan baik, maka yang sudah ada pun bisa menjadi tiada dan musnah,” kata Mahfud.

Dua peristiwa beda kasta itu membuka mata kita bahwa perlakuan hukum di negeri ini sekarang  sedang tidak baik-baik saja. Apakah memang kondisi ini terjadi sebagai skenario pihak tertentu yang menginginkan negara hancur dengan merusak sistem hukumnya, sebagaimana kata Mahfud itu? Bagaimana menurut Anda. (*)

 

 

 

 

TerkaitBerita

WAJAH LAMA: Suahasil Nazara mengucapkan sumpah jabatan saat dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa di Istana Negara, Jakarta pada Senin (14/9/2026). (Foto: Dok./Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden)
Catatan Ringan

Etika Negara?

oleh Editor : Memoarto
19 September 2026
OPINI: Ganjar Pranowo (Foto: TikTok Ganjar Pranowo)
Catatan Ringan

Rakyat Wajib Di-Uwongke

oleh Editor : Memoarto
25 Juli 2026
retret kepala daerah
Catatan Ringan

Negara Didikte 

oleh Editor : Hairul
24 Februari 2025
Danantara
Catatan Ringan

Super Holding Kian Nyaring

oleh Editor : Hairul
17 Februari 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Jakarta Financial Festival 2026 Dorong Pedagang Pasar Manfaatkan Layanan Keuangan

Jakarta Financial Festival 2026 Dorong Pedagang Pasar Manfaatkan Layanan Keuangan

23 Oktober 2026
WCCE 2026 di Jakarta: Ekonomi Kreatif Indonesia Serap 27,4 Juta Tenaga Kerja

WCCE 2026 di Jakarta: Ekonomi Kreatif Indonesia Serap 27,4 Juta Tenaga Kerja

23 Oktober 2026
Bee Frontier dan Bee Eclipse: Amazon Rilis Perangkat AI Pintar Pengelola Waktu dan Ingatan

Bee Frontier dan Bee Eclipse: Amazon Rilis Perangkat AI Pintar Pengelola Waktu dan Ingatan

23 Oktober 2026
Menjelajah Nusantara Tanpa Cemas, Chery Boyong Deretan Kendaraan Listrik Berdaya Jangkau Panjang

Menjelajah Nusantara Tanpa Cemas, Chery Boyong Deretan Kendaraan Listrik Berdaya Jangkau Panjang

23 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5038 shares
    Share 2015 Tweet 1260
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1088 shares
    Share 435 Tweet 272
  • Singapura Ancam Tutup Bisnis Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • The Pizza Company Buka Gerai Pertama di Jakarta Utara, Bidik Pasar Kelapa Gading

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • MU Hanya Dua Kali Menang, Nasib Michael Carrick di Ujung Tanduk

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya